Rahasia Sang Detektif

Rahasia Sang Detektif
4. Belanja


__ADS_3

Ada enam orang yang akan bertugas menyelesaikan misi kali ini. Kiran sebagai anak sekolahan. Adit dan Rama sebagai tukang jualan makan di dekat sekolah. Adam sebagai petugas kebersihan. Freddy dan Ayu sebagai guru baru.


Freddy, Ayu, dan Adam sudah mulai bertugas sejak satu minggu lalu, sedangkan Kiran akan mulai bersekolah dua minggu lagi setelah masa libur sekolah berakhir.


Adit dan Rama akan mulai berjualan menggunakan mobil makanan bersamaan dengan dimulainya tahun pelajaran baru bagi para siswa SMA. Rencananya mereka akan berjualan snack khas Korea yang sedang tren. Selama satu minggu ini, mereka belajar cara membuat berbagai macam jajanan negara asal k-pop, seperti tteokbokki, mandu, odeng, bungeoppang, dan hotteok.


Siang ini, Adit dan Rama membawa makanan hasil dari pelatihan mereka. Adit mengetahui jika Kiran adalah penggemar makanan khas dari negara korea selatan itu. Dia juga tahu bagaimana sukanya Kiran pada k-pop dan berbagai macam drama korea.


“Na, nih aku bawain odeng sama tteobokki. Kamu pasti suka. Ini buatan aku sama si Rama.”


“Waaaaah, beneran ini buatan kalian. Enak gak nih?” Kiran langsung membuka dan mencicipi bungkusan yang diberikan Adit.


“Coba saja. Pasti kamu ketagihan snack buatan kita,” ujar Adit bangga.


“Hm, beneran enak banget nih. Rasanya otentik. Kuah odengnya segar, tteobokkinya pedas mantul sih ini,” seru Kiran kegirangan setelah mencicipi makanan buatan rekan satu timnya.


“Kan udah aku bilang begitu,” ujar Adit.


“Iya, iya, percaya.” Kiran manggut-manggut sambil terus memasukkan jajanan kesukaannya ke dalam mulut.


Adit dan Rama pun bertos ria merayakan keberhasilan mereka.

__ADS_1


“Selesai misi, kalian bisa buka usaha berdua tuh. Terusin aja jadi pengusaha café. Pasti kalian sukses. Ha-ha-ha!” usul Kiran.


“Patut dicoba tuh,” sahut Rama, sepertinya menerima ide Kiran.


Menjadi bagian dari tim khusus membuat mereka harus memiliki banyak keterampilan dan keahlian. Kalaupun mereka belum memiliki keahlian yang dibutuhkan, mereka akan dibekali pelatihan. Seperti Adit dan Rama yang mendapatkan tugas menjadi tukang jualan makanan khas korea. Karena mereka belum memiliki keahlian untuk memuat makanan khas korea, maka mereka mendapatkan pelatihan satu minggu full atau lebih sebagai pendukung misi yang akan mereka jalankan. Mereka akan dianggap berhasil jika seorang chef asli korea dan beberapa penilai memberikan nilai sempurna.


Beruntung bagi Kiran yang tidak harus meluangkan waktunya untuk mempelajari hal baru. Ia hanya harus mengingat-ingat pelajaran yang pernah didapatnya di bangku sekolah dulu.


Kemarin Kiran sempat berdebat dengan kepala tim-nya mengenai kelas apa yang harus Kiran ambil. Kepala tim-nya menginginkan Kiran agar masuk ke kelas IPA, tapi Kiran bersikeras untuk masuk kelas IPS. Kiran tidak suka dengan pelajaran sains dan dia merasa stres jika harus terpaksa masuk kelas IPA.


Bisa saja Kiran mendapatkan pelatihan singkat untuk mempelajari mata pelajaran sains, tapi Kiran menolak. Ia berpendapat bahwa apapun kelas yang ia ambil, tidak akan berpengaruh pada tugasnya sebagai siswa SMA.


Hari itu, Kiran berada di toko seragam. Ia hendak membeli beberapa potong seragam SMA dan beberapa perlengkapan lainnya seperti tas, sepatu warna hitam khusus siswa sekolah, kaus kaki berwarna putih, dan beberapa perlengkapan lainnya. Ia memang berpesan untuk membeli sendiri perlengkapan yang harus ia pakai karena tentu saja ia ingin mendapatkan ukuran yang sesuai.


Kiran merasa risih dengan seragam SMA-nya yang baru. Ia membeli peralatan dan pakaian untuk sekolah bersama dengan Adit, rekan satu timnya yang nanti akan bertugas sebagai tukang jualan makanan di dekat sekolah.


“Gimana, Dit? Cocok gak aku pakai seragam ini?” tanya Kiran sambil mematut dirinya di depan cermin besar yang ada di toko seragam itu.


“Cocok,” jawab Adit asal.


“Ditanya bener-bener, malah jawab asal.”

__ADS_1


“Huh, dijawab cocok marah, kalau aku jawab tidak cocok juga pasti lebih marah,” gerutu Adit.


“He-he-he.” Kiran terkekeh mendengar gerutuan Adit.


“Saya beli 5 setel seragam dan 5 pasang kaus kaki putih,” pinta Kiran kepada penjaga toko seragam.


“Gak kebanyakan, Na?” tanya Adit heran dengan jumlah seragam yang dipesan oleh Kiran.


“Biar ganti tiap hari. Aku malas cuci baju tiap hari.” Kiran memberikan alasan kenapa dia membeli 5 setel seragam.


“Ya kan kamu bisa ganti seragamnya 2 hari sekali,” usul Adit.


“Iiiih, big no way! Sejak kapan aku pakai baju yang sama dalam dua hari berturut-turut?” kernyit Kiran. Padahal Kiran pernah mendapatkan misi menjadi gelandangan yang tidak mandi selama satu minggu lebih. Demi menghayati peran, Kiran benar-benar tidak mandi selama satu minggu.


“Dasar princess.”


“Biarin.”


“Itu pacarnya ya, Dek?” tanya pelayan toko.


********

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2