
Sepulang dari sekolah, Kiran langsung pulang ke kost-annya. Selama dalam masa tugas ini, Kiran kost di dekat sekolah. Freddy dan Ayu tinggal di gedung apartemen yang sama berjarak 1 km dari sekolah. Sedangkan Adam, Adit dan Rama tinggal di kontrakkan yang sama di sebuah rumah petak tidak jauh dari sekolah.
Kiran tinggal di tempat kost yang lumayan mewah untuk anak sekolahan seperti dia. Penghuninya campur perempuan dan laki-laki. Walaupun kost-annya campur tapi deretan kamar pria dan perempuan terpisah. Deretan kamar khusus laki-laki ada di sebelah barat sedang deretan kamar perempuan berada di sebelah timur. Di tengah ada halaman yang cukup luas sebagai pemisah kost pria dan wanita juga untuk tempat nongkrong para penghuni kost.
Walaupun deretan kamar laki-laki dan perempuan terpisah tapi dapur umumnya hanya ada satu sehingga terkadang penghuni laki-laki dan perempuan bertemu ketika mereka hendak menyimpan makanan atau minuman di dalam kulkas bersama atau ketika hendak memasak.
Walaupun sebagian penghuni kost memiliki kulkas kecil atau kompor portable di kamarnya masing-masing, tapi banyak juga yang menitipkan makanan dan minumannya di kulkas bersama yang besar dan memiliki tiga pintu, termasuk Kiran yang tadi sepulang sekolah membeli beberapa botol minuman ringan dan jus kemasan.
Penjaga kost-nya memberitahu jika hendak menitipkan makanan dan minuman di dalam kulkas bersama harus dilabeli nama agar penghuni lainnya tahu siapa pemilik makanan dan minuman yang disimpan di kulkas bersama. Jika menyimpannya tanpa nama, maka akan dianggap milik bersama sehingga siapapun bisa mengambilnya.
Sebelum memasukkan botol minumannya ke dalam kulkas, Kiran menulis nama Annisa di botol minumannya. Kiran harus tetap menjaga identitas barunya untuk 6 bulan kedepan.
Ketika Kiran berbalik untuk kembali ke kamarnya, ia menubruk seseorang.
“Eh, maaf. Tidak sengaja.” Kiran buru-buru mengucapkan permintaan maaf.
“Tidak apa-apa,” sahut suara seorang pria yang terdengar familiar di telinga Kiran.
Kiran mendongakkan kepala demi melihat pria tinggi yang tak sengaja ia tubruk tadi.
“Eh,”
“Eh,”
__ADS_1
“Pak Tema, tinggal disini juga?” Kiran terkejut melihat penampakan Tema yang sekarang berdiri tepat di hadapannya dengan jarak kurang dari 30 cm.
“Kamu…” tampak Tema sedang mencoba mengingat-ingat gadis yang ada di hadapannya.
“Saya Annisa, Pak. Murid baru di kelas XI IPS 3. Tadi pagi Bapak mengajar di kelas saya,” jelas Kiran.
“Oh iya, Annisa yang berasal dari Garut. Saya ingat sama kamu. Kamu yang tidak bisa menyebutkan situs sejarah yang ada di daerah asal kamu kan?”
“Ya, tapi gak usah diungkit-ungkit juga dong masalah saya yang tidak tau situs Sejarah,” protes Kiran.
“He-he-he, iya maaf.”
Kiran bermaksud untuk segera berlalu dari hadapan Tema. Tapi sebelum dirinya melangkahkan kaki, Tema menarik lengannya.
“Wiiiih, satu-satu dong Pak pertanyaannya.”
“Kenapa kamu tinggal di sini?” tanya Tema.
“Karena sekolah saya dekat dari sini,” jawab Kiran asal.
“Iya saya tau. Tapi kenapa kamu tinggal di sini sendirian? Kemana orangtua kamu?” tanya Tema lagi.
“Saya ingin mandiri, makanya tinggal sendiri.” Kiran menjawab malas.
__ADS_1
“Tapi kamu masih anak kelas sebelas.”
“Memangnya kenapa kalau masih kelas sebelas?” tantang Kiran.
“Seharusnya kamu tinggal bersama dengan orangtua kamu.” Tema menatap Kiran tajam.
“Tidak harus,” jawab Kiran asal.
“Apa kamu kabur dari rumah orangtua kamu?” cecar Tema.
“Tidak!” jawab Kiran tegas.
“Kalau begitu, kenapa kamu pindah jauh-jauh dari Garut dan tinggal sendirian di sini. Apa orangtua kamu tidak khawatir?” tanya Tema tajam.
“Bapak kepo banget sih,” cibir Kiran kesal.
“Bukannya kepo, tapi saya ingin mengetahui alasan kamu tinggal sendirian di sini tanpa orangtua kamu. Saya memiliki tanggung jawab sebagai guru kamu untuk memastikan keamanan bagi setiap murid saya,” ucap Tema nyaris berteriak.
“Tenang saja, Pak. Saya baik-baik saja walaupun tinggal sendirian.” Kiran sudah mulai kesal karena Tema tidak melepaskannya begitu saja.
“Saya ingin alasan yang masuk akal. Kenapa kamu pindah dari Garut sendirian?” tanya Tema bersikeras.
********
__ADS_1
to be continued...