
Tiara mengeluarkan semua oleh-oleh yang di bawa mertunya lalu dia susun di kulkas dia senang karena dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sayuran untuk beberapa hari ke depan begitu juga ikan mertuanya membawa daging kampung yang sudah di bumbui tinggal di goreng.
" Ibu terima kasih ya Bu sudah membawa begitu banyak oleh-oleh kepada kami." Ucap Tiara.
"Itu untuk cucuku,aku ingin cucuku makan sayuran yang masih segar dan hasil tanaman sendiri juga." Ucap ibu mertuanya.Dia mulai menemani Caca kebetulan Caca juga mau di gendong mertuanya.
"Iyalah bu,masak menantu ibu tidak bisa makan." Ucap Tiara lalu dia beranjak pergi ke dapur dan membuat teh untuk ibu mertuanya.
Tiara melanjutkan pekerjaannya,dia membiarkan mertuanya menggendong dan mengurus putrinya, mungkin karena mertunya yang begitu tulus Caca cukup anteng sama dia.
"Tiara kemana suamimu,ibu tidak melihatnya dari tadi?" Tanya Maryam wanita yang sudah lumayan tua dan bahkan warna rambutnya sudah berubah warna putih.
"Aku tidak tau Bu,tadi dia pergi entah kemana dia tidak pamit." Jawab Tiara.
" Apa kalian sedang berantem?" Wajah Tiara tiba-tiba berubah dia terlihat sedih.Maryam menghela napas panjang dia sudah yakin kalau anak dan menantunya pasti sedang ada masalah.
Tidak lama kemudian ibunya yang tadi pergi tiba-tiba mendorong pintu lalu dia masuk dia terlihat cukup kaget saat melihat besannya ternyata sedang datang mengunjungi putri dan menantunya.
__ADS_1
"Aah_Ternyata Bu Maryam sedang datang ya,aku tidak tau kalau ibu Maryam datang berkunjung." Saat itu penampilan Linda cukup mencolok sepertinya dia baru saja melakukan perawatan rambut dan wajahnya dia terlihat sangat cantik apalagi di padukan dengan baju yang dia pakai dia semakin muda.
"Ini Linda mertuanya putraku? aku hampir tidak mengenali ibu barusan,sepertinya ibu cukup menikmati masa tua ibu ya?" Kata-kata yang di lontarkan Maryam cukup membuatnya merasa serba salah mulutnya gemetaran di juga terlihat menutupi malu di hadapan besannya.
"Iya..Ibu tadi siang kebetulan anakku datang mengunjungi ku,lalu dia mengajakku ke salon,kebetulan sebentar lagi dia akan menikah jadi aku menemaninya." Jawabnya berbohong dengan nada yang gemetaran.
Maryam menatap Linda dari atas sampai ke bawah dan saat itu Andre juga kembali dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Bu aku masuk ke dalam dulu ya soalnya aku capek." Ucapnya sedikit malu Maryam hannya mengangguk dia memandangi Linda sampai dia masuk ke dalam kamar.
Maryam merasa ada yang tidak beres dengan gaya besannya itu,dia merasa aneh dengan sikap dan gaya wanita itu sudah lumayan tua tapi dia bergaya seolah-olah dia wanita yang masih mudah.
"Ibu datang kenapa tidak memberiku kabar kalau ibu datang." Tanya Andre dia langsung menyalami ibunya sendiri.Saat suaminya sudah kembali Tiara bergegas ke dapur lalu dia memasak ayam yang dia bawa mertuanya tadi dan juga sayuran dia begitu lelah melakukan semua pekerjaan rumah hingga dia tidak punya waktu untuk mengurus dirinya.
Semakin hari berat badan Tiara semakin bertambah,kulitnya kusam dan rambutnya rontok dia begitu repot untuk mengurusi semau pekerjaannya dan juga pekerjaan di rumah.
Setelah selesai memasak Tiara langsung mandi setelah itu dia menyiapkan makan malam untuk mereka semua.
__ADS_1
"Mas,Bu makanan sudah siap."Tiara memanggil mereka untuk berkumpul di meja makan,Tiara bergegas ke kamar ibunya dan memanggil ibunya yang masih di kamar dan sama sekali tidak keluar dari tadi sore.
Linda keluar dari dalam kamar,penampilannya sekarang jauh lebih sopan dia hannya memakai baju tidur,walaupun seperti itu Maryam tetap merasa aneh dengan besannya itu dia mencium sesuatu yang kurang baik dari wanita itu.
Dia sudah tua tapi aroma tubuhnya sangat tercium bahkan saat Tiara sibuk menyendok makanan ke piring tiba-tiba Maryam melihat Adrian dan Linda saling menatap dan tatapan Adrian sangat aneh menurutnya.
Mereka mulai makan,tidak ada satu pun yang mau mengobrol sampai akhirnya makan malam itu selesai.Di saat Tiara sedang menyusun piring kotor Maryam langsung memulai obrolan.
" Adrian,ibu datang mengunjungimu bukan semata-mata ibu ingin datang, tapi ibu ingin minta tolong kepada kalian pinjamkan aku uang lima juta rupiah,rumah ibu yang di desa sudah pada bocor kalau hujan semua lantai sudah basah aku ingin beli seng bisakah kalian membantuku kalau nanti jagungku sudah panen aku akan menggantinya."Ucap Maryam dengan nada sedikit memelas.
Tiara yang sudah selesai menyusun piring,langsung bergabung dengan mereka,kalau dia sama sekali tidak keberatan saat mertuanya meminta uang kepadanya tapi dia ingin menunggu jawaban dari suaminya.
Adrian menatap Tiara,dia sudah kehabisan uang untuk membeli kado untuk Linda tadi, dia menatap Tiara.
"Bu ..Aku tidak ada pegang uang,Tiara mungkin bisa membantu mu." Ucap Adrian dengan wajah datar sampai saat ini perasaanya masih juga membenci Tiara.
"Bu aku akan memberikannya untukmu,jangan bilang meminjam Bu,sudah seharusnya kami sebagai anak dan menantu membantu ibu."Jawab Tiara lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke dalam kamarnya.
__ADS_1
🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺