Rahasia Suami Dan Ibuku

Rahasia Suami Dan Ibuku
Bab 15 ~ Z A D ~


__ADS_3

Adrian keluar dari dalam kamar lalu menghampiri Linda yang masih menangis di dapur,dia berdiri sambil menatap wanita itu saat Linda menegakkan kepalanya dia menyeka air mata yang mengalir di wajah kekasihnya.


"Sayang aku minta maaf,aku akan memberinya pelajaran karena sudah berani membuatmu menagis." Ucap Adrian.Dia ingin memeluk Linda tapi dia ragu melakukannya karena takut Tiara melihat mereka.


" Apa aku begitu jahat ya hingga anakku sendiri berani melawanku." Ucap Linda sambil menangis dia pura-pura sedih mencari simpati dari Adrian.


"Tidak sayang tidak kamu wanita yang baik Tiara hannya iri kepada mu karena kamu lebih cantik dan awet muda dari pada dirinya.Sekarang lebih baik kita pergi keliling sore sambil cari makan di luar dari pada memikirkan wanita itu." Ucap Adrian.Linda menyeka air matanya dia sangat bahagia saat Adrian mengajaknya keluar dan sandiwaranya kali ini berhasil juga.


"Kamu lebih baik menunggu ku di ujung jalan mas dari pada disini Tiara semakin curiga dengan kita."


"Aku tidak peduli dia curiga atau tidak kalau dia curiga aku akan jujur kepadanya lalu menceraikan dia dan kita bisa menikah dan hidup bahagia." Ucap Adrian.


"Tidak sayang tidak...Hubungan kita belum bisa di ketahui olehnya kamu harus bisa menyuruhnya beli mobil dulu setelah itu kalau dia mengetahui hubungan kita itu tidak masalah." Ucap Linda lalu dia segera masuk kamar lalu mengganti pakaiannya.


Andre tampak diam memikirkan ucapan Linda,dia tidak mengerti kenapa kekasihnya itu sangat butuh mobil lama dia memikirkan itu hingga akhirnya dia menggeleng sendiri.


" Ahh sudahlah intinya aku bahagia memiliki Linda yang begitu smart." Ucapnya.Saat itu Linda sudah keluar dari dalam kamar matanya membesar saat melihat dirinya masih di sana.


"Kamu kenapa belom pergi cepat kamu pergi duluan aku akan menyusul mu." Ucapnya.Walaupun berat melakukannya akhirnya Adrian meninggalkannya dan Linda kembali masuk ke dalam kamar dan berdiri di depan cermin.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka di umurku yang sudah lumayan tua ini masih bisa membuat pria tergila-gila dengan ku,sudah lama aku menaruh hati kepada Adrian dan sekarang baru tercapai." Ucapnya lalu dia kembali memoles lipstik ke bibirnya hingga semakin merona.


Setelah merasa cukup lama Linda keluar dari dalam kamar,dia sengaja berdandan sangat cantik tubuhnya yang seksi di balut gaun pink yang di belikan Adrian beberapa hari yang lalu,dia memamerkan betisnya yang putih serta pinggangnya yang ramping.Tidak lupa dia memakai tas kecil seukuran ponsel.


Saat dia membuka pintu kamar dia sudah melihat Tiara berdiri di ruangan tamu,ada sedikit rasa enggan di hatinya untuk melewati Tiara tapi karena tidak ingin Adrian menunggunya lama akhirnya dia keluar dan melewati Tiara.


"Ingat umur Bu,kamu tidak pantas lagi memakai baju itu,kerutan di wajah mu sudah terlihat walaupun kamu menutupinya." Ucap Tiara dengan nada datar.


Linda mengabaikan ucapan Tiara dia segera keluar dari rumah lalu berlari kecil sampai ke ujung jalan menemui Adrian.Tiara menghentikan pekerjaannya lalu membanting sapu tangan ke atas meja lalu dia duduk di atas sopa.Tiara tidak ada semangat sama sekali untuk melakukan semua pekerjaannya semakin hari dia semakin bingung kepada suaminya.


"Sampai kapan rumah tanggaku seperti ini,aku sangat lelah dengan semua ini,aku ingin kuliah saja mas Adrian tidak memberiku ijin.Serba salah jadinya semakin hari kami bukannya semakin bahagia dan bersyukur dengan apa yang kami punya tapi semakin hari kami semakin setiap hari ribut." Ucap Tiara dia menghela napas panjang.


Tiara menatap rumahnya yang begitu berantakan,dan saat itu anaknya datang dari dalam kamar melangkah secara perlahan dia memang sudah mulai pintar berjalan.


Tidak terasa air mata jatuh dari sudut matanya,dia sangat kasihan kepada Caca yang tidak mendapat kasih sayang dari papanya.


" Apa bedanya Caca dengan anak yang tidak punya papa di luar sana,mas Adrian terlalu tega kepada Caca." Ucapnya lalu memangku putrinya.Tiara hanyut dalam pikirannya dia merasa sangat kasihan kepada Caca yang selalu diabaikan suaminya.


Dia tidak peduli kalau suaminya marah kepadanya,tapi tidak seharusnya dia mengabaikan putrinya,darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


Sementara itu Adrian membawa Linda ke pusat kota mereka jalan-jalan sore keliling untuk menghilangkan kepenatan di rumah dia sangat bahagia saat Linda memeluknya dari belakang dan wajahnya di sandarkan di pundaknya.


Adrian sangat bangga karena bisa membawa Linda jalan-jalan apalagi penampilan Linda yang begitu cantik hari ini.Puas keliling kota mereka berhenti di sebuah warung bakso,mereka masuk ke dalam lalu memesan dua mangkok mie ayam bakso.


Wajah keduanya terlihat sangat bahagia,Adrian sama sekali tidak takut kalau ada yang mengenalinya dia duduk bersampingan dengan Linda sambil memegangi tangan Linda dia benar-benar cinta mati kepada ibu mertuanya.


Intan menghentikan sepeda motornya di depan warung bakso entah kenapa suaminya minta makan bakso hari ini padahal dia sedang malas keluar rumah karena dia baru saja selesai menyelesaikan soal ujian untuk anak didiknya.


Dengan wajah masam akhirnya dia keluar dari rumahnya lalu membawa sepeda motor miliknya dan pergi mencari bakso ke alun-alun.Sesamapainya di sana dia berdiri dan memesan dua bungkus bakso saat itu matanya mengelilingi warung bakso.


Deg....


Jantungnya berdebar hebat saat melihat Adrian suami dari tamannya sedang berduaan di dalam warung mereka cukup mesra ingin sekali menegur Adrian tapi Intan keburu takut karena dia tau sikap Adrian sedikit pemarah.


" Kasihan sekali Tiara,dasar laki-laki tidak tau diri seharusnya kamu bangga memiliki istri seperti Tiara tapi kamu malah enak-enak dengan wanita lain...Tunggu wanita itu juga sudah tua ya ampun apa yang dia lihat dari wanita tua seperti itu." Ucapnya dalam hati.Dia sangat menyesali kebodohannya yang tidak membawa ponsel saat itu.


Di saat dia sudah membayar baksonya dan ingin pulang tiba-tiba Adrian menoleh ke arahnya dan anehnya pria itu sama sekali tidak peduli seakan tidak mengenalinya.


Intan langsung keluar dari dalam warung lalu menaiki sepeda motornya sepanjang jalan dia memikirkan apa yang dia lihat barusan.

__ADS_1


"Semoga saat aku besok menceritakan apa yang aku lihat Tiara percaya,kasihan sekali dia memiliki suami yang tidak tau diri seperti itu." Ucapnya dalam hati sampai akhirnya dia sudah sampai di rumahnya.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2