
Adrian tidak peduli sama sekali kepada Tiara saat melihat wanita itu masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu dari dalam dia sangat emosi kepada Tiara karena dia langsung meminta uang yang di janjikan sewaktu di mall tadi.
"Apa gunanya istri bekerja kalau masih mengharapkan uang dari suami,dia tau sendiri kalau penghasilan ku tidak seberapa tapi dengan serakahnya dia meminta uang lagi kepada ku." Ucapnya dalam hati.Melihat suasana yang sangat sepi diam-diam dia masuk ke kamar Linda sambil membawa bungkusan yang berisi baju yang baru saja di belinya.
"Kamu untuk apa datang kemari,kamu terlalu nekat ya aku dengar kalian baru saja ribut apa yang kalian ributkan?" Tanya Linda sambil duduk di atas ranjang.
" Aku tidak tau,aku benar-benar muak dengannya,kesal sekali melihat wanita seperti itu,ngomong-ngomong tadi aku belikan baju untukmu dan inilah yang membuatnya marah besar kepada ku dan aku tidak peduli sama sekali."Ucapnya sambil menyerahkan bungkusan itu.Linda menerima bungkusan itu dengan antusias lalu membukanya mata nya terbelalak saat melihat harga yang ada di bandrol lima ratus sembilan puluh sembilan ribu di antara bajunya yang begitu banyak ini baju yang paling mahal tapi memang bahannya sangat nyaman dan wajar saja harganya sangat tinggi.
Linda tersenyum manis perasan cintanya kepada Adrian semakin dalam dia memeluk tubuh adrian dengan sangat erat.
"I love you sayang,kamu memang yang terbaik." Ucap Linda.Adrian melepaskan tubuh Linda dari tubuhnya lalu dia tidur di pangkuan wanita itu sambil menatap wajah Adrian.
" Sayang kapan kita menikah apa kamu benar-benar mau menikah dengan ku,kalau kanu tidak mau menikah dengan ku lebih baik aku bunuh diri." Ancam Adrian dan Linda hannya tertawa kecil menanggapi ucapan Adrian.
"Aku juga sangat mencintai mu sayang,perasan ku semakin dalam kepada mu,aku hannya berharap kamu terus mencintaiku selamanya."Ucapnya lalu dia mencium bibir Adrian.
Mereka memadu kasih di dalam kamar,bahkan mereka sudah berani melakukan itu disaat Tiara ada di dalam rumah mereka tidak takut akan resiko yang akan mereka hadapi.
__ADS_1
Lama sekali mereka memadu kasih di dalam kamar hingga Linda beberapa kali terpuaskan,dia harus mengakui kalau Adrian adalah pria yang sangat pintar memanjakan wanita di dalam ranjang.
Di saat Adrian dan Linda sudah selesai bermesraan dan bahkan mereka sudah mengenakan pakaian masing-masing tiba-tiba Tiara menggedor pintu kamarnya dengan kasar bahkan memanggil nama suaminya.Adrian sangat panik dia takut sekali kalau sampai Tiara tau kalau dia ada di kamar ibunya.
Adrian tidak tau harus sembunyi di mana,saat Tiara semakin keras menggedor pintu Adrian ingin lari ke kamar mandi tapi Linda melarangnya.
"Jangan aku takut dia mencari mu sampai kesana lebih baik kamu keluar dari jendela saja."Ucap Tiara lalu Adrian langsung melompat dari jendela dan lari ke bengkelnya untung saat itu sudah sore dan tidak ada yang melihatnya.
Tiara semakin kencang mengetuk pintu dari luar dan memanggil nama suaminya membuat Linda ibunya kesal.Setelah menutup jendela dengan rapat Linda bergegas membuka pintu dan menatap Tiara dengan penuh emosi.
"Apaan sih,kenapa kamu mengetuk pintu kamarku dan memanggil nama suami mu,memangnya aku istri keduanya makanya kamu mencarinya ke kamar ini,kamu...semakin hari semakin membuat kesal dasar anak idiot." Ucap Linda.
"Dasar anak tolol...Kamu sadar kamu bicara sama ibu kamu bodoh,kamu curiga kalau ibu dan Adrian ada hubungan apa kamu sudah gila bagaimana mungkin aku melakukannya hah....Aku sudah tua tidak mungkin dia selera sama ku." Ucapnya dengan penuh amarah dan wajahnya memerah.
Saat Tiara dan Linda berdebat tiba-tiba pintu rumah terbuka ternyata viona datang mengunjungi ibunya.
"Viona....Kakak mu sudah tidak waras." Linda berlari ke arah Viona sambil menagis untuk mencari simpati Viona dan juga Adrian yang sudah masuk ke dalam rumah saat mendengar keributan di dalam rumah.
__ADS_1
"Ada apa sih bu....Kalian berantem apa sih yang kalian ributkan? Kakak apa yang terjadi hingga kamu memarahi ibu,dia masih muda dan kamu tidak perlu mengurusnya."Ucap Viona.
Adrian dan Linda saling menatap,Linda tidak merespon tatapan Adrian karena dia tidak mau Tiara semakin curiga kepadanya.
"Dia menuduhku pacaran dengan Adrian,apa kamu percaya kalau ibu selingkuh dengan kakak ipar mu?" Viona tampak kaget,lalu mengalihkan pandangannya kepada Adrian dan juga Tiara.
"Benaran kak? kakak pikir ibu kita ini wanita apa hingga dia pacaran dengan menantunya,serendah-rendahnya ibu tidak mungkin ibu mau pacaran dengan menantunya sendiri,sepertinya memang otak kakak sudah rusak dan bahkan sudah tidak bisa di perbaiki coba kakak berpikiran jernih apa menurutmu itu pantas." Tiara menunduk,apalagi sudah melihat Adrian berdiri di samping Viona.
Sementara itu wajah Linda dan Adrian berubah pucat, apalagi Linda dia merasa sangat rendah menjadi wanita tapi apa boleh buat dia sudah terlanjur cinta kepada Adrian sekalipun dia di bilang pelacur dan binatang dia tidak peduli asal Adrian terus mencintainya.
Tiara meninggalkan mereka dan kembali ke dalam kamarnya di dalam kamar dia memukul kepalanya beberapa kali ke dinding berharap dia sadar dari kegilaan yang dia rasakan saat ini.
"Apa aku sudah gila, aku yakin Adrian akan semakin membenciku,dia pasti mengira kalau aku cemburu sejujurnya aku tidak cemburu hannya saja aku kecewa dengan ibu." Ucapnya dalam hati lalu dia kembali ke kamar dan rebahan di atas ranjang.
Tiara duduk di atas ranjang, dia mencoba untuk mengingat entah sejak kapan ibu dan suaminya ada hubungan hingga Adrian nekat membelikan baju yang mahal untuk ibunya.Berulang kali Tiara mencoba untuk berfikir positif berulang kali juga dia tidak mampu.
Viona ibunya dan Adrian duduk di sopa,mereka saling menatap,mereka seakan ada rahasia di antara mereka.
__ADS_1
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺