Rahasia Suami Dan Ibuku

Rahasia Suami Dan Ibuku
Bab 17 ~ Z A D ~


__ADS_3

Adrian merogoh kantongnya lalu memberikan seluruh uangnya kepada Linda,dia sama sekali tidak perhitungan kalau untuk Linda karena memang dia sudah cinta mati kepada ibu mertuanya.Setelah menerima uang dari Adrian Linda langsung mencium wajah Adrian lalu dia pergi ke kamar mandi,dia takut Tiara memergoki mereka berdua.


Benar saja belum lama Linda masuk ke kamar mandi terdengar suara Tiara yang memanggilnya dari depan.


"Mas kami sudah siap kamu dimana?"Suara yang sangat tidak disukai Adrian memanggilnya dia menghela napas panjang sebelum dia menemui Tiara.


" Kamu dibelakang mas apa yang kamu lakukan di sana?" Tanya Tiara sedikit curiga,Adrian menatap penampilan Tiara yang sangat jauh berbeda dengan Linda.


"Hanya minum air putih saja." Jawab Adrian lalu dia keluar dari dalam rumah dan memutar sepeda motornya.Di hati Adrian sama sekali tidak tersisa lagi cinta walau hannya sedikit,tapi dia masih enggan untuk menceraikan Tiara karena keadaan usahanya yang belum mencukupi kebutuhannya kalau dia menikah lagi.Menurutnya lebih baik seperti sekarang ini menikmati pacaran sembunyi - sembunyi menurutnya jauh lebih menantang.


Saat mereka sampai di tempat tujuan suasana sangat ramai mungkin karena tempat itu baru buka jadi orang-orang masih ramai.Adrian pamit ke kamar mandi dan menyuruh Tiara dan Caca masuk lebih dulu ke dalam toko dia sama sekali tidak percaya diri jalan berdampingan dengan Tiara apalagi penampilan Tiara yang sangat tua.


"Dasar istri jelek bagaimana bisa dia keluar rumah dengan penampilan yang sangat buluk buat malu aku saja." Sungutnya dalam hati.Setelah merasa Tiara masuk ke dalam toko Adrian menyusul mereka masuk ke dalam dia sengaja menyuruh Tiara lebih dulu masuk karna tidak ingin orang lain melihatnya apalagi suasana yang sangat ramai.


Tiara berdiri di dalam sambil menunggu Adrian hari ini dia mengira Adrian akan membayari belanjanya karena sudah lama Adrian tidak memberinya uang belanja dia mengira kalau Adrian mengumpulkan uangnya selama ini.


"Kenapa kamu berdiri disini kenapa tidak langsung masuk?" Tanya Adrian saat dia sudah sampai di hadapan Tiara dan Caca.


"Mas hari ini kamu kan yang bayar belanja kami,sudah lama kamu tidak memberiku uang belanja." Ucap Tiara,Adrian menatapnya dengan tatapan yang tidak enak sama sekali.

__ADS_1


" Aku tidak membawa uang,kamu saja yang bayar nanti aku akan bayar." Ucap Adrian berbohong dia takut kalau menolaknya mereka menjadi ribut lagi.Sebenarnya Tiara sangat kecewa dan merasa seperti orang bodoh tapi karena tidak ingin ribut dengan terpaksa dia belanja memakai uangnya.


Mereka terlebih dahulu membeli beberapa baju untuk Caca apalagi baju-baju Caca sudah mulai tidak muat Tiara membeli baju untuk Caca yang begitu banyak.


Setelah selesai beli baju untuk Caca mereka mampir di toko pakaian wanita,Tiara membeli beberapa daster untuk dirinya karena memang dia sangat menyukai daster baginya memakai daster sangat nyaman.


" Apa kamu tidak ingin membeli satu untuk ibu?"


"Ibu...Ibu siapa ibuku maksudmu? kenapa sih mas akhir-akhir ini kamu begitu perhatian kepada ibu? " Wajah Tiara memerah dia sangat kesal di saat mereka sedang bersama saja suaminya bisa mengingatkan baju untuk ibunya.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau tidak usah kenapa kamu marah?" Ucap Adrian tanpa merasa bersalah.


Tiara menahan amarah dalam hati,entah kenapa akhir-akhir ini suaminya berubah kepadanya dan anehnya dia menjadi sedikit perhatian dengan ibunya.


Tiara tidak peduli lagi dengan harga pakaian itu, dan bahkan dia tidak mau berdebat lagi dengan suaminya dia memilih diam setelah mereka keluar dari toko dan Tiara juga meminta pelayan untuk memisahkan pakaian ibunya dari barang mereka.


Mereka keluar dari dalam gedung,wajah Tiara terlihat masam dan Adrian sama sekali tidak peduli dengan istrinya dia membawa plastik pakaian ibunya lalu dia masukkan ke dalam bagasi sepeda motornya.


Setelah mereka sampai di halaman rumah buru-buru Tiara membawa Caca masuk ke dalam kamar karena kebetulan Caca juga sudah tidur.Setelalah meletakkan Caca di atas tempat tidur dan menyelimutinya Tiara kembali keluar dan menemui Adrian di ruang tamu.

__ADS_1


Adrian duduk di ruang tamu dan kantong plastik pakaian ibunya dia letakkan di atas meja,melihat itu Tiara sudah sangat emosi bagaimana bisa suaminya membeli baju untuk ibunya seharga lima ratus ribu sementara dia sendiri hannya membeli barang diskonan.


"Mas mana uang yang kamu bilang,aku sudah menghabiskan uang satu juta delapan ratus hari ini,gajian masih lama dan kamu selama ini kamu selalu kerja sudah pasti kamu menyimpan uang hasil kerja mu." Ucap Tiara dia berdiri jauh di depan suaminya jujur saja dia sangat kesal melihat sikap suaminya hari ini.


Adrian berdiri lalu menatapnya dengan tatapan seperti ingin membunuh,tatapannya sangat tajam setajam pisau silet.


"Kamu tidak bisa diam,uang...Uang terus yang kamu bahas kenapa semakin hari sikap mu semakin menjijikan bisa tidak kamu bersikap lebih lembut." Ucap Adrian.


"Bagaimana bisa aku diam kalau kamu seperti ini,bahkan kamu tega membohongiku,kamu membeli baju semahal itu untuk apa? atau jangan-jangan semua uang mu sudah kamu kasih kepada ibu,ayo jujur kepada ku mas?" Wajah Adrian merah padam entah apa yang ada dipikirannya saat itu.


" TIARA....kamu jangan keterlaluan ya...Apa kamu tidak bisa menjaga mulut dasar istri kurang ajar berani-berani nya kamu menuduh yang tidak-tidak." Adrian memekik urat di wajahnya terlihat jelas yang menandakan dia sangat marah.


" Terus kemana uang mu selama ini!!!" Adrian tidak tahan lagi akhirnya beranjak dari tempatnya lalu menabrak tubuh Tiara yang sedang menghalanginya dan setelah itu dia mendorongnya dengan sangat kasar hingga terjatuh ke atas sopa.


Tentu saja Tiara langsung menangis sesenggukan,Adrian seperti pria yang tidak dikenalinya lagi hilang sudah sikapnya yang baik dan penyayang berubah menjadi pria kasar dan Arongan serta pria dingin.


Tiara pergi masuk ke dalam kamar lalu menagis di dalam kamarnya entah apa yang membuat suaminya itu berubah,selama ini dia sudah mencintai suaminya dengan tulus menciantai segala kekurangannya,di saat suaminya tidak bisa memberinya nafkah dia selalu berusaha mencari uang dari mana pun bahkan dia pernah jualan jajanan untuk anak didiknya untuk menambah uang masuk di rumah tangganya tapi sayang suaminya semakin tidak tau malu.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2