
Intan buru-buru turun dari sepeda motornya lalu masuk ke dalam rumah dan menemui suaminya yang sedang menunggunya di meja makan.
"Kenapa kamu,kayak di kejar setan saja mana bakso ku."Ucap Dimas lalu mengambil plastik hitam yang sudah di letakkan di atas meja.
Intan menarik napas dalam-dalam lalu membuang napasnya ke udara dia hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi.
"Kamu kenapa sih makan saja." Dimas kembali bertanya.Setelah perasaanya lebih tenang intan mulai cerita kepada suaminya.
"Tadi aku melihat suami sahabatku sedang bersama wanita di warung bakso dia memang lelaki sampah,istrinya begitu baik dan tulus tapi dia bersikap seperti bintang." Ucap Intan dengan wajah marah.
"Terus hubungannya sama kamu apa? sudahlah stop membahas urusan rumah tangga orang lain,aku tidak suka." Wajah Dimas tampak tidak suka dia memang orang yang paling tidak suka mengurusi orang lain.
"Kenapa....Kenapa kamu marah jangan-jangan kamu ada wanita lain di luar sana biasanya pria seperti itu pintar menyimpan kebusukannya." Ucap Intan.Dimas membanting sendok ke mangkok baksonya lalu beranjak dari tempat duduknya.
" Aku paling tidak suka ya di saat makan kamu membuat keributan,aku orang yang tidak suka mengurusi urusan rumah tangga orang lain kalau memang mereka yang kayak gitu ya sudah itu urusan mereka yang penting aku tidak seperti itu." Jawab Dimas dia hampir saja melempar mangkok baksonya tapi dia menghela napas dan membuangnya dengan perlahan dia tidak mau mereka ribut hannya karena masalah orang lain.
Dimas tau istrinya sangat dekat dengan Tiara bahkan Tiara beberapa kali datang ke rumahnya beberapa Minggu belakangan ini entah apa yang terjadi.
"Aku sangat kasihan dengan Tiara mas,dia begitu sibuk mencari nafkah dan mengurusi suaminya sampai dia lupa mengurus dirinya dan membahagiakan dirinya apalagi dia punya anak kecil untung saja Caca anak yang baik dan tidak rewel." Ucap Intan.Ingin sekali dia besok bertemu dengan Tiara tapi sayang besok tanggal merah untuk menunggu sampai besoknya dia sudah tidak sabar.
****
Keesokan harinya hari masih sangat pagi intan segera meninggalkan rumah menuju rumah Tiara,dia ingin memastikan kalau tadi sore dia tidak salah lihat.
Sesampainya di rumah Tiara,intan lansung berjalan menuju teras lalu mengetuk pintu keadaan disana masih sepi padahal sekarang sudah jam setengah sembilan.
__ADS_1
"Intan kamu datang...Ada apa tumben pagi-pagi kamu sudah datang masuk yuk." Ucap Tiara dengan senyum kecil di wajahnya.Dia terlihat semakin berantakan tubuhnya gendut tidak beraturan wajahnya sangat kusam,dan lingkaran matanya semakin menghitam sepertinya sekarang dia sangat banyak beban pikiran.
Intan masuk ke dalam rumahnya,Tiara ke belakang sementara Caca sedang menonton kartun di televisi.
"Caca sayang,coba lihat tante bawa apa,Tante bawa kamu kue ye...." Intan memberikan plastik putih di tangannya kepada Caca.
"Ada apa kamu pagi mengunjungi ku,tidak kah kamu menghabiskan waktu bersama suami mu di rumah kan liburan cuma sesekali." Ucap Tiara yang baru saja datang dari belakang sambil membawa dua gelas teh.
Keduanya duduk di atas sopa,Tiara tampak kelelahan dan banyak beban pikiran terlihat sekali dari wajahnya yang tidak ada semangat.Saat intan ingin memulai obrolan tiba-tiba Linda membuka pintu sepertinya dia baru bangun tidur Intan sangat kaget saat melihat Linda ada di rumah itu.
"Bukan kah wanita itu yang semalam bersama suaminya Tiara,siapa dia untung saja aku belum cerita,tapi aku tidak mungkin salah lihat wanita itu dan suaminya Tiara pasti ada hubungan." Ucap Intan dalam hati,dia memandangi Linda sampai menghilang dari pandangannya.
"Intan kamu kesini ada urusan apa sih,aku dari tadi bertanya tapi kamu malah diam." Ucap Tiara mengagetkan Intan.
"Itu ibuku,kamu belum pernah bertemu dengannya karena dia selalu pergi kalau kamu datang."
"Ibu...? ibu kandung maksudmu?"
"Iyalah ibu kandung.Memangnya ada apa tumben kamu tanya tentang ibuku kamu pernah melihatnya di luar?"
"A_ tidak aku hannya merasa aneh saja dia masih sangat muda aku kira tadi dia masih muda " Ucap Intan.
" Tentu saja dia masih muda hidupnya terlalu santai tidak ada beban sama sekali." Jawab Tiara.Dari kata-katanya tersimpan banyak masalah yang tidak ingin dia ceritakan.
"Aneh...Tidak mungkin...Ahh itu tidak mungkin,kemarin mungkin aku salah lihat." Ucap Intan dalam hati berusaha menepis pikiran kotornya.
__ADS_1
Sementara itu Adrian juga keluar kamar,dia terlihat kaget saat melihat intan sedang duduk bersama istrinya,tidak lama kemudian dia ekspresinya langsung biasa saja.
" Tiara buatkan aku kopi." Ucap Adrian mengagetkan Tiara padahal sudah beberapa Minggu ini dia tidak mau dilayaninya.Tiara langsung beranjak dari tempat duduknya lalu membuatkan teh permintaan suaminya.Tiara sangat senang akhirnya suaminya mau berbicara kepadanya.
Karena tidak ingin mengganggu Tiara dan suaminya,intan memilih pulang,dia tidak jadi memberitahu apa yang dia lihat kemarin lebih baik dia menunggu kabar dari Taira karena sahabatnya tidak pernah menyembunyikan apa pun darinya.
Dia hannya berharap kalau memang Adrian dan ibunya Tiara ada apa-apa semoga cepat terungkap dia sangat kasihan kepada Tiara yang polos dan baik hati.
Setelah Adrian mandi dan ganti pakaian,dia kembali menemui Tiara yang sedang santai sambil menonton menemani Caca.
"Kamu sudah masak Tiara?"
"Sudah mas kamu ingin makan aku akan siapkan makanan untuk mu." Jawab Tiara penuh semangat karena dia mengira Andrian sudah sadar atas kesalahannya.
"Belum aku belum lapar.Hari ini aku tidak bekerja aku ingin mengajak mu jalan-jalan katanya di kota ada buka mall baru kita kesana ya soalnya sedang banyak promo,sesekali kita bawa Caca jalan." Tiara terlihat sangat bersemangat,tanpa pikir panjang dia membawa Caca ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya.
Saat Tiara meninggakan dirinya Andrian beranjak dari tempat duduknya,menemui Linda yang sedang sarapan di belakang.
"Kalian jadi pergi sayang?" Tanya Linda saat Adrian menghampirinya dan memeluknya dengan sangat hati-hati.
"Tentu saja,aku terpaksa membawanya jalan-jalan aku harus mengikuti saran yang kamu katakan mana tau dengan begitu dia menuruti keinginan ku." Ucap Adrian lalu dia melepaskan pelukannya takut Tiara keluar kamar.
"Pokoknya kamu harus bisa mendapatkannya,lakukan apa pun untuk membujuknya.Hmm ngomong- ngomong uangku habis bagi uang dong sayang." Ucap Linda dengan manja.
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1