
Viona menunggu Tiara di depan bengkel sekalian juga dia menjaga bengkel sekaligus toko milik kakaknya.Lama sekali Adrian di rumah,dia tidak bisa membayangkan kalau sampai tadi dia tidak menjaga toko itu,dia yakin orang-orang mungkin sudah menjarah toko milik kakaknya.
Tidak lama kemudian,Adrian keluar dari dalam rumah,wajah Adrian berubah pucat saat melihat dirinya sudah duduk di depan toko,keringat membasahi dahinya dan dia seperti salah tingkah saat melihat Adrian.
"Se_sejak kapan kamu disini?"
"Sejak Abang masuk ke dalam rumah..Aku tidak tau apa yang Abang lakukan di dalam sana sampai Abang meninggalkan toko tanpa pengawasan kalau sempat ada yang mencuri barang-barang toko bagaimana Abang bisa menghasilkan uang...Bukan kah aku sudah bilang agar Abang menghargai pengorbanan Tiara!!!" Ucap Viona panjang lebar.
Pada saat itu Tiara juga kebetulan pulang ternyata dia keluar untuk belanja kebutuhan rumah dan saat itu Adrian terlihat kesal dengannya.
"Kamu sudah pulang Vio,aku kira aku belom pulang." Ucap Tiara.Dia mengeluarkan bungkusan hitam dan ternyata isinya satu porsi mie ayam bakso.
"Mas kamu makan ini ya...Aku mau memasak dulu,tadi kamu bilang lapar ya udah aku beli bakso aja menunggu makanan dimasak." Ucap Tiara lalu dia bergegas masuk ke rumah sambil membawa barang belanjaanya.
"Tiara memang sangat baik...Bersyukur sekali Abang punya dia,kalau sampai suatu saat Abang menyakiti hatinya aku tidak akan tinggal diam."Ancam Viona dengan nada tenang.
" Akhir-akhir ini kamu sedikit berbeda Viona ada apa?" Tanya Adrian dengan wajah masam dan saat itu Tiara juga datang membawa mangkok dan air putih.
"Caca...Sama Tante sayang," Viona mengambil Caca dari gendongan Tiara lalu pergi meninggalkan mereka,Viona sangat menyesali sikap Tiara yang begitu baik,perhatian dan cinta yang sangat dalam kepada pria yang tidak tau malu itu.
"Vio...Viona tunggu,kenapa Adrian sepertinya tidak suka dengan mu ada apa?" Tanya Tiara saat sia berhasil menghampiri mereka.
"Memangnya kenapa kakak,apa dia bilang kalau dia tidak setuju kalau aku menumpang bersama kalian?" Tanya Viona dia membalikan tubuhnya dan menatap Tiara yang terlihat sedikit ragu-ragu.
__ADS_1
"Kakak katakan apa Adrian tidak suka aku tinggal di rumah ini?" tanya Viona sekali lagi dan benar saja Tiara menunduk setelah itu.Viona semakin tidak ingin pergi dari rumah ini,dia ingin tau sampai kapan mereka menutupi hubungan keduanya.
"Sudahlah biarkan saja,aku juga sudah mulai kerja,besok aku sudah bekerja di counter ponsel yang ada di depan sana,kakak tidak usah khawatir." Ucapnya lalu dia pergi ke kamarnya dan mengangkat semua barangnya dari kamar ibunya lalu pindah ke kamar belakang.
Tiara merasa bersalah mengucapkan kata-katanya barusan,padahal dia tidak ada niatnya untuk mengusir viona,hannya saja dia bingung entah apa yang merasuki suaminya hingga menyuruhnya mengusir Viona.
*****
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Tiara sudah bangun seperti biasa menyiapkan sarapan untuk keluarganya setelah itu baru dia bisa berangkat sekolah.
"Viona kamu cepat sekali ganti pakaian memangnya kamu masuk jam berapa?"
"Entah lah kakak intinya aku tidak mau terlambat." Jawab Viona setelah itu dia segera pergi dari rumahnya.Viona sudah pergi dan kini tiba saatnya Caca yang harus dibersihkan dulu dan mengganti pakaiannya.
"Mas....Mas...Aku berangkat dulu ya?" Tiara masuk ke dalam kamar setelah dia selesai ganti pakaian dan hendak siap-siap berangkat kerja.
"Aku sudah bilang kemarin mas tapi aku tidak tau dia mau pindah atau tidak.Udahlah aku juga ingin pergi ke sekolah kalau dia tidak mau ya sudah." Ucap Tiara lalu dia meninggalkan rumahnya.
Semuanya berjalan dengan lancar,usaha yang Adrian buka juga sudah terlihat dari awal kalau toko itu bakal cepat berkembang.Tiara tidak pernah curiga kepada suaminya atas semua modal yang sudah dia berikan kepada suaminya yang benalu.
Viona Juga memutuskan untuk tinggal di rumah itu dan dia juga memberikan uang bulanan kepada Tiara sebagai biaya uang makannya di rumah ini walau pun dia jarang makan.
Hari ini Viona sidang bekerja dua Minggu,dia juga sudah ada uang walau tidak banyak,dia tau ibunya tidak menyukainya tinggal di bersama mereka karena dia tidak bebas melakukan apa pun dengan Adrian.
__ADS_1
"Viona bagi aku dong, aku mau perawatan akhir-akhir ini kamu semakin acuh kepada ibu ada apa? bahkan kamu tidak memberikan aku uang lagi." ..
"Memangnya untuk apa uang itu Bu...Bukan kah ibu bebas menikmati apa pun di rumah ini aku rasa kakak Tiara tidak pernah meminta apa pun darimu." Ucap Viona.
Linda langsung emosi mendengar jawaban Viona,sekarang dia sengaja mencari ribut dengan Viona dia ingin bebas di rumah ini tanpa memikirkan Viona dan nyatanya Viona tau akan hal dan dia sengaja tidak membiarkan hal itu terjadi.
" Kenapa kamu makin perhitungan,banyaklah namanya juga wanita ya tentu saja butuh uang yang banyak aku sudah bilang beberapa kali aku ingin perawatan." Ucap Linda dengan wajah kesal.
"Aku tidak punya uang Bu,aku juga belom gajian."Jawab Viona lalu dia pergi meninggalkan ibunya.Setelah mengganti pakaiannya viona langsung pergi ke dapur menghampiri Tiara lalu meminta Caca darinya.Selama tinggal bersamanya Viona banyak membantu Tiara dan dia sangat bersyukur akan hal itu setidaknya dia tidak lelah sendiri mengerjakan semuanya.
Viona juga tidak pernah perhitungan memberikan uang kepada Caca,walaupun Tiara sering menolak tapi Caca tetap memaksanya.
"Kalian dari mana jajan lagi yang banyak Viona kamu harus menabung untuk masa depan kamu,aku jadi tidak enak kalau setiap hari kamu kasih jajan Caca." Ucap Tiara sambil memotong sayuran yang baru saja dia beli.
Saat itu kebetulan Linda keluar dari kamar mandi,dia sangat emosi melihat Viona yang memberikan jajan kepada cucunya sementara dia dari kemarin sidang mengemis uang kepadanya satu sen pun dia ogah memberikannya.
"Dasar anak durhaka kamu viona,bisa-bisanya kamu tidak mau memberikan uang kepada ku sementara kamu jajan begitu banyak dengan Caca." Linda terus mengomel dan wajahnya terlihat marah.
Tiara sedikit heran melihat ibu dan adiknya,biasanya keduanya sangat dekat,dan bahkan mereka selalu rukun tapi sudah beberapa hari ini hubungan mereka terlihat tidak baik.
" Benar itu Viona,kamu masih anak gadis dan kamu belum punya biaya apa pun,masak kamu tidak bisa membantu ibumu,kamu itu kenapa sih?" Tiba-tiba Andre sudah berdiri di belakang mereka,ketiganya menatap Andre dengan tatapan aneh.
" Dasar kalian tidak tau terima kasih,seharusnya sebagai anak kalian harus tau terima kasih_
__ADS_1
"Terus kamu sebagai anak sudahkah membantu ibumu,yang aku lihat kakak Tiara yang memberikan uang kepada orang tua mu beberapa bulan yang lalu." Jawab Viona tidak mau kalah membuat Andrian semakin emosi karena sudah berani menyinggung tentang keluarganya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺