Rahasia Suami Dan Ibuku

Rahasia Suami Dan Ibuku
Bab 14 ~ Risih ~


__ADS_3

Tiara terdiam saat mendengar jawaban jutek dari ibunya, dia langsung beranjak dari tempatnya lalu dia pergi meninggalkan mereka di dalam bengkel wajah ibunya sangat tidak enak saat itu dia juga bingung kenapa ibunya terlihat begitu marah.


Adrian juga menatapnya dengan tatapan sinis lalu dia meninggalkan dirinya mengikuti ibunya masuk ke dalam rumah.


"Mas kamu mau kemana?" Tanya Tiara dengan nada tinggi dia sudah sangat emosi karena merasa dipermainkan oleh suaminya.Adrian membalikkan tubuhnya lalu menatap Tiara dengan sinis.


" Aku mau ke rumah memangnya ada yang salah aku mau makan karena aku lapar kamu kenapa begitu memuakkan? hah...Tidak bisakah dalam sehari kamu tidak mencari masalah kepada ku?" Ucap Adrian lalu mendekatinya.


"Apa maksudmu selalu mencari masalah kepada ku hah...Kamu itu wanita yang sangat menjijikkan tau tidak,sadar tidak aku benar-benar muak dengan mu apalagi saat melihat wajahmu yang tua ini tidak ada hal apa pun yang bisa membuat aku bangga memiliki mu."Adrian benar-benar menghina Tiara bahkan menyakiti hati wanita yang sudah banyak berkorban untuknya.


Tiara langsung meninggalkan Adrian,dia tidak bisa menahan air matanya,saat dia mencapai pintu sekilas dia melihat ibunya berdiri sambil menatapnya dengan senyuman yang tidak dia mengerti sama sekali.


Tiara masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintu setelah itu dia menumpahkan segala rasa sakit dan kecewa di hatinya.Dia tidak menyangka Adrian begitu tega menghinanya bahkan mencacinya sedemikian rupa.

__ADS_1


Lama sekali Tiara menangis di dalam kamar hingga akhirnya dia tertidur dia mengabaiakan semua pekerjaan rumah rasanya dia sudah tidak mampu untuk melakukan semua pekerjaan itu.


Tiara terbangun saat mendengar suara Caca yang menagis dia sangat kaget karena ternyata hari sudah mulai sore.Karena merasa perutnya lapar Tiara keluar dari dalam kamar dan mencari makanan yang tadi pagi sempat dia masak ternyata semuanya sudah habis.


Ingin sekali dia mengumpat dalam hati atau menegur ibunya yang sudah keterlaluan menurutnya,tidak masalah baginya kalau ibunya tinggal bersama mereka tanpa bayaran apa pun tapi berhubung dia masih muda dan sehat apa salahnya dia membantu walau sedikit.


Tiara menutup lemari ikan dengan kasar lalu merebus mie instan yang ada di dalam lemari setelah itu dia baru makan.Saat dia sedang makan tiba-tiba ibunya datang menghampirinya.


"Tiara kenapa kamu membanting pintu lemari,kamu tidak suka ibu tinggal sama kamu,apa aku beban bagimu baru bangun langsung marah dan membanting pintu kalau tidak suka bilang saja ibu bisa pergi dari rumah ini." Ucap Linda dengan wajah penuh kemarahan.Tiara merasa ada yang aneh dengan sikap ibunya akhir-akhir ini sering kali dia merasa ibunya marah tanpa alasan dan wajahnya selalu masam jika mereka bertemu entah apa yang salah.


" Kenapa bu...Apa yang salah ibu tersinggung saat aku marah dan membanting pintu lemari? ibu terbawa perasaan!! orang tua macam apa sih kamu Bu di saat kamu masih sehat dan bugar kenapa ibu sama sekali tidak mau membantuku,memangnya aku ini pelayan yang harus mengurus semua hal termasuk ibu yang masuk sehat?" Tiara menekan ucapannya sambil menatap ibunya dengan penuh amarah dia sudah tidak tahan lagi.


"Ka_kamu....Tega sekali kamu meninggikan suara mu di depan ibumu dasar anak durhaka kamu,setelah kamu sukses kamu lupa untuk semua pengorbanan ibu kepada mu,apa kamu lupa kamu bisa seperti sekarang ini itu semua berkat ibu...Dasar anak durhaka kamu hiks....hiks...hiks.." Linda pura-pura menangis di hadapan Tiara berharap Tiara meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


"Pengorbanan yang mana Bu....Aku bisa seperti sekarang ini semua itu karena kerja keras ku,ibu lupa kalau dari kecil ibu sudah memaksaku mencari uang bahkan saat aku masih sekolah dasar ibu memanfaatkan aku untuk mencari uang di pasar bahkan ibu pernah tega memaksaku untuk mencuri uang orang hingga aku di pukuli warga ibu lupa semua itu....Jangan berfikir Bu...Semua wanita layak di hargai sebagai mestinya ibu tidak pantas mendapat itu semua dari ku." Ucap Tiara dia ingin pergi meninggalkan ibunya dan membalikkan badan tapi sayangnya suaminya sudah berada di belakangnya.


"Tiara....Sejak kapan kamu berani durhaka kepada mu,sampai kapan pun kamu tidak akan bisa membalas semua pengorbanan ibumu,kamu besar dan tumbuh sehat itu karena dia memberikan kamu asi yang sehat."Tiara tidak peduli dengan ucapan suaminya.


Tiara meninggalkan ibunya di dapur serta suaminya yang sudah berdiri di belakangnya dia tidak tau sejak kapan suaminya datang.Tidak terima Linda di permalukan dan juga di marahi istrinya Andrian mengikuti Tiara yang masuk ke dalam kamar,dia tidak bisa menerima saat melihat air mata di wajah kekasihnya.


"Tiara...Tiara..Bukannya berubah kamu semakin meraja Lela saja apa kamu pikir kamu sudah hebat,kamu tidak kasihan melihat ibumu itu,lagian untuk apa dia mengerjakan pekerjaan rumah bukan kah itu kewajiban mu sebagai istri sudah seharusnya kamu membahagiakan ibumu di hari tuanya dasar anak tidak berguna." Maki Adrian.


Mendengar suara papanya yang sangat keras Caca terbangun lalu menangis hal itu membuat Tiara menatap suaminya dengan sinis.


"Lebih baik kamu keluar mas aku tidak mau kita ribut hannya karena masalah ini dan aku juga bingung sejak kapan kamu mau membela ibuku,bukan kah dari dulu aku dan ibuku sering cekcok dan seingat ku kamu tidak pernah peduli." Ucap Tiara.


"Jangan mengalihkan pembicaraan,aku ingin kamu merubah sikap mu terhadap ibumu,hargai dia selagi masih ada jangan berlebihan kalau kamu tidak mampu melakukan pekerjaan rumah kamu bisa bayar orang untuk bekerja di rumah ini." Ucap Adrian lalu dia pergi meninggalkan keduanya.

__ADS_1


Tiara berdiri sambil menggendong Caca,lalu dia membuka sedikit dan mengintip apa yang mereka lakukan.Tiara sedikit merasa aneh dengan sikap suaminya yang akhir-akhir ini selalu membela ibunya.


🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2