
Adrian mengangguk saat Tiara pamit kepadanya sekaligus menitipkan Caca yang masih tertidur,dia menatap langkah kaki Tiara hingga dia benar-benar hilang dari pandangannya.
" Yes....Akhirnya dia luluh juga,aku harus bisa mendapatkan apa yang aku mau,sebelum aku berpisah darinya." Ucapnya dalam hati.Adrian menatap lurus ke depan dan memandang bengkel kecil miliknya rasanya bengkel itu terlalu kecil baginya.
"Seharusnya aku bisa membesarkan bengkel ini,kalau aku menikah dengan Linda itu artinya aku yang mencari nafkah seutuhnya dan Linda tidak punya penghasilan apa pun." Ucapnya dalam hati sambil memikirkan cara untuk membesarkan toko itu.
Lama sekali dia berpikir,sebenarnya letak bengkelnya sangat bagus dan sangat strategis,apalagi terletak di pinggir jalan besar sangat memungkinkan baginya kalau bengkel itu ramai andai saja dia menjual segala peralatan motor dan juga mobil karena walaupun tidak banyak dia juga bisa memperbaiki mobil walau nga sehebat ahlinya.
"Harusnya aku membujuk Tiara untuk meminjam uang ke bank,dan aku bisa membeli mobil dan membesarkan bengkel ini,kalau pun aku cerai darinya aku sudah bisa membayar cicilan mobil dan membiayai hidup Linda nantinya."Ucapnya kembali dengan banyak rencana jahat di hatinya.
Tekadnya sudah bulat untuk memperbesar bengkelnya,Adrian menghabiskan waktu dengan membersihkan seluruh lingkungan rumah dan bengkelnya kebetulan hari ini dia tidak punya pelanggan yang datang.
"Mas kamu sedang apa tumben rajin sekali bekerjanya?" Tanya Tiara yang baru saja kembali dengan banyak belanjaan di motornya.
"Aku sedang memberikan pekarangan rumah dan bengkel,aku pikir-pikir bengkel ku kurang diminati orang lain itu karena lingkungan kita yang kurang bagus dan kurang bersih.Andai saja aku punya modal aku ingin membesarkan bengkel ini menjual semua alat-alat motor,aku ingin menerima perbaikan mobil sedikit banyak aku punya keahlian juga tapi sayang aku nga punya modal." Ucap Adrian seakan meminta dukungan istrinya.
Tiara menghela napas berat,dia memang punya sedikit modal,dan dia juga sudah bisa meminjam ke bank,dan dia juga sudah lama menginginkan itu agar mereka bisa hidup semakin layak.
"Sudah mas jangan dipikirkan,aku memasak dulu,kamu pasti sudah lapar." Ucapnya lalu masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Adrian membersihkan semua lingkungan.
Tiara memasak,ucapan Adrian terus teringat di pikirannya,dia juga berfikir kalau hannya mengandalkan gajinya mungkin hidup mereka tidak akan pernah berubah dan akan tetap berjalan di tempat.
Satu kelemahan Tiara,dia terlalu pokus memikirkan masa depan,dan juga kekayaan,hingga dia lupa mengurus dirinya yang ada di pikirannya hannya uang...Uang ...Dan uang.Dia lupa manusia bisa saja mengkhianatinya dan dia berpikir kalau suaminya Adrian sudah berubah.
__ADS_1
Setelah selesai memasak Tiara masuk ke dalam kamarnya lalu mengambil buku tabungannya yang sudah dia simpan lama dan bahkan suaminya tidak tau kalau dia punya tabungan sebanyak itu.
"Apa cukup uang lima puluh juta untuk membeli alat-alat sepeda motor belum lagi untuk mobil nantinya sepertinya aku harus mencari lebih banyak lagi." Ucapnya dalam hati lalu dia menyimpan kembali bukunya dan pergi mencari suaminya.
"Mas kamu makan dulu aku sudah menyiapkan makanan untukmu." Taira memanggil Adrian dari depan rumahnya tentu saja Adrian yang sudah lapar langsung masuk ke dalam rumah dan mencuci tangan lalu dia menarik kursi dan makan menikmati masakan Tiara yang selalu pas di lidahnya.
Sudah lumayan lama dia tidak menikmati masakan tangan Tiara,kalau masalah masakan Tiara memang nomor satu dia angkat pandai dalam mengolah makanan dan Adrian harus mengakui itu semua.
Hari-hari berjalan begitu saja Adrian bersikap layaknya suami yang baik,bahkan dia rutin memberikan uang kepada Tiara hingga Tiara benar-benar mengira kalau suaminya Adrian sudah berubah apalagi dia tidak pernah lagi menyinggung tentang ibunya dan bahkan mereka tidak pernah lagi saling menyapa.
"Mas aku berangkat sekolah dulu,semua makanan sudah siap di meja jangan lupa makan ya.." Ucap Tiara.Adrian beranjak dari tempat tidurnya bergegas menyusul Tiara yang masih ada di ruang tamu.
"Tiara...Apa kamu tidak berniat untuk membantuku,aku ingin membuka bengkel dan melengkapi semua isinya bisakah kamu memberikan aku modal." Ucap Adrian.Tiara berhenti dan menatap suaminya.
"Seratus lima puluh juta,kalau sebesar itu mungkin saja aku sudah bisa membayar cicilannya setiap bulannya aku akan bekerja lebih keras lagi aku sudah bosan dengan kehidupan kita yang begitu-begitu saja." .
"Aku akan memikirkannya mas,udah dulu ya aku pergi dulu." Tiara bergegas keluar dari rumahnya sambil membawa sepeda motornya.
Melihat motor Tiara sudah pergi Linda segera keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri Adrian yang masih berdiri di depan pintu.Dia sengaja selama beberapa Minggu ini tidak mengusik Adrian karena dia ingin rencana dan Adrian berhasil.
"Bagaimana apa Tiara setuju?" Tanya Linda tiba-tiba dia sudah berdiri di belakang Adrian sambil bersandar di dinding dengan tangan di lipat.
Sebenarnya dia sudah tidak tahan di rumah itu,dia ingin segera Adrian mendapat apa yang dia mau setelah itu mereka kabur dan menikah rasanya cukup tidak nyaman hidup serumah dengan mereka.
__ADS_1
Linda melakukan semua itu karena hannya Adrian yang mau menerimanya dia menyukai Adrian karena dia ingin menjadikan pria itu menjadi suami di masa tuanya nanti dan mereka hidup bahagia.
"Tenang saja sayang,sebentar lagi kita akan menikah dan kita akan mengusir Tiara dari rumah ini,ya..Bagaimana lagi ini mungkin sudah takdir aku mencintai kamu ibu mertua hahaha..." Suara tawanya lepas lalu dia menggendong Linda masuk ke dalam kamar dan mereka memadu kasih di sana persis seperti pengantin baru.
Tiara keluar dari ruangannya setelah memberikan para muridnya tugas, dia menemui intan teman baiknya karena dia ingin bertanya sesuatu hal yang penting.
"Intan kamu sedang sibuk?" Tiara memanggil intan yang sedang duduk di kursinya sambil bermain ponsel.
"Ada apa tumben kamu duluan yang menghampiri ku?" Tanya Intan lalu keluar dari kursinya.
"Aku mau tanya,kalau mengajukan pinjaman di bank susah apa gampang sih?"
"Pinjaman? untuk apa kamu meminjam,tergantung besar kecilnya pinjaman memangnya mau pinjaman berapa?"
"Seratus juta!!"
"Untuk apa uang sebanyak itu?" Tanya Intan heran.
"Untuk modal suamiku,dia ingin memperbesar bengkel miliknya dan sekalian juga dia ingin membuka bengkel mobil."Ucap Tiara tanpa beban.
Intan menatap sahabatnya itu,dia sangat tidak tega kalau membiarkan sahabatnya dibodohi pria seperti Adrian,dia sangat yakin kalau pria itu ada hubungan dengan ibunya.
"Kamu yakin Tiara meminjam banyak uang sementara suami mu sikapnya aneh begitu kepada mu?"
__ADS_1
🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺