Rahasia Suami Dan Ibuku

Rahasia Suami Dan Ibuku
Bab 6 ~ Z A D ~


__ADS_3

Adrian tersenyum,dia mulai membereskan peralatan bengkelnya lalu menutup bengkel miliknya,dia tidak ingin Linda menunggunya terlalu lama di depan sana.Setelah selesai menutup bengkelnya dia segera masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamar mandi.


Tiara yang melihat suaminya sibuk langsung mengambil handuk lalu menggantungnya di handle pintu kamar mandi karena sudah kebiasaan baginya masuk ke kamar mandi tanpa membawa handuk.


Tidak lama kemudian Adrian keluar dari kamar mandi lalu menutup sebagian tubuhnya lalu memakai baju yang sudah di siapkan oleh Tiara.


"Kamu mau kemana mas,tidak bisanya kamu meninggalkan pekerjaan mu kalau itu bukan masalah penting?" Tanya Tiara yang sedari tadi memandangi suaminya yang sibuk memakai pakaian nya yang baru dibelinya dari kota.


Adrian mengabaiakan istrinya yang sedang mengoceh,sedikit pun dia tidak tertarik lagi dengan istrinya dan bahkan dia sangat jijik mencium aroma tubuh Tiara.Dia memang belum mandi dari tadi pagi karena dia terlalu sibuk membersihkan semua rumah dan mencuci pakaian kotor yang sudah segunung.


"Mas kamu belum menjawab pertanyaan ku,kamu mau kemana mas?" Tiara berlari mengikuti Adrian dari belakang dia merasa kesal melihat suaminya yang mengabaikan dirinya sejak ke datangannya tadi siang.


Tiara memegang lengan suaminya dan tidak membiarkan dia pergi karena dia belom mendapat jawaban dari suaminya.


"Aku ada urusan,kenapa sih sebaiknya kamu ngaca dulu,lihat dirimu itu,kamu mengurusi urusan ku tapi dirimu saja tidak terurus." Ucapnya Adrian lalu dia menaiki motor Vario milik mereka.


Tiara sangat kaget mendengar ucapan suaminya,dia menutup mulutnya dan mundur beberapa langkah ke belakang dia tidak menyangka suaminya bisa berbicara kasar seperti itu.


Adrian membawa motornya ke jalan besar dari kejauhan dia sudah melihat Linda berdiri sambil menatap ke arahnya.


" Kamu lama sekali,cepat bawa motornya takut ada yang mengenali kita." Ucap Linda lalu menaiki motor Adrian dan memeluknya dengan erat dari belakang.


Adrian membawa sepeda motornya ke pusat kota,disana ada taman tempat dimana para anak muda berpacaran,Adrian sengaja membawa Linda kesana karena dia yakin kalau di sana tidak ada orang yang mengenali mereka.

__ADS_1


Setelah memarkirkan sepeda motornya,Adrian menggenggam tangan Linda lalu mereka masuk ke dalam taman benar saja disana sudah begitu banyak anak muda yang berpacaran.Disana juga begitu banyak penjual makanan.


"Sayang kamu lapar,ayo kita mampir makan bubur ayam." Adrian menarik tangan Linda menuju penjual bubur ayam mereka berdua seakan lupa kalau perbuatan mereka ini sudah melewati batas.


Keduanya makan bubur ayam,setelah habis Adrian membayarnya lalu mereka kembali jalan-jalan sambil memandangi para penjual.Saat melewati pedagang aksesoris rambut Adrian kembali membawa Linda kesana lalu membeli beberapa jepitan rambut yang sangat unik untuk Linda.


"Sayang makasih banyak ya kamu sudah membawaku jalan-jalan dan kamu juga sudah membeli beberapa ikat rambut yang cantik aku sangat bahagia." Ucap Linda manja.Adrian mengelus rambut Linda lalu mereka duduk di sebuah kursi panjang disana mereka duduk berdampingan Linda menyenderkan kepalanya ke pundak Adrian.


"Apa kamu bahagia bersamaku sayang?" Tanya Linda dia memegangi tangan Adrian dengan sangat mesra.


"Tentu saja sayang,bahkan kalau kamu meminta aku menceraikan dia dan menikahi mu aku lebih memilih mu dan bercerai dengannya,aku sangat mencintaimu." Jawab Adrian membuat Linda begitu bangga.


"Coba katakan apa yang membuatmu begitu mencintai ku?" Tanya Linda dia mengangkat kepalanya lalu menatap Adrian.


"Hmm...Karena kamu wanita yang sangat cantik dan kamu tau cara membahagiakan diriku." Jawab Adrian polos.


Setelah mereka sampai di depan rumah,linda segera turun dari atas sepeda motor lalu dia berbunyi di balik bunga,dia tidak ingin Tiara curiga kepadanya.


Tiara membuka pintu dan membiarkan suaminya masuk,dia baru selesai mandi rambutnya yang berantakan di tambah daster nya yang kedodoran membuat perasaan Adrian semakin hilang kepadanya.


"Mas aku sudah masak makanan kesukaan kamu,aku akan menyiapkan makanan."


"Tidak perlu aku sudah makan tadi sama teman aku mau tidur." Ucapnya lalu meninggalkan Tiara yang masih berdiri di tempatnya.

__ADS_1


Tiara hampir saja menagis,susah payah dia memasak tadi sore demi suaminya,berharap hati suaminya membaik bahkan dia rela memasak sambil menggendong Caca yang cengeng seharian nyatanya suaminya mengabaikan semua perjuangannya.


Tiara berjalan menuju meja makan,lalu dia dia mengambil makanan dan mulai makan matanya mulai berkaca-kaca menahan sesak di dalam hatinya.


Sementara itu Adrian perlahan mengintip dari kamarnya,melihat situasi rumah,karena sudah merasa aman dia masuk ke kamar Linda lalu membuka jendela secara perlahan agar Linda bisa masuk ke dalam rumah.


Adrian sangat gemetaran dia melakukannya dengan sangat hati-hati dia tidak mau Tiara memergoki perbuatannya.Adrian menarik napas lega saat Linda masuk dengan aman ke dalam kamarnya mereka berdua saling berkirim pesan hingga Tiara masuk ke dalam kamar.


" Apa yang kamu lakukan mas kenapa kamu belum tidur?"


"Aku belum mengantuk kalau kamu sudah mengantuk silahkan tidur lebih dahulu abaikan saja aku."Ucapnya sambil memandangi ponselnya terus menerus.


Tiara naik ke atas ranjang,Adrian langsung membelakangi mereka berdua karena Caca berada di antara mereka berdua dia masih saja sibuk dengan ponselnya.


"Apa yang kamu lakukan mas,kalau kamu belum mengantuk aku mau bicara_


"Apa kamu tidak bisa diam,aku sudah lelah seharian seharusnya kamu bisa mengerti keadaanku."Bentak Adrian memotong ucapan Tiara, dia mengambil bantal dan selimut lalu keluar dari dalam kamar.


Tiara tidak mau lagi mengikutinya,dia takut mereka menimbulkan keributan yang membuat Caca terbangun.


"Dasar wanita drum,mulutnya terus mengoceh dia sangat menjijikkan." Ucapnya lalu dia tidur si atas sopa karena itu membuatnya lebih nyaman.Pada saat dia baru saja merebahkan tubuhnya tiba-tiba pintu kamar Linda terbuka wanita itu berdiri di depan pintu sambil memakai ligerya merah muda membuat Adrian tidak bisa menahan diri.


"Sayang apa yang kamu lakukan,tidurlah wanita itu belum tidur nanti aku akan mendatangimu ke dalam,pakaian mu sangat seksi besok beli lagi yang lebih banyak ya." Ucap Adrian lalu dia mengecup bibir Linda setelah itu dia buru-buru berlari ke sopa saat mendengar suara Caca menangis.

__ADS_1


Adrian memejamkan matanya,dia meletakkan ponselnya di atas meja lalu dia menutup tubuhnya dengan selimut.


🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2