
Adrian meninggalkan Tiara di dalam bengkel lalu dia masuk ke dalam rumah,tidak ada lagi cinta yang seperti dulu di hatinya kepada Tiara,semuanya hilang seiring dengan penampilan Tiara yang tidak terurus sama sekali.
Tiara mengucek matanya yang sudah hampir menagis di sebisa mungkin menahan agar air matanya tidak jatuh dia benar-benar sakit hati dengan sikap yang di tunjukkan Adrian beberapa hari ini.
Tiara masuk ke dalam rumah saat dia mendengar suara tangis putrinya,dia berlari kecil masuk ke dalam rumah,Tiara cukup tercengang melihat Adrian yang sama sekali tidak mau menenangkan Caca yang sudah menagis histeris saat tidak melihat dirinya di sampingnya.
" Mas kamu keterlaluan sekali,bisa-bisanya kamu acuh kepada putrimu sendiri kalau kamu marah sama ku jangan kamu bawa-bawa kemarahan mu kepada Caca." Ucap Tiara dia sudah sangat emosi melihat sikap suaminya.Dadanya naik turun menahan amarahnya.Saat itu ibunya keluar dari dalam kamar,dia menatap mereka berdua bergantian.Adrian yang tiduran di atas sopa sama sekali tidak peduli dengan amarahnya.
"Kamu kenapa berisik sekali Tiara,apa kamu tidak bisa tenang sedikit pun dari tadi ibu dengar mulut mu mengoceh terus ibu pusing mendengar ocehan mu." Ucap Linda yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Bisa tidak ibu tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga ku?" Tiara menatap balik ibunya dia tidak terima dengan sikap ibunya.
Pada saat mereka sedang ribut dan hampir saling menyerang tiba-tiba Viona masuk ke dalam rumah dan membawa seorang pria masuk ke dalam rumahnya.
"Kenapa kalian ribut,mas masuk aku kenalin kamu sama keluargaku." Ucap Viona lalu menarik tangan pria dan membawanya duduk di atas sopa.
Linda menghampiri mereka,Tiara yang sudah terlanjur emosi langsung masuk ke dalam kamar hari ini dia begitu kesal kepada ibu dan suaminya sendiri.
Pria itu menyalami Adrian dan Linda,Viona menatap ibunya dengan tatapan aneh dia merasa kagum melihat penampilan baru ibunya.
" Ibu kok kelihatan beda,ibu semakin cantik saja,kapan ibu mewarnai rambut dan memotong rambut ibu?" Tanya Viona dengan tatapan penuh selidik.
"Hmm sudah satu Minggu,ibu bosan di rumah sesekali keluar menyenangkan diri,siapa pria ini pacar kamu?"
"Iya Bu namanya Dimas,kami sudah pacaran hampir sebulan aku sengaja mengenalkan dia kepada kalian karena Dimas sudah serius samaku tapi sayangnya dia masih kuliah." Ucap Viona.
__ADS_1
"Ini ibu kamu sayang,aku kira tadi kakak mu, tante awet muda sekali aku sempat mengira kalau wanita yang tadi ibumu."
" Hahaha...Dia kakak ku sayang,dia memang tidak suka bergaya,dia orangnya sederhana tapi jangan sepele dia sudah ASN." Ucap Viona tanpa memikirkan perasaan Abang iparnya yang sebenarnya sangat malu atas ucapan pria itu.
Mereka tertawa lepas,Dimas sangat pandai mengambil hati mertunya,sementara itu Adrian sedikit kurang suka melihat Dimas yang sempat tertangkap matanya menatap Linda.
"Ini Abang ipar ku,dia pria yang sangat baik,kami sudah menumpang hampir tiga tahun bersamanya." Viona menjelaskan penuh Antusias sementara itu Tiara sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya sampai Viona dan kekasihnya keluar dari dalam rumahnya.
Setelah Viona Dimas meninggalkan rumahnya,Adrian kembali ke bengkel untuk mengunci pintu,setelah itu dia kembali masuk ke dalam rumah dia benar-benar mengabaikan Tiara yang sedang memasak untuknya.
"Mas bisa kah kamu kasih aku uang belanja,kebutuhan rumah tangga sudah habis dan aku ingin ke supermarket belanja bulanan." Ucap Tiara saat mereka berpapasan.
Adrian mengabaikan ucapan Tiara dia langsung masuk ke dalam kamar lalu dia membersihkan tubuhnya di kamar mandi.
Saat dia masuk ke dalam kamar mandi dia menghidupkan air padahal bak mandi sudah penuh,tapi dia tidak ingin Tiara memanggilnya dari luar.
Sementara itu Tiara menunggunya di luar,sudah lama suaminya tidak memenuhi tanggung jawabnya dia takut pria itu kesenangan hingga melupakan tanggung jawabnya.
Adrian keluar dari kamar mandi,setelah mandi perasaannya jauh lebih tenang,saat dia membuka pintu kamar dia sudah melihat Tiara berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Mas apa kamu tidak mendengar apa yang aku bilang tadi,aku mau belanja bulanan mana penghasilan mu beberapa Minggu ini, Caca ingin beli susu dan vitamin."
"Bisa tidak kamu tidak membahas uang terus,aku lagi tidak ingin bicara sama kamu,kamu pergi dari hadapan ku atau aku keluar dari rumah ini.."
"Mas....
__ADS_1
"Baiklah kalau kamu ingin aku keluar."
"Baiklah mas terserah kamu,aku tidak ingin kamu melupakan tanggung jawab mu sebagai seorang suami,kamu marah saat aku tidak bisa memenuhi permintaan mu,aku minta maaf tapi aku ingin kuliah dan aku juga ingin mengambil rumah BTN,aku ingin kredit aku tidak mau harus menyewa terus menerus." Ucap Tiara lalu dia keluar dari kamar dan menggendong Caca yang masih tidur.
Tiara keluar dari rumah menuju super market yang tidak jauh dari rumahnya,setelah sampai di sana dia duduk di sebuah kursi untuk menenangkan perasannya yang sangat berantakan saat ini.
Tiara memandangi orang-orang yang sedang belanja mereka terlihat sangat bahagia seperti tidak ada beban hidup.Sangat berbeda dengannya yang penuh dengan ujian saat ini entah apa yang membuat suaminya berubah seperti itu.
"Apa mungkin dia ada wanita lain,tidak mungkin aku sangat kenal dengan mas Adrian dia bukan tipe pria yang gatal kepada wanita." Ucapnya dia mencoba mengingat sikap suaminya sejak mereka menikah tapi sama sekali tidak ada yang mencurigakan.
Setelah pikirannya lebih baik sedikit dia mulai berjalan masuk ke dalam gedung lalu mulai membeli semua kebutuhan rumah tangganya.
Sementara itu di rumahnya,Adrian berbaring di atas sopa dia menghitung penghasilannya seharian ini dan jumlahnya cukup lumayan.
"Bagaimana sayang apa penghasilan hari ini cukup lumayan?" Tanya linda yang sudah keluar dari dalam kamarnya.
"Lumayan sayang apa kamu mau?"
"Tidak sayang simpan saja mana tau ada kebutuhan mendadak untuk kita ke depannya." Tolak Linda dia memang tidak terlalu mengharapkan uang dari Adrian selama beberapa Minggu ini dia baru meminta uang sekali sementara Adrian menyimpan semua uangnya di dalam tas penyimpanan miliknya.
"Bagaimana apa Tiara mau membelikan mobil untukmu?"
"Belum sayang,katanya dia mau kuliah lagi makannya aku kesal kepadanya entah apa gunanya dia kuliah terus."
"Apa kuliah...Dasar bodoh dia hannya menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting dasar goblok sudah sarjana apa lagi yang dia inginkan." Sungut Linda karena rencananya gagal.
__ADS_1
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺