
Tiara baru saja sampai di sekolah,dia hampir terlambat karena tadi sempat terjebak macet.Dia mulai mengajar dan meluapkan semua masalah pribadinya,mulai sekarang dia ingin belajar untuk tidak peduli dengan suaminya yang tidak tau diri itu.
Setelah jam istrahat tiba,Tiara enggan keluar kelas,dia malas untuk bergabung dan mengobrol bersama guru-guru lainnya.Sementara itu intan menunggunya di depan kelasnya melihat Tiara yang tidak muncul akhirnya Intan menyusul Tiara ke kelasnya.
"Ya ampun ternyata kamu istrahat disini kenapa kamu tidak keluar aku menunggumu." Ucap Intan lalu memanggil seorang siswa dan menyuruhnya untuk memesan kopi untuk mereka di kantin.
"Aku malas keluar kepalaku sedang pusing,sekarang ini aku sedang banyak beban pikiran." Jawab Tiara tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya ternyata dia sedang membaca sebuah novel yang ada di ponselnya.
"Kamu sedang apa sih,apa aku menganggu mu?" Tanya Intan.Tiara terpaksa menutup ponselnya lalu menatap Intan.
"Ada masalah apa lagi dengan mu,apa suami mu kembali cari masalah?" Tanya Intan penasaran.Sebenarnya dia ingin cerita dengan apa yang dia lihat kemarin sewaktu di warung bakso tapi dia takut Tiara tersinggung.
"Entahlah...Aku tidak tau aku berlebihan atau tidak,intinya saat ini pikiran ku sedang tidak baik-baik saja." Tiara menghentikan ceritanya lalu menarik napas berat rasanya terlalu sulit untuk menceritakan semua ini.
"Intan kenapa ya aku merasa suami dan ibuku sedang menyembunyikan sesuatu dariku,belakangan ini aku melihat suamiku aneh,setiap kali aku ribut dengan ibuku tidak peduli siapa yang benar dia selalu membela ibu,dan satu lagi kemarin kami pergi belanja pakaian untuk Caca,kamu tau dia membeli baju untuk ibuku dengan harga yang cukup mahal dan aku sangat marah." Tiara terus cerita disini Intan bisa menyimpulkan kalau Adrian dan mertuanya pasti sedang ada hubungan.
" Tiara aku bukan menuduh ibu dan suami mu ada hubungan, tapi aku ingin kamu harus hati-hati dan kamu juga harus cari tau apa yang terjadi di belakang mu." Intan masih enggan memberi tahu apa yang dia lihat kemarin,dia ingin Tiara tau sendiri kalau pun memang ibu dan suaminya ada hubungan.
__ADS_1
" Benar-benar binatang Adrian kalau sampai dia ada hubungan dengan mertuanya,bagaimana bisa dia sejahat itu kepada Tiara yang sudah tulus mencintainya dan menerima segala kekurangannya." Ucap Intan dalam hati.
Intan kembali ke ruangannya setelah jam istrahat telah habis,mereka mengajar sampai jam pulang.Tiara kembali ke rumahnya di saat jam siang,sesampainya di rumah dia melihat rumah sama persis seperti kapal pecah,piring kotor berantakan dan juga pakaian di kamar mandi sudah menumpuk.
Saat Tiara ke dapur dia melihat bungkus mie instan yang berserakan,dia tau kalau ibu dan suaminya pasti makan mie instan tadi pagi.Tiara kembali ke dalam kamarnya dia mengabaiakan semua kekacauan di dalam rumah,dia membuka laptop miliknya sekarang ini dia sedang mencoba untuk belajar jualan online untuk menambah penghasilannya dan buang suntik untuk semua masalah pribadinya.
Di saat Tiara sedang asik belajar tentang jualan online,tiba-tiba di buka dengan kasar dari luar di depan pintu suaminya sudah berdiri dia terlihat menahan amarah,sementara itu Tiara sama sekali tidak peduli dengannya.
"Tiara...Apa-apaan kamu,lihat rumah begitu kotor,piring semua berantakan dan kamar mandi juga sangat kotor kamu malah enak-enak tiduran disini nga tau diri banget sih kamu?" Adrian masuk ke dalam kamar lalu menendang pinggiran tempat tidur seakan melampiaskan semua amarahnya.
Tiara bangkit dari tempat tidurnya lalu menatap Adrian dengan sangat sinis,rasanya dia ingin meludahi pria yang menyebutnya sebagai suami tapi tidak ada tanggung jawab sama sekali dia terlalu enak menikmati hidup hingga lupa siapa yang mencari nafkah selama ini untuk keluarga kecilnya.
"Kamu kan tau keadaan bengkel aku sedang sepi, kenapa kamu jadi perhitungan seperti ini? apa kamu tidak ikhlas membantu suami kamu?"
"Tidak...Jawabanku tidak ikhlas karena ada sebagian orang disaat kita menghargai dan membantunya dia mengira kalau kita bodoh kalau kamu ingin di layani dengan baik tunaikan kewajiban mu sebagai suami jangan cuma menuntut taunya." Jawab Tiara lalu dia kembali tiduran di atas ranjang sambil menatap layar laptopnya.
Adrian keluar dari dalam kamar,lalu dia pergi ke ruang tamu di sudah lapar,dan sekarang dia tidak punya uang sama sekali untuk beli makanan.
__ADS_1
"Aahh sepertinya aku terlalu kasar kepada si jelek itu hingga dia berubah seperti itu." Ucapnya dalam hati.Sudah hampir seminggu ini Tiara benar-benar tidak mau melakukan apa pun di rumah dan bahkan setiap hari dia makan di luar bersama Caca membuat Adrian dan Linda kesal.
Pagi ini di saat Tiara sudah keluar,Linda langsung menemui Adrian yang sudah ada di bengkel karena pagi tadi seseorang mengantar motornya.
"Adrian kalau Tiara mengabaikan kita terus lama-lama aku tidak tahan lagi tinggal di rumah,aku kelaparan setiap hari dan rumah sudah seperti kapal pecah."
"Terus aku harus gimana,aku juga tidak tau kenapa dia berubah seperti itu,ternyata dia sangat penting untuk kelanjutan hidup kita." Ucap Adrian.
Linda tampak marah,dia kembali masuk ke rumah karena dia sangat kesal kepada Adrian,sampai saat ini Adrian belum bisa membujuk Tiara untuk membeli mobil untuk mereka.
Adrian menyelesaikan pekerjaannya,setelah pemilik motor membayarnya dia pergi ke rumah makan yang tidak jauh dari sana lalu membeli dua bungkus makanan.
Adrian masuk ke dalam rumah,lalu mencari Linda dan ternyata Linda sedang tiduran di dalam kamar wajahnya masih terlihat masam bahkan dia tidak mau melihat Adrian yang sudah duduk di pinggiran ranjang.
"Sudah lah sayang kamu kenapa harus badmood sih,nanti aku akan bicara sama Tiara,dia memang istri kurang ajar." Ucap Adrian sambil mengelus rambut Linda.
"Kapan kamu meminta mobil yang aku bilang,kenapa sampai ini belum dapat, makanya aku bilang kamu harus ambil hatinya dan berbaik hati kepadanya disaat dia sudah luluh kamu pasti mendapatnya dengan mudah." Ucap Linda.Dia enggan turun untuk duduk di samping Adrian karena dia masih marah.
__ADS_1
πππBersambung πππ