Rahasia Suami Dan Ibuku

Rahasia Suami Dan Ibuku
Bab 24 ~ Z A D. ~


__ADS_3

Dua Minggu kemudian pinjaman Tiara ke bank akhirnya masuk ke rekeningnya, setelah begitu banyak perjuangan yang harus mereka lalui dan Andrian sama sekali tidak mau ikut serta membantunya tapi dia selalu tidak sabar untuk menunggu uang itu.


Selama dua Minggu ini Adrian setiap hari bertanya,hingga Tiara kadang kesal dan emosi melihat sikap Adrian yang begitu tidak sabar.


" Tunggu saja kenapa sih mas!! kamu tidak sabaran banget,aku juga tau kalau kamu sudah tidak bisa menunggu lebih lama tapi kalau belum masuk mau bilang apa lagi " Jawab Tiara dua hari yang lalu saat Adrian bertanya kepadanya padahal dia baru saja pulang dari sekolah.


Adrian saat itu hannya bisa diam,apa lagi yang bisa dilakukan seorang pria tidak tau malu seperti itu kecuali sabar menunggunya karena memang dia susah punya rencana jahat.


Tiara baru pulang dari sekolah,barusan dia sudah mampir di bank dan mencairkan uang seratus tiga puluh juta dia meninggalkan dua puluh juta lagi di rekeningnya entah kenapa dia merasa berat untuk mencarikan uang itu.


"Mas kita ke dalam bentar." Tiara mengajak Adrian masuk ke dalam rumah saat dia baru saja pulang dari sekolah.


" Ada apa? sudah ada uangnya?" Tanya Adrian tidak sabar dan Tiara hannya mengangguk kecil melihat begitu banyak uang di tangannya Tiara merasa sedikit takut dan khawatir kepada suaminya.


"Serahkan saja semuanya kepada yang di atas kalau pun memang dia berbuat jahat kepadaku mungkin itu sudah takdir ku." Ucap Tiara dalam hati lalu dia berjalan menuju ruang tamu lalu duduk di sopa.


Adrian mengikuti Tiara,dia sudah tidak sabar untuk menerima uang dari istrinya apalagi selama beberapa Minggu ini dia selalu menjaga jarak kepada Linda karena dia tidak ingin Tiara gila lagi hannya karena itu dan sekarang dia sudah bisa bebas kalau uang itu sudah ada di tangannya.


"Mas ini uangnya,dan setiap bulannya kita harus membayar angsurannya empat juta dua ratus lima puluh ribu, setiap tanggal lima di awal bulan, dan kamu harus ingat kamu harus memakai uang ini dengan baik kelak kita punya rumah yang lebih layak lagi."

__ADS_1


" Iya aku tau,kamu juga harus membantuku kalau aku lagi kesulitan." Jawab Adrian lalu mengambil uang dari tangan Tiara dengan wajah yang sangat bahagia dan penuh kelicikan.Dia menghitung uang itu dengan sabar.


"Tiara kenapa uangnya tidak sebesar yang aku minta?" masih kurang dua puluh juta lagi?


"Iya mas pihak bank tidak memberikan sebesar yang kamu minta." Jawab Tiara.Terlihat perubahan wajah Adrian tapi setelah itu dia kembali menyusun uang itu.


" Aku akan mendukung mu mas kalau kamu bisa mengembangkan usaha ini,dan aku juga tidak mungkin membiarkan kamu berjuang sendiri."Jawab Tiara.


"Aku pergi dulu ke kota aku harus membayar semua barang pesanan ku,agar besok mereka mengantar semua barang dan aku mulai bekerja dengan baik." Jawab Adrian lalu dia segera meningagakan Tiara setelah dia meminta kunci untuk istrinya.


Saat Adrian sudah pergi dari hadapannya,dan Tiara hendak pergi ke kamarnya tiba-tiba Viona keluar dari kamar ibunya,entah apa yang terjadi hingga adiknya tidak bekerja sudah seminggu ini.


"Dasar wanita bodoh mau saja dia dibodohi suaminya,belum tentu juga Adrian setia kepadanya kalau pria itu sudah sukses jangankan Adrian yang seorang pria aku saja jijik melihat penampilannya." Ucapnya dalam hati lalu pergi ke kamar mandi.


Viona membersihkan seluruh tubuhnya,belum lama di kamar mandi ibunya sudah menjerit memanggilnya dari luar membuatnya kesal.Kedua wanita itu baru saja keluar dari dalam kamar sejak dari semalam bahkan mereka sama sekali tidak peduli dengan pekerjaan rumahnya.


"Viona...Cepatlah,ibu sudah kebelet,aku sudah tidak tahan lagi." Linda memekik dari luar hingga dengan terpaksa Viona keluar dan tubuhnya hannya di tutupi dengan handuk.


"Ibu aku juga baru masuk tapi ibu sudah menjerit,bukan kah ibu bisa ke toilet yang ada di kamar ibu?"

__ADS_1


"Aku ingin buang air besar bukan mandi cepatlah." Jawab Linda lalu dia menerobos ke kamar mandi dan menutup pintu mengabaikan wajah masam Viona.


Viona meninggalkan kamar mandi lalu dia kembali ke kamarnya,saat dia baru saja sampai di dalam kamar,ponsel milik ibunya terus berbunyi karena merasa berisik Viona mendekatinya lalu mengangkatnya.


"Halo...Sayang akhirnya apa yang kita tunggu cair juga..Aku sudah menerima uang dari Tiara,dan aku harus segera membuka usaha agar kita bisa menikah." Suara dalam telepon sangat familiar di telinga viona dan dia tau kalau suara itu suara Abang iparnya.


"Tidak mungkin....Tidak mungkin...Bagaimana bisa ibu dan Adrian melakukan ini kepada Tiara,aku tidak percaya." Ucapnya dengan wajah pucat.Dia meraih ponsel yang ada di atas ranjang lalu mengambilnya dan membukanya untung saja ponsel itu bisa di buka dan tidak memakai kode,Viona membuka kontak yang barusan menghubungi nomor ibunya betapa kagetnya dia saat membaca semua pesan mesra antara Abang iparnya dan juga ibu kandungnya.


Tangannya begitu gemetaran saat membaca semua isi pesan itu dan bahkan ada beberapa Poto bugil ibunya yang dikirim ke Abang iparnya membuatnya benar-benar syok.Ponsel itu jatuh ke lantai Viona tidak peduli dia mengambil ponsel itu dan meletakkan di tempatnya semula.


Viona segera memakai bajunya lalu dia berdiri di depan cermin, tubuhnya masih gemetaran saat mengetahui semua rahasia ibu dan Abang iparnya entah kepada tiba-tiba dia kasihan kepada kakaknya Tiara.


"Kamu sedang apa Vio,kenapa wajahmu pucat." Tanya ibunya pura-pura peduli dia mengambil ponselnya lalu membukanya beruntung sekali dia tidak curiga kepdanya karena sudah memegang ponsel itu.


"Vio...Ada apa? kenapa kamu diam? kamu belum ada panggilan untuk kerja?" Sekarang Viona baru sadar kenapa ibunya begitu berat menerimanya di rumah itu,mungkin karena dia tidak ingin dia tau tentang hubungan terlarang mereka.


"Aku sedikit malas kerja beberapa Minggu ini Bu,aku sengaja cuti untuk menenangkan diri." Jawab Viona.Linda menarik napas berat terlihat dia sangat tersiksa kalau dirinya masih di rumah itu mungkin dia merasa tidak bebas.


Viona keluar dari dalam kamar,entah kenapa tiba-tiba dia merasa iba kepada kakaknya yang sudah bekerja keras selama ini untuk menjadikan dirinya menjadi wanita yang hebat dia tidak menyangka ibunya menghancurkan rumah tangga kakaknya.

__ADS_1


🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2