
Linda duduk di atas sopa dengan wajah yang masam,rasanya dia cukup kesal mendengar jawaban dari kekasihnya.
"Jadi kamu akan diam saja saat istrimu menolak?" Tanya Linda dengan tatapan ke depan.
"Tidak bu,aku harus memintanya kembali kalau perlu aku ancam saja dia pura-pura minta cerai aku juga bingung kepada wanita itu,dia sangat suka kuliah padahal itu menghabiskan waktu dan biaya." Ujar pria yang tidak tau malu itu.
Linda tersenyum licik,dia sangat bahagia jika Adrian menuruti segala keinginannya,jika begini terus bukan tidak mungkin suatu saat nanti Adrian mau menikahinya dan mereka hidup bahagia.
Linda sama sekali tidak memikirkan perasaan Tiara,baginya yang terpenting itu di masa tuannya ini dia bisa hidup bersama pria yang sangat mencintainya,sudah terlalu lama dia hidup menjanda hingga dia merindukan belaian seorang pria plus perhatian dari seorang pria.
Sementara itu,Tiara sudah masuk kelas sejak tadi pagi,tapi dia sama sekali tidak mood untuk mengajar dia hannya menyuruh siswanya untuk mengerjakan soal yang sudah dia berikan pikirannya bercabang entah kemana-mana dia sangat pusing memikirkan rumah tangganya yang sepertinya tidak baik-baik saja saat ini.
Beberapa kali Tiara menarik napas panjang,kepalanya begitu pusing saat ini entah kenapa sikap suaminya sangat aneh menurutnya dari dia tidak mau lagi memberikan uang belanja sampai dia meminta untuk di belikan mobilnya menurutnya itu sangat lah aneh.
Setelah jam istirahat,Tiara masuk ke kantor meninggalkan siswanya yang juga ingin ke kantin,pikirannya yang sangat stres membuatnya tidak konsen untuk mengajar hari ini.
Tiara duduk di kursinya seperti biasa lalu memesan kopi ke warung langganannya setelah itu dia duduk dan membuka ponselnya,bosan dengan ponselnya dia menutup ponselnya kembali dan mulai memeriksa pelajaran siswanya untuk selanjutnya.
"Tiara...Aku lihat dari tadi wajahmu kayak banyak pikiran ada apa sih? harusnya kamu senang karena kamu sudah di resmi menjadi ASN apa lagi yang kurang." Tanya Intan sahabatnya yang paling dekat.Wanita itu masih muda dan dia masih tenaga honor tapi dia sangat menyukai Taira karena dia orang yang rendah hati dan suka membantu.
__ADS_1
Tiara menutup bukunya lalu menatap sekelilingnya dia butuh teman curhat tapi dia kurang nyaman curhat kalau masih ada guru-guru lain di dekat mereka.
"Aku lagi pusing intan,sejak aku kembali dari pelatihan seminggu yang lalu suamiku berubah drastis dari yang biasanya baik dan care sekarang malah dia sangat emosi dan gampang marah,dan aku tidak tau kenapa tiba-tiba dia minta mobil kepada ku mana mampu aku belinya." Tiara menceritakan semua beban pikirannya kepada sahabat dekatnya intan.
Intan terlihat kaget,dia menoleh ke arah Tiara yang kelihatan memang banyak beban pikirannya.Dia sedikit kasihan melihat wanita itu,dia bekerja sangat keras bahkan dia juga membawa anak ke sekolah sepanjang mengajar anaknya selalu lengket di punggungnya dan untungnya anak itu tidak rewel sama sekali.
"Apa kamu sudah pernah cek ponselnya,jangan-jangan dia punya selingkuhan? sungguh tega suami mu kalau sampai dia tega menduakan wanita sebaik kamu." Ucap Intan lalu menyentuh tangan Tiara seakan memberinya semangat.
" Intan,memangnya apa yang kurang dariku,aku bingung dan aku tidak tau apa yang kurang dariku hingga suami ku selalu acuh denganku dan bahkan kami sangat jarang bicara walau kami tinggal serumah."
"Hmm...Pernikahan yang membosankan.Tiara modal baik saja sama lelaki itu tidak cukup,sesekali kamu harus memperhatikan penampilan mu jangan terlalu monoton,itu akan membuat pria bosan dengan mu." Ucap Intan walaupun dia masih muda tapi dia cukup pengalaman dalam membahagiakan pria.
"Jangan salahkan suami mu selingkuh kalau kamu tidak bisa merubah pikiran mu itu,bagaimana bisa kamu berpendapat demikian,jangan terlalu pelit untuk diri sendiri sesekali bahagiakan dirimu kalau kamu saja tidak mau membahagiakan dirimu memangnya siapa lagi,ingat pelakor lebih jahat dari pada iblis sekali pun." Ucap Intan lalu dia keluar dari ruangan meninggalkan Tiara yang belum bisa terima dengan kata-kata sahabatnya itu.
Setelah bel masuk Tiara kembali masuk ke ruangannya dan mengajar muridnya walaupun pikirannya belum bisa pokus sama sekali dia tetap mengajar.
Akhirnya jam pulang pun tiba,Tiara langsung menggendong Caca dan mereka pulang naik sepeda motor miliknya.Tiara sama sekali tidak memikirkan ucapan Intan barusan karena menurutnya Adrian pria yang sederhana yang tidak mungkin pernah mengkhianati pernikahan mereka.
Sesampainya didepan rumahnya lagi-lagi dia melihat banyak sepeda motor yang mengantri di depan bengkel suaminya.Tiara masuk ke dalam rumah lalu meletakkan Caca di depan televisi lalu dia memberikan mainannya kepada Caca setelah itu dia keluar dari dalam rumah dan menghampiri Adrian yang sedang sibuk bekerja.
__ADS_1
"Mas...Apa kamu sudah lapar atau kamu ingin kopi aku akan buatkan untukmu." Ucap Tiara.Jangankan untuk menjawab sapaan darinya Adrian malah tidak bergeming sedikit pun dan bahkan dia tidak mau menoleh ke arahnya.
"Mas..." Tiara mengulangi panggilannya suaminya itu menoleh tapi dia sama sekali tidak mau menjawab Tiara.Wanita itu meninggalkan bengkel dengan perasan berkecamuk dalam hati dia lelah dengan sikap suaminya.
Tiara masuk ke dalam rumah,lalu dia mengganti pakaian nya,setelah itu dia pergi ke dapur rasa kesal di hatinya semakin besar saat melihat dapur yang begitu berantakan piring-piring berserakan di atas meja dan nasi terbuang kemana-mana.
"Ini apalagi sih? ibu kenapa kamu tidak mau membantu ku walau hannya sedikit rasanya cukup lelah dengan semua ini." Sungut Tiara dia duduk di lantai dia hampir putus asa dengan semua masalahnya.
Tiara putus asa dengan semuanya,belum masalah suaminya,sekarang ibunya seperti cari masalah dengannya dengan membuat semuanya berantakan.
"Ibu...Ibu...Kamu dimana?" Tiba-tiba Viona masuk ke dalam rumah dan mencari ibu mereka,dan saat itu kamar ibunya langsung terbuka Linda sedang maskeran di dalam kamar.
"Apa yang ibu lakukan di dalam kamar,aku mau mengajak ibu ke salon untuk perawatan sudah lama kita tidak melakukan itu." Ucap Viona yang langsung duduk di atas sopa sambil memainkan ponselnya.
"Benarkah,tunggu aku ya,ibu mau ganti baju dulu."Ucap Linda dia langsung masuk ke dalam kamarnya.Tiara keluar dari dapur lalu menghampiri Viona yang sedang duduk di sopa.
"Vio,selama ini kamu tinggal dimana?"
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1