
Maryam memandangi mereka dari depan pintu,Maryam sangat yakin kalau diantara mereka berdua ada yang sesuatu yang tidak beres tapi Maryam seperti tidak yakin putranya akan melakukan hal yang begitu hina.
Maryam juga curiga dengan gelagat Adrian dan juga Linda dari kemarin dia sudah memergoki Adrian dan Linda saling bertatapan.Maryam masuk ke dalam rumah sampai dia ke dapur dan menghampiri mereka.
" Hebat sekali kalian ya, cukup kompak antara menantu dan mertua."Tiba-tiba Maryam menarik kursi lalu duduk di depan mereka dia sangat yakin kalau sesuatu yang tidak baik sudah terjadi di antara mereka.
"Ibu..."Adrian tampak gugup saat melihat ibunya sudah duduk bersama mereka dan Linda juga gelagapan karena mereka tidak melihat ke datangannya.
"Adrian..Lama sekali kamu bangun,lihat sebelum istri mu berangkat ke sekolah dia sudah membersihkan semua rumah,piring kotor dan juga sarapan ini sementara kamu,bangun saja sampai jam segini." Ucap Maryam.Sebenarnya dia sengaja mengatakan itu di hadapan Linda agar wanita itu bisa mengerti sedikit.
Linda tampak tidak senang saat mendengar ucapan Maryam dia segera meninggalkan meja makan lalu masuk ke dalam kamar wajahnya terlihat masam.
"Adrian kamu sangat beruntung punya istri sebaik Tiara kamu jangan menyakiti perasaanya." Ucap Maryam.Entah kenapa Adrian tidak suka melihat ibunya yang ingin ikut campur.
"Bu...Jadilah orang tua yang bijaksana jangan ikut campur masalah anak itu tidak baik." Ucap Adrian lalu dia meninggalkan ibunya di meja makan dan dia segera membuka bengkelnya.
Adrian sangat kesal karena ibunya sudah menggangu kebersamaanya barusan bersama Linda padahal dia ingin sekali berlama-lama dengan Linda pagi ini.
Maryam menghela napas berat,dia sakit hati atas ucapan Adrian barusan dia melihat banyak sekali perubahan putranya itu padahal dulu Adrian anak yang polos dan baik hati entah sejak kapan pria itu berubah hingga bisa memiliki sikap yang tidak sopan seperti itu.
Tidak ingin terjadi keributan di rumah anaknya Maryam memilih pulang ke desanya dia menulis surat lalu dia letakkan di atas meja.
__ADS_1
"Adrian katakan kepada istrimu kalau aku sudah pulang,aku ada urusan di desa." Ucap Maryam lalu dia membawa tasnya dan meninggalkan tempat itu.Dia semakin sakit hati kepada Adrian saat anak yang dia besarkan dengan susah payah tidak menawarkan diri sama sekali saat dia ingin ke terminal seperti biasanya.
Di dalam angkutan Maryam meneteskan air mata dia sangat menyesal datang ke kota ini dan meminta tolong kepada mereka.
"Mungkin kah Adrian marah kepada ku saat aku meminjam uang kepada istrinya." Ucapnya dalam hati dia menyeka air mata yang sudah membasahi wajahnya.
Tidak pernah sekali pun Adrian bersikap seperti itu kepadanya dia sangat curiga kalau Adrian dan Linda memiliki hubungan,melihat gaya dari linda kecurigaannya sangat besar.
" Jika benar itu terjadi orang tua macam apa yang tega melakukan itu,dia melebihi binatang kalau memang itu terjadi."Ucapnya dalam hati.
Sementara itu setelah Linda melihat Maryam keluar dari rumah hatinya sangat bahagia lagi-lagi dia sukses membuat Adrian berpihak kepadanya,sejak kata-katanya tadi pagi saat di meja makan dia terus mengirim pesan kepada Adrian dia tidak suka ibunya tinggal bersama mereka.
Linda keluar dari dalam kamar lalu menemui Adrian yang sedang sibuk di bengkel,perasaannya semakin dalam kepada pria itu apalagi tadi malam Adrian memberikan kado untuknya kado yang begitu indah.
"Tidak papa sayang,aku akan melakukan apa pun yang kamu suruh aku sangat mencintaimu." Ucap Adrian membuat Linda semakin berbunga-bunga.
****
Semetara itu Tiara menyusun semua buku-bukunya ke dalam tas, dia ingin pulang tapi perasaanya tidak enak,dia masih memikirkan kata-kata Adrian tadi malam.
"Apa sih yang terjadi dengan mas Adrian apakah ada wanita lain di hatinya tapi dia sangat jarang keluar rumah paling juga semalam itu pun hannya sebentar." Ucapnya mencoba mengingat kegiatan Adrian beberapa Minggu ini.
__ADS_1
" Tiara pulang yuk,apa yang kamu lakukan disini sebentar lagi ruangan di tutup tapi kamu masih bingung lihat Caca dia sudah mengantuk." Ucap Intan sahabatnya.
" Ya kamu duluan saja."
"Apa kamu masih memikirkan masalah suami mu kalau saran ku lebih baik kamu selidiki dia diam-diam dan usahakan perkuat mental dan hatiku mana tau kamu melihat kenyataan yang menyakitkan." Ucap Intan lalu dia segera pergi setelah mengucapkan kata-katanya.
Tiara mencoba merenungkan saran dari sahabatnya,dia takut kalau sampai suaminya sudah mengkhianati pernikahan mereka yang sudah berjalan beberapa tahun ini.
"Aahh..Lebih baik aku pulang kepalaku sangat pusing dan otakku juga sudah hampir mau pecah." Ucapnya dalam hati lalu dia mulai bergegas keluar dari dalam rumah nya.
Seperti biasa Tiara mengendarai sepeda motornya bersama Caca di gendongannya.Dari kejauhan Tiara melihat seorang wanita duduk di dalam bengkel suaminya Tiara menghentikan sepeda motornya dan mencoba mencari tau siapa wanita itu.
"Itu seperti ibu,ngapain ibu di bengkel mas Adrian." Ucapnya dalam hati lalu dia berjalan meninggalkan sepeda motornya dah berjalan menuju bengkel.
Dari jauh sudah terdengar tawa lepas mereka,Tiara menutup mulutnya saat dia melihat suaminya tertawa bahagia dengan ibunya di dalam bengkel entah apa yang mereka bahas hingga mereka bisa tertawa seperti itu.
Tiara menghentikan langkahnya dia mencoba untuk menguping pembicaraan mereka hingga bisa suaminya tertawa begitu bahagia.
"Ibu apa yang kamu lakukan disini,kelihatannya ibu sangat bahagia?" Ucap Tiara dengan wajah masam.Linda beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati Tiara yang berjalan mundur menjauhi ibunya.
"Kenapa? memangnya ada yang salah saat aku bicara dengan Adrian,tadi aku baru pulang dari warung jadi aku mampir dan kami tertawa saat ada video lucu di YouTube memangnya ada yang salah?" dan kebetulan saat itu Linda ibunya sedang memegang ponsel dengan posisi hidup.
__ADS_1
Tiara terdiam mendengar ucapan ibunya dia bingung entah sejak kapan ibu dan suaminya saling menyapa padahal dulu suaminya itu sangat jarang mau menegur ibunya.
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺