Rahasia Suami Dan Ibuku

Rahasia Suami Dan Ibuku
Bab 31 ~ Z A D ~


__ADS_3

Viona tidak peduli dengan tatapan Tiara kakaknya,yang terpenting baginya adalah melihat kakaknya berubah agar suaminya tidak mengkhianatinya apalagi dia tau kakaknya sangat mencintai Abang iparnya.


"Sudahlah viona,hidup ini tidak semuanya tentang kecantikan,untuk apa kaka cantik,perawatan yang menghabiskan uang banyak kakak yakin Adrian tidak mungkin tega melakukan hal seperti itu kepada kakak." Jawab Tiara tanpa pikir panjang membuat Viona semakin kepanasan.


"Sudah lah kakak memang sangat sulit dinasehati,semoga suatu saat kakak tidak menyesal." Jawab Viona dengan nada yang ketus lalu pergi membawa caca meninggalkan Tiara.


Tiara sama sekali tidak peduli dengan ucapan viona,menurutnya Viona terlalu berlebihan memikirkan hal yang belum terjadi.


" Dasar kakak tidak peka,kamu memang terlalu polos dan hal itu yang membuat suami dan ibumu tega mengkhianati mu di rumah ini." Ucapnya penuh amarah walau dia belum berani untuk membongkar semuanya dia ingin kakaknya sendiri yang membongkar kebusukan mereka.


Malam harinya mereka semua berkumpul di rumah,mereka sibuk dengan ponsel masing-masing kecuali Tiara yang sedang menyetrika sambil menonton televisi.Walapun mata Viona pokus ke ponselnya dia tetap tau apa yang terjadi antara Ibunya Linda dan juga Abang iparnya,dia tau kalau Ibunya dan Abang iparnya sedang sibuk saling kirim pesan dari tadi sejak mereka duduk di sopa.Sementara Tiara yang sedang menyetrika sambil menonton sama sekali tidak tau apa yang terjadi.


Saat Viona mengalihkan pandangannya dan menutup ponselnya ibunya tampak salah tingkah dan wajahnya sedikit pucat Viona sebenarnya sangat emosi melihat tingkah keduanya tapi dia berusaha untuk menahan emosinya.


"Viona kamu kan sudah punya pekerjaan,pacar mu yang kemarin nga jadi menikahi mu,apa kamu belum siap?" Tiba-tiba ibunya bertanya dengan serius dan Viona sudah tau maksud pertanyaan ibunya dia ingin menguasai Adrian dan juga semua harta milik Tiara.


"Aku belum ada niat menikah ma..Aku mau mencari pria yang benar-benar mencintaiku dan aku juga tidak mau pria benalu yang hannya mengharapkan istri,udah gitu malah selingkuh lagi,aku punya kenalan gitu si pria tidak punya apa-apa,dan semua istrinya yang menanggung si suami malah nga tau diri dia selingkuh...Aku tidak mau begitu." Saat itu Juga Adrian menutup ponselnya dan menatap Viona dengan tatapan menjijikkan.


Viona sangat puas melihat perubahan wajah Adrian ternayata pria itu sadar diri juga dan bahkan dia terlihat marah buktinya dia langsung beranjak dari sana meninggalkan keduanya.

__ADS_1


Tiara dan Linda menatap Viona,saat itu juga Linda salah tingkah wajahnya terlihat memerah mungkin dia marah atau tersinggung.


"Vio...Kamu kenapa sih,aku rasa mas Adrian tersinggung kamu kan tau_


"Sudah kak aku tidak menyinggung suami kakak tapi kalau dia tersinggung baguslah setidaknya dia sadar siapa dirinya." Jawab Viona.Setelah itu meninggalkan mereka lalu masuk ke kamarnya dia sangat puas melihat perubahan wajah Adrian.


"Mampus kamu pria modal burung...Dasar benalu,seharusnya kamu tau diri jadi Pria..Kamu tega menggoda mertua mu disaat kamu belum mapan dan kakak ku menerima mu dengan tulus." Ucapnya dalam hati.


Saat melihat Viona sudah masuk ke dalam kamarnya,Adrian kembali ke ruang tamu menghampiri Linda yang sedang duduk di sana sambil bermain ponsel beberapa hari ini keduanya tidak bebas karena Viona selalu berangkat siang saat Tiara hampir pulang hal itu membuat Adrian sedikit kesal karena hasratnya yang tidak tersalurkan.


Tiara memang bodoh sudah beberapa bulan Adrian tidak memberinya nafkah batin dia sama sekali tidak pernah curiga tau atau pun itu dia terlihat malah nyaman saat suaminya tidak melakukan kewajibannya.


Adrian tampak kaget,dia tidak menyangka kalau mereka sudah harus bayar bulan ini.Dia tidak menjawab apa pun bahkan wajahnya tampak bingung.Sebulan ini barang sudah banyak habis tapi dia belom pernah menambah barang yang ada barang-barang di toko malah berkurang.


"Mas kamu dengar kan apa yang aku bilang."Ucapnya mengulangi panggilannya membuat Adrian semakin gugup dan saat itu Viona kembali menghampiri mereka lalu duduk di samping Tiara membuat Adrian semakin salah tingkah.


"Uangnya aku simpan di gudang besok saja aku kasih." Jawabnya lalu dia meninggalkan mereka semua begitu juga dengan Linda dia masuk ke kamarnya.


Tiara mengerutkan keningnya,dia sedikit aneh dengan sikap suaminya, tapi dia tidak mau ambil pusing yang terpenting suaminya mau memberikan angsurannya.

__ADS_1


Viona sengaja menghampiri mereka saat Mendengar Tiara meminta angsuran,dia ingin melihat sikap Adrian karena yang dia tau pasti pria itu tidak punya uang lagi karena kemarin mamanya habis dari salon dan sia sudah pasti Adrian sudah memberikan uang yang banyak untuk ibunya apalagi ibunya membelinya banyak pakaian baru.


Keesokan harinya,Tiara sengaja membangunkan suaminya pagi-pagi sekali dia tidak ingin pembayaran pertama mereka tidak di lakukan.


"Mas bangunlah mana uangnya,biar aku yang bayar nanti." Tiara membuka selimut yang menutup tubuh suaminya lalu membangunkan pria itu.


Mendengar Tiara yang selalu berisik membuat Adrian emosi, dia menghempaskan tangan Tiara dengan kasar lalu bangun dan duduk di atas ranjang.


"Kamu ini kenapa berisik sekali ini masih pagi tapi kamu sudah cari masalah kamu itu sangat menjijikan tau nga sih!!" Tiara tersungkur ke atas ranjang saat Adrian menghempaskan dirinya dengan kasar.Tiara sangat kaget mendengar makian suaminya,dia menatap punggung suaminya yang menghilang di balik pintu.Matanya mulai berkaca-kaca,dia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar tapi dia benar-benar tidak mampu akhirnya dia menangis.


Dia sangat terluka saat mendengar ucapan suaminya,dia tidak menyangka Adrian begitu jijik dengannya setelah apa yang sudah dia lakukan selama ini kepadanya.Saat mendengar langkah kaki suaminya dia segera menyeka air wajahnya lalu beranjak dari atas ranjang lalu segera menetralkan suaranya.


"Sudah mas kamu saja yang bayar nanti aku mau ke sekolah." Ucapnya lalu keluar bahkan mengabaikan tangan Tiara saat mau menyalaminya.


"Untuk apa setiap hari berangkat ke sekolah kalau masih membebani suami untuk membayar semua hutang..." Terdengar cuitan suaminya dari dalam kamar,Tiara memilih bungkam dia tidak mau ribut lagi dengan suaminya dan dia lebih memilih diam.


Tiara segera membawa Caca lalu buru-buru keluar dari dalam rumahnya,sepanjang ucapan suaminya seakan terngiang-ngiang di telinganya.Dia menepikan sepeda motornya setelah itu dia membuka helem yang menutupi kepalanya,lalu dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya sepertinya dia sedang menagis.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2