
Adrian menghela napas berat,dia juga sudah berusaha untuk pura-pura peduli lagi kepada istri dan anaknya tapi kemarin itu dia tidak tahan saat Tiara selalu cari masalah dengannya.
"Aku juga sudah berusaha sayang tapi mau gimana lagi,dia orangnya sangat keras kepala." Jawab Adrian.Nafsu makannya langsung hilang melihat kekasihnya kecewa,andai kata dia punya uang dia langsung saja membelinya tanpa mengemis kepada istrinya. Andre seorang pria yang tidak pandai dalam membohongi diri sendiri.Cinta di hatinya untuk Tiara sudah benar-benar tidak tersisa tapi dia masih takut untuk kehilangan wanita itu karena selama ini dialah yang sudah banyak berperan di rumah tangganya dan dia sadar akan hal itu.
"Maafkan aku sayang,aku belum bisa memenuhi semua keinginanmu, andai kan aku sudah punya bengkel besar dan sudah banyak langganan mungkin aku bisa memenuhi permintaan mu itu." Ucap Andre dengan wajah menunduk.
Kali ini dia benar-benar sedih dia begitu terpukul saat tidak bisa memberikan apa yang di inginkan oleh kekasihnya itu.Adrian memang benar-benar mencintai Linda bukan hannya karena nafsu tapi dari dalam hatinya memang dia sudah sangat jatuh hati dengan wanita yang sangat jauh di atas umurnya.
"Tidak papa,aku juga tidak mau merepotkan mu,tapi aku hanya kecewa sama kamu karena kamu terlalu mengikuti amarahmu hingga kamu tidak bisa mendekatinya lagi." Ucap Linda.
"Baiklah aku akan minta maaf nanti kepadanya,ingat aku minta maaf bukan karena aku mencintainya lagi aku melakukan ini semua demi kamu." Ucap Adrian mengingatkan.Linda tersenyum kecil walaupun dia kecewa kepada pria itu dia tidak bisa lama-lama menyimpan amarah kepada Adrian karena dia juga sudah terlanjur cinta.
"Lebih baik kamu kekuar dari kamar ini,kamu tidak melihat jam dingding ini waktunya pulang sekolah kamu tidak mau kan Tiara memergokimu di kamar ini."
"Baiklah aku akan keluar." Ucapnya lalu dia membawa makanannya dari kamar menuju dapur dia makan di dapur sendirian benar saja Tiara sudah pulang dan anehnya dia tidak mendengar suara motor masuk,Andre merasa Tiara sedang menyelidiki hubungannya dengan ibunya.
"Kamu sudah pulang Tiara,kenapa aku tidak mendengar suara sepeda motormu?" Tanya nya basa-basi Tiara mengabaikan pertanyaannya dia meletakkan sepatu di atas raknya lalu masuk ke dalam kamarnya.
Kepalanya langsung pusing saat melihat rumah yang sudah tidak di bersihkan beberapa hari ini,ingin dia melakukannya tapi dia masih kecewa kepada ibu dan suaminya.
Adrian dengan berat hati harus menyusul istrinya ke dalam kamar,berat sekali untuk melakukannya tapi dia harus melakukanya karena hannya Tiara yang bisa menuruti keinginannya.
__ADS_1
"Tiara...Kamu masih marah aku minta maaf karena sudah menjadi suami egois." Tiba-tiba Andre mendorong pintu kamar Tiara sangat kaget padahal dia sedang mengganti pakaiannya.
"Bisa tidak mas kamu mengetuk pintu dulu." Tiara langsung memakai bajunya dan lalu duduk di depan laptopnya.
" Untuk apa malu kita ini suami istri tidak seharusnya kamu malu,atau mungkin karena kita sudah lama tidak melakuannya kamu jadi kaku seperti itu."Adrian menggoda Tiara berharap wanita itu luluh.
"Sudahlah mas jangan bahas itu.Ada apa mas kamu kesini?"
" Aku hannya merasa bersalah saja sama kamu,aku minta maaf untuk semua sikap ku selama ini." Jawab Andrian dengan mode serius.
" Ya sudah mas tidak papa." Jawab Tiara singkat lalu menatap laptopnya dan mengabaikan suaminya.Adrian keluar dari dalam kamar,lalu menutup pintu kamar istrinya.
Adrian berdiri di depan pintu sambil menatap seluruh ruangan yang begitu berantakan perlahan dia merapikan ruang tamu,membuang semua sampah yang sudah banyak berantakan,dia harus perlahan mendekati Tiara yang sudah terlanjur marah kepadanya.
Setelah semua ruang tamu bersih,Adrian kembali ke dapur dia juga membersikan semua dapur dan bahkan mencuci semua piring-piring yang sudah kotor bahkan mengeluarkan aroma busuk karena sudah beberapa hari bertahan.
Setelah menghabiskan waktu tiga jam akhirnya semua pekerjaan selesai bahkan semua pakaian kotor tercuci bersih Adrian menarik napas lega setelah melihat semaunya bersih akhirhya dia istirahat di atas sopa dan karena kelelahan dia tertidur di atas sopa.
Tiara merasa kehausan saat dia ingin minum dia baru sadar kalau ternayata air di dalam gealsnya sudah habis.Tiara beranjak dari tempat tidurnya
lalu membuka pintu dia sangat kaget saat melihat semua ruangan sudah bersih.
__ADS_1
"Siapa yang melakukan ini semua...Ibu tidak mungkin,aku tau dia orangnya seperti apa..Terus mas Adrian...Untuk apa dia melakukan ini,sudah lama menjadi suaminya baru kali ini aku melihatnya membersikan rumah." Ucapnya.Tiara pergi ke dapur,dia semakin kaget saat semua piring sudah rapi dan jemuran sudah di penuhi pakaian yang baru saja di cuci.
"Apa dia gila,sejak kapan dia tau melakukan semua ini,aku tidak percaya kalau dia bisa melakukan semua ini." Ucap nya dengan pandangan yang sudah lurus ke depan.
" Apa kamu senang saat aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah,sayang maafkan aku karena selama ini aku sudah membiarkan kamu melakukan semua pekerjaan rumah." Ucapnya lalu dia memeluk pinggang Tiara.
Tiara segera melepaskan tangan Adrian dari tubunnya lalu membalikan tubuhnya dan menatap mata suaminya,dia ingin memastikan kalau pria itu tidak menyimpan kebohongan apa pun darinya.
"Mas jangan seperti ini aku tidak mau ada yang melihat kita." Ucapnya lalu mengambil air minum dari dalam teko dan meneguknya sampai habis.Adrian merogoh kantongnya lalu mengambil uang lima puluh ribu dari dalam sakunya sengaja dia menyisihkan uang lima puluh ribu itu untuk istrinya untuk menyakinkan kalau dia benar-benar sudah berubah.
" Ini gaji ku hari ini,hannya ini yang aku dapatkan,aku harap kamu menerimanya dengan lapang dada." Ucap Adrian lalu mengambil tangan Tiara dan menyerahkan ke tangannya.
Benar saja hati Tiara langsung tersentuh atas sikap Adrian saat itu Tiara langsung memeluknya dan meminta maaf untuk semua kesalahan nya beberapa hari ini.
" Aku juga minta maaf ya mas,atas sikap ku beberapa hari yang lalu yang sudah menyakiti perasaan mu.Bukan maksudku untuk menjadi istri durhaka tapi mungkin aku sedang banyak beban pikiran." Ucapnya.
Adrian tersenyum jahat,akhirnya dia bisa meluluhkan hati istrinya dengan sikap manisnya,tidak sia-siap dia berpura-pura untuk merubah sikapnya.
" Mas aku pergi belanja dulu soalnya kebutuhan rumah sudah habis." Ucap Tiara lalu dia beranjak meninggalkan Adrian di rumah dan dia juga menitipkan Caca untuk suaminya.
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1