Rahasiaku Menjadi Aktor Cassanova

Rahasiaku Menjadi Aktor Cassanova
Episode 19


__ADS_3

Ketika kami duduk berdua di sofa, Maya mulai menanyakan tentang hubunganku dengan Anita, aku pun mencoba untuk menjelaskannya dengan jujur bahwa kami hanya berpura-pura. Namun, aku juga tidak tahu mengapa dia menanyakannya, padahal dia sendiri tidak pernah mengatakan tentang isi hatinya tentangku.


"Bukankah itu tidak penting lagi karena kamu tidak mau menerima perasaanku?" kataku dengan sedikit kekecewaan di suara.


Maya terlihat terkejut mendengar perkataanku. Dengan tatapan tajam, dia bertanya, "Mengapa kalian berdua berpura-pura? Apakah ini hanya main-main bagimu?"


Aku merasakan adanya kekecewaan dalam suara Maya dan aku tidak ingin menyakiti perasaannya lebih jauh. Dengan sedikit penyesalan, aku menjawab, "Maaf jika aku mengecewakanmu, Maya. Anita dan aku hanya berpura-pura karena kami tahu bahwa hubungan kami tidak akan berjalan dengan baik. Kami berdua menyadari perbedaan yang besar antara kita."


Maya menatapku dengan tegas. "Jadi, kalian memutuskan untuk menyakiti perasaan orang lain demi kepentingan kalian sendiri? Apakah itu yang kamu maksud dengan berpura-pura?"


Sekarang, aku benar-benar merasa bersalah karena menyakiti perasaan Maya. Dengan suara penuh penyesalan, aku menjawab, "Maafkan aku, Maya. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaan siapa pun. Kami berdua memutuskan untuk berpura-pura agar tidak keluarga Walton berhenti menjodohkannya. Aku mengerti bahwa ini mungkin terasa egois dan tidak adil, tapi kami mencoba untuk melindungi satu sama lain."


Maya merenung sejenak, seolah memberikan kesempatan bagiku untuk menjelaskan diri lebih lanjut. "Tapi tidakkah yang kalian lakukan ini lebih membuat sakit hati? Sekarang aku merasa dipermainkan dan dibodohi."


Aku mengangguk, menyadari betapa tindakan kami dapat menyakiti perasaannya. "Sekali lagi, maafkan aku, Maya. Kami tidak bermaksud membuatmu merasa seperti ini. Kami tahu bahwa hubungan kami hanya akan bertahan sesaat dan tidak adil untuk mengajakmu dalam permainan semacam itu. Aku berharap kau bisa memahami pilihan kami."


Maya masih terlihat terluka, tapi setelah beberapa saat, dia mengangguk. "Aku tidak bisa mengontrol perasaanku terhadapmu, tapi aku mengerti mengapa kalian melakukan ini. Tapi tolong, jangan main-main dengan perasaanku lagi. Aku ingin harga diriku dihormati."


Aku heran mengapa Maya merasa dipermainkan, padahal perasaan dia terhadapku belum ada kejelasan. Lagian, aku sudah menjelaskan bahwa hubunganku dengan Anita hanya pura-pura.


Mungkin Maya merasa dipermainkan karena dia merasa tidak tahu posisinya dalam hubunganku dengannya. Walaupun aku telah menjelaskan bahwa hubunganku dengan Anita hanya pura-pura, tetapi Maya mungkin masih bingung dan tidak yakin apakah aku benar-benar serius dengan perasaanku terhadapnya.


Akhirnya, aku berusaha meyakinkannya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Aku berbicara dari hatiku yang paling dalam, mengungkapkan perasaan cintaku yang tulus dan serius terhadap Maya. Aku mencoba memberikan kepastian bahwa hubunganku dengan Anita tidaklah lebih dari sekadar sandiwara belaka.

__ADS_1


Mungkin Maya masih ragu dan skeptis, dan aku bisa memahami perasaannya. Namun, aku berusaha untuk membuatnya merasa aman dan yakin bahwa perasaanku tidak hanya berlalu begitu saja. Aku memberikan waktu dan kesempatan baginya untuk memperoleh kepercayaan sepenuhnya kepada diriku.


Sambil memeluk Maya erat-erat, aku mengingatkan dirinya tentang semua momen manis yang kita habiskan bersama dan betapa pentingnya dia dalam hidupku. Aku berjanji padanya untuk selalu setia dan bersungguh-sungguh dalam menjalani hubungan ini.


Kemudian, tanpa sadar kami sudah mulai berciuman dengan penuh gairah di tengah kehangatan pelukan kami. Kami saling memberikan kecupan yang penuh cinta dan keinginan, mengeksplorasi bibir satu sama lain dengan lembut.


Tubuh kami dipenuhi rasa geli dan desir yang meluap-luap, membuat segala kekhawatiran dan masalah sehari-hari terlupakan. Tidak ada yang lain yang lebih penting daripada momen ini.


Kami berciuman dengan semakin nafsu, menjalani detik demi detik yang penuh keintiman dan kehangatan. Setiap gerakan dan sentuhan kami saling menyampaikan rasa sayang dan keinginan yang tak terelakkan.


Waktu berhenti dan hanya ada kami berdua, menyatu dalam perasaan yang tumbuh menjadi api yang berkobar-kobar. Tidak ada batasan untuk kebahagiaan yang kami rasakan saat ini, karena hanya satu yang ada di dalam pikiran kami - cinta yang kami bagi.


Kami terus berciuman dengan semakin dalam dan bergairah, seperti tak ingin melepaskan satu sama lain. Setiap sentuhan dan sentuhan bibir kami hanya membuat kami semakin tergila-gila pada satu sama lain.


Hingga akhirnya, napas kami terengah-engah dan kami terpaksa memutus ciuman kami. Kami saling melihat dengan penuh keintiman, membiarkan napas kami kembali pulih. Meskipun ingin melanjutkan, kami saling memberi tanda untuk mengendalikan diri.


Maya tersenyum lembut dan mengusap pelan tanganku. "Tidak apa-apa, Prince. Aku paham. Aku juga tidak tahu apa yang kupikirkan."


Kami masih duduk di sofa, berdekatan, tetapi dengan jarak yang memisahkan kami. Tatapan penuh keintiman masih terjalin antara kami, namun ada kebijaksanaan yang mengendalikan tindakan kami.


Kami masih dalam keheningan sejenak, menyerap apa yang baru saja terjadi. Ada getaran ketegangan yang masih menggelayut di antara kami, tetapi kami berusaha untuk membiarkannya berlalu.


“Baiklah, sepertinya ini sudah waktunya aku pergi," kata Maya ingin meninggalkan studio.

__ADS_1


“Apakah ini artinya kau sudah memaafkan aku?" tanyaku ketika Maya beranjak dari sofa.


Maya hanya mengangguk seraya membenarkan pakaiannya yang sedikit berantakan setelah perbuatan kami tadi.


Setelah Maya pergi, kucing hitam misterius kembali muncul menemuiku. “Apa kau sudah menyadarinya?" kata kucing tersebut.


Aku sedikit bingung dengan perkataannya, tapi aku mulai teringat tentang diriku yang belakangan ini sulit menahan diri atau lepas kendali.


“Night, apakah semua hal yang terjadi padaku karena aku tidak mendengarkan nasehatmu?" tanyaku bingung.


“Benar," jawab Night. "Hasratmu akan bangkit dan lepas kendali karena kau telah bertindak terlalu jauh dengan beberapa wanita yang kau temui. Tidak hanya itu, wanita yang bersamamu juga akan mabuk asmara atau kehilangan kendali karena terpikat pesona kuat dari kekuatan dan ketampananmu.”


Aku terkejut mendengar kata-kata Night. Aku memang menyadari bahwa belakangan ini aku telah berperilaku tidak semestinya, terutama dalam hubungan dengan wanita. Aku sering bertindak impulsif dan tidak memikirkan konsekuensinya. Padahal, Maya telah memberikan nasehat yang baik kepadaku untuk tidak terburu-buru dalam menjalin hubungan.


"Aku menyesal, Night," ucapku dengan suara lirih. "Aku tidak bermaksud menyakiti siapa pun, tapi aku terlalu lemah mengendalikan diri."


Kucing hitam itu mengangguk dan menatapku tajam. "Kamu harus belajar untuk memiliki kendali atas dirimu sendiri, tidak hanya dalam hubungan dengan wanita, tetapi juga dalam hidupmu secara umum. Keputusan-keputusan yang kita ambil memiliki konsekuensi, dan kita harus bertanggung jawab atasnya."


Aku merenungkan perkataan Night. Ia benar, aku harus belajar untuk lebih sabar dan bijaksana dalam menghadapi godaan-godaan yang muncul. Aku harus mempertimbangkan konsekuensi dari tindakanku dan tidak membiarkan nafsu semata yang menguasai diriku.


"Aku akan mencoba lebih baik, Night," ucapku dengan tekad. "Aku akan mendengarkan nasehatmu dan mencoba mengendalikan diriku agar tidak terjebak lagi dalam pola perilaku yang merugikan."


Night melihatku dengan matanya yang tajam, memberi aku semacam harapan. "Baiklah, aku akan mengawasimu di sini dan mengingatkanmu jika kembali terjebak. Tetapi ingat, akhirnya semua bergantung pada dirimu sendiri. Aku harap kamu bisa memperbaiki diri dan menjadi sosok yang lebih baik."

__ADS_1


Aku menganggukkan kepala sebagai penanda kesepakatan. Meski masih ada kekhawatiran dan ketidakpastian di dalam diriku, aku merasa didorong untuk melakukan perubahan. Aku membutuhkan bimbingan dan pengingat, dan Night adalah satu-satunya yang bisa memberikannya saat ini.


Bersambung.


__ADS_2