Rahasiaku Menjadi Aktor Cassanova

Rahasiaku Menjadi Aktor Cassanova
Episode 39


__ADS_3

Hari ini Anda diundang untuk menghadiri seleksi aktris yang akan direkrut oleh agensi kita," jawab Hana.


"Oh, benarkah? Itu terdengar menarik," kataku dengan antusias. "Jam berapa seleksinya dimulai?"


"Seleksi aktris akan dimulai pukul 10 pagi di studio rekaman utama," jawab Hana. "Satu-satunya bagian yang belum diatur adalah kehadiran Anda karena Anda memiliki pertemuan dengan produser film baru pada pukul 12 siang."


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk datang ke seleksi aktris secepat mungkin," kataku. "Tolong beri tahu saya jika ada perubahan jadwal atau instruksi tambahan."


"Tentu, saya akan menginformasikan Anda segera jika ada perubahan atau instruksi tambahan," kata Hana. "Selamat beraktifitas dan semoga seleksi aktris dan pertemuan dengan produser berjalan dengan lancar!"


"Terima kasih, Hana. Aku akan berusaha semaksimal mungkin," kataku sambil tersenyum. "Aku senang bisa memiliki asisten pribadi sepertimu."


"Senang bisa membantu Anda, bos," ujar Hana dengan ramah. "Sekarang, ayo kita bersiap-siap untuk hari yang sibuk ini."


Kami berdua pun mulai bersiap-siap untuk hari yang sibuk. Aku memeriksa kembali jadwalku dan melihat apa yang perlu aku persiapkan untuk pertemuan dengan produser film.


Aku juga memastikan semua dokumen penting sudah aku bawa dan aku siap untuk presentasi atau wawancara yang mungkin dilakukan.


Sementara itu, Hana menghubungi semua kandidat seleksi aktris untuk memberitahu mereka mengenai lokasi, waktu, dan persyaratan seleksi.


Dia juga memastikan bahwa semua peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk seleksi sudah tersedia di studio rekaman utama.


Setelah kami selesai bersiap-siap, aku melanjutkan dengan pertanyaanku kepada Hana. "Hana, bisakah kau memberikanku laporan terbaru mengenai proyek-proyek yang sedang kita kerjakan?"


"Hal ini sedang dalam tahap perkembangan, bos," jawabnya. "Kami masih dalam proses negosiasi dengan beberapa produser dan sutradara terkait penugasan tersebut. Namun, aku akan segera memberikan pembaruan terkini begitu ada perkembangan."


"Aku mengapresiasi kerja kerasmu, Hana," kataku sambil memberikan pengakuan. "Tanpa bantuanmu, aku tidak akan bisa mengelola semua ini dengan baik."


Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Terima kasih, bos. Itu adalah tugasku untuk membantu Anda menjalankan agensi ini dengan lancar."


Kami kemudian berjalan menuju mobil dan pergi ke studio rekaman utama untuk memulai seleksi aktris.


Setelah proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya aku memilih beberapa peserta.


Mereka adalah aktris-aktris berbakat yang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam akting. Aku senang dengan hasilnya dan yakin bahwa mereka akan membawa banyak keberhasilan bagi agensi ini.


Hari-hari berikutnya, aku dan Hana bekerja keras untuk menyiapkan aktris-aktris ini untuk audisi dan film yang akan datang. Kami melatih mereka dalam berbagai hal, seperti akting, penampilan, dan bahasa.


Hari ini, aku sedang luang dan bosan. Aku pun memutuskan untuk pergi ke studio latihan.


"Sudah lama aku tidak latihan akting," gumamku.

__ADS_1


Setiba di lokasi latihan, aku melihat ada seseorang sedang berlatih. Aku sedikit heran karena hari ini seharusnya tidak ada jadwal latihan.


"Kau rajin sekali, Rika," ucapku ketika masuk ke ruang latihan.


Rika, salah satu aktris yang sudah terpilih sebelumnya, menghentikan latihannya dan tersenyum padaku.


"Terima kasih, bos. Aku tahu bahwa aku masih perlu banyak belajar dan berlatih agar semakin baik dalam akting," ujarnya sambil mengepalkan tangannya dan menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu ingin bergabung dengan latihanku?" tanyanya tiba-tiba. Aku termangu di tempat, tidak mengharapkan tawarannya. Namun, pikiranku punya sedikit keinginan untuk mencoba.


"Apa kamu yakin, Rika? Aku hanya bisa memberikan sedikit bimbingan," kataku ragu.


Rika menunjukkan senyum kecil. "Tentu saja, bos. Aku percaya kamu memiliki banyak pengalaman sehingga mendapatkan bimbinganmu akan sangat berharga bagiku."


Akhirnya, aku setuju untuk melatih Rika. Kami berdua mulai berlatih bersama, menuangkan perasaan dan emosi kita ke dalam berbagai adegan.


Rika menunjukkan dedikasi dan semangat yang luar biasa, membuatku terkesan dengan ketekunan dan kegigihannya.


Selama latihan, kami berbagi cerita tentang perjalanan kami dalam dunia akting. Rika bercerita tentang awal karirnya yang penuh dengan kegagalan dan rintangan, tetapi dia tetap berjuang dan memperbaiki kemampuannya dengan gigih.


Aku pun menceritakan pengalaman-pengalamanku yang mengajarkan banyak pelajaran berharga.


Beberapa hari lagi, audisi besar untuk sebuah film akan datang. Aku memutuskan untuk memberikan kesempatan pada Rika untuk mengikuti audisi tersebut.


Aku melihat potensi besar dalam dirinya dan yakin bahwa dia bisa memberikan yang terbaik.


"Ini adalah kesempatanmu!" bisik Night tiba-tiba.


Dari ucapannya saja aku sudah tahu apa maksud yang dia katakan.


"Jika kamu tidak bisa melakukannya, biar aku saja!" lanjut Night sudah mengambil kendali.


"Ada apa, bos?" tanya Rika terkejut, mungkin melihat warna mataku telah berubah.


"Apa kamu ingin segera mendapat peran di salah satu film kami dan segera menjadi terkenal?" kata Night melalui mulutku.


Rika yang menatap langsung ke mataku, dia langsung terpengaruh dan mengangguk setuju.


"Caranya mudah," lanjut Night semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Rika.


"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Rika.

__ADS_1


"Temani saya bermain sebentar," bisik Night di telinga Rika.


Pada waktu selanjutnya, Rika yang sudah terpengaruh hanya menuruti apapun yang dikatakan Night.


Di ruang latihan ini, kami berdua sudah melepas baju dan Rika pasrah memberikan dirinya.


"Rika, apa ini pertama kalinya untukmu?" tanya Night di dalam diriku.


Rika menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Ya, ini pertama kalinya bagiku."


Night mengangguk senang. "Jangan khawatir, aku akan memastikan kamu merasa nyaman dan aman di sini. Anggap saja ini latihan berakting!" kata Night dengan tipu dayanya.


Rika tampak merasa lega mendengarnya. Beberapa detik kemudian, dia mulai melanjutkan latihan kami.


Kami pun mulai berciuman dan berpegangan erat satu sama lain. Rika merasa gugup pada awalnya, tapi kemudian ia mulai menikmati momen tersebut.


Night dengan lembut memegang wajah Rika dan memberikan kecupan yang penuh kasih sayang.


Rika merasakan getaran kebahagiaan di dalam dirinya. Ini adalah pengalaman yang baru baginya, tapi juga begitu indah.


Night menghentikan ciuman sejenak dan menatap mata Rika dengan penuh cinta. "Apakah kamu baik-baik saja?" katanya dengan lembut.


Rika mengangguk sambil tersenyum. "Ya, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah membuatku merasa nyaman," jawabnya.


"Kamu selalu aman di sini, Rika. Kamu punya pilihan untuk menyelesaikan latihan kapan pun kamu mau," tambah Night, tapi semua ini hanya permainan Night belaka.


Pada akhirnya, ciuman kami berdua mulai semakin intens dan Rika mulai merespons dengan gairah yang sama.


Kami saling menjelajahi bibir dan lidah satu sama lain dengan penuh nafsu.


Sentuhan tangan kami semakin bergairah, mulai merangkai dalam keintiman yang mengeksplorasi setiap bagian tubuh yang sensitif.


Kami saling meremas dan membelai, memberikan sensasi yang begitu mendalam di setiap sentuhan. Nafasku semakin memburu, dengan gairah yang meluap-luap.


Rika menggigit perlahan bibirku, menambahkan elemen kejutan dan keinginan yang kian meningkat.


Akhirnya, Rika benar-benar sudah jatuh ke dalam jeratan Night dan dia pun memberikan dirinya sukarela.


Aku sendiri tidak bisa melawan kehendak Night dan hanya bisa pasrah dengan permainan ini.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2