
Esok harinya, ketika aku berangkat ke tempat kerja, aku masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Night semalam.
Night masih begitu misterius, dia kadang bicara dan juga tidak muncul. Namun, aku tahu dia masih berada di dalam tubuhku.
Jika apa yang dikatakan Night itu benar, maka hubunganku dengan Hana, sekretarisku baru-baru ini cukup masuk akal. Sebelumnya, Night membuatku dan Hana terlibat sebuah kekacauan panas.
Setelah kejadian tersebut, Hana sempat waspada padaku awalnya. Namun, kini hubungan aku dan Hana semakin berani.
Setiap hari hanya berdua di ruang kantor membuat kami semakin berani untuk bertindak jauh. Aku sadar ini masih ada pengaruh Night, tapi aku juga menikmatinya.
"Selamat pagi, Tuan Prince," sapa Hana seraya menyuguhkan kopi di atas meja kerjaku.
"Terima kasih, Hana. Selamat pagi juga," jawabku tersenyum.
Tanpa ragu lagi, Hana sudah tidak canggung dan sudah berani untuk mengambil inisiatif. Baru saja bertemu lagi di tempat kerja, Hana sudah duduk di pangkuanku.
"Aroma tubuh kamu sekarang beda. Kamu mengganti parfumkah?" tanyaku seraya mencium leher dan meraba rambut Hana.
Hana tersenyum malu dan menjawab, "Iya, Tuan Prince. Saya memang mengganti parfum. Apakah Tuan suka?"
"Aku suka sekali. Wanginya begitu harum dan menggoda," aku menjawab sambil terus meraba rambutnya.
Hana tersenyum manis dan berkata, "Terima kasih, Tuan. Saya senang Tuan suka dengan parfum baruku."
Kami berdua terdiam sejenak, menikmati kebersamaan ini. Ada kehangatan yang terasa di antara kami. Hana kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku dan pelan-pelan mencium bibirku dengan lembut.
"Apa Tuan akan membiarkan saya duduk di pangkuan Tuan, Tuan Prince?" tanyanya dengan suara yang berbisik.
Tak bisa kusembunyikan keinginan di dalam hatiku. Aku tersenyum dan berkata, "Tentu, Hana. Kamu boleh duduk di pangkuanku selama kamu mau."
Kami berdua terus saling berpegangan dan menikmati keintiman ini. Walaupun ada aturan di tempat kerja bahwa hubungan antara atasan dan bawahannya harus profesional, namun kami tidak dapat menahan dorongan ini.
Hana dan aku saling mencintai dan ingin menghabiskan waktu bersama.
Tanpa mengganggu momen ini, kami kembali melanjutkan pekerjaan kami.
__ADS_1
Sambil aku menikmati kopi yang disuguhkan Hana, Hana juga mulai menjalankan tugas-tugasnya sebagai asisten pribadiku.
Meski hubungan kami harus tetap profesional di depan orang lain, di balik pintu kantor ini, kami menikmati cinta yang tak terbendung antara kami berdua.
"Baiklah, Hana. Sekarang pekerjaanku hari ini sudah selesai. Apakah kita bisa melanjutkan yang tadi?" tanya sudah mengangkat dan mendudukkan Hana di atas mejaku.
Hana tersenyum dan mengangguk. "Baiklah, Tuan Prince. Aku milikmu sepenuhnya."
Tanpa basa basi lagi, aku langsung mencium bibirnya yang hangat dan lembut. Rasanya seperti seluruh tubuhku terbakar dalam keinginan yang tak terbendung.
Kami saling merangkul dan memeluk erat, mengisi ruangan dengan suara desa han dan kecupan yang penuh nafsu.
Setelah beberapa saat, kami berdua menemukan diri kami berbaring di sofa, tanpa sepenuhnya menyadari bagaimana kami bisa berakhir di sana.
Hana memandangku dengan mata penuh kecintaan, sementara aku menciumi setiap inci kulitnya dengan penuh kasih sayang.
"Hana, kamu cantik sekali," ucapku di antara helaan napas. "Aku tidak bisa menahan diri setiap kali bersamamu."
Hana tersenyum dan menciumi bibirku lagi. "Anda juga sangat tampan, Tuan Prince. Kita tidak dapat menahan perasaan ini lagi."
Kami saling berpelukan erat, menunjukkan betapa dalamnya perasaan cinta yang kami miliki.
Malam itu, di balik pintu kantor yang tertutup, keintiman dan cinta kami mekar seiring dengan api yang terus berkobar di dalam hati kami.
Hana adalah putrinya direktur, yaitu Tuan Martin. Dia lulusan terbaik dari sekolah bisnis ternama di negara asalnya, Amerika.
Hana memiliki segudang prestasi akademik dan telah bekerja di perusahaan-perusahaan terkemuka sejak lulus kuliah.
Sebagai putri direktur, Hana memiliki kesempatan yang sangat baik dalam membangun networking dan koneksi di dunia bisnis. Hal ini membantu dia mendapatkan posisi-posisi yang menarik di berbagai perusahaan.
Hana adalah seorang yang sangat berbakat dan memiliki keahlian dalam analisis data dan strategi pemasaran.
Selain itu, Hana juga memiliki kepemimpinan yang kuat dan mampu memotivasi timnya untuk mencapai target-target yang ditetapkan. Dia memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan strategis dan melakukan pengelolaan risiko dengan baik.
Dengan latar belakangnya yang kuat dan pengalaman yang luas, Hana dihormati dan diakui dalam dunia bisnis. Dia sering diundang untuk menjadi pembicara dalam seminar-seminar bisnis dan memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta.
__ADS_1
Meskipun Hana memiliki keuntungan dalam dunia bisnis karena kedudukannya sebagai putri dari direktur, dia tidak mengandalkan itu.
Hana adalah seseorang yang rajin dan selalu bekerja keras untuk mencapai kesuksesan. Dia percaya bahwa kesuksesan harus diperoleh melalui kerja keras dan dedikasi.
Sangat disayangkan Hana harus terlibat semua ini gara-gara Night. Aku sungguh tidak ingin semua itu terjadi, tapi aku sendiri masih tidak bisa berbuat apa-apa.
Rencanaku saat ini adalah menghancurkan perusahaan agensi entertainment milik Alvin. Sekarang, aku juga sudah menjadi CEO dari perusahaan agensi milik keluarga Walton.
Aku ingin membongkar segala kejahatan yang perusahaan Alvin lakukan, seperti prostitusi yang dilakukan artis-artisnya.
Setiba di rumah, aku segera memeriksa keadaan Maya dan bayiku. Aku ingin memastikan apakah mereka tidur dengan nyenyak dan aman. Aku pergi ke kamar Maya terlebih dahulu dan melihat dia tidur dengan tenang. Wajahnya terlihat damai dan napasnya teratur. Aku merasa lega melihatnya dalam keadaan yang baik.
Selanjutnya, aku bergegas ke kamar bayi untuk memeriksa kondisinya. Ketika aku membukanya, aku melihat bayiku sedang tertidur dengan nyenyak di dalam buaian. Lihatannya begitu manis dan damai.
Aku merasa bahagia melihat mereka berdua tidur dengan baik. Itu membuatku merasa tenang dan yakin bahwa mereka aman di sini.
Aku berharap tidur mereka akan membantu mereka pulih dan memulihkan kekuatan mereka.
Setelah memastikan semuanya beres, aku kembali ke ruang keluarga dan duduk di samping mereka.
Bayiku adalah laki-laki yang memiliki wajah sepertiku, tapi matanya mirip dengan Maya.
Dia benar-benar warisan dari kami berdua. Aku tersenyum saat melihat perpaduan fitur wajah kami di wajah mungilnya.
Ketika aku tiba di depan kamarku, istriku, Anita sudah berdiri di ambang pintu dan mengenakan pakaian yang cukup minim.
"Ada apa, Sayang?" tanyaku sambil menatapnya heran.
Anita tersenyum, tapi tidak menjawabku. Dia meraih tanganku untuk masuk ke dalam kamar dan mendorongku ke tempat tidur.
"Aku ingin segera punya anak, Sayang," jawab Anita seraya menindih tubuhku dan mulai menciumi bibirku.
"Baiklah, aku mengerti, Sayang," ucapku sambil membalikkan posisinya. Sekarang, Anita yang berada di bawah.
Aku pun mulai melepas bajuku dan Menggaruk punggungnya dengan lembut. Kami saling membantu melepas pakaian satu sama lain, sementara sentuhan dan ciuman semakin intens.
__ADS_1
"Akan kubuat kamu tidak bisa tidur malam ini," bisikku di telinganya.
Bersambung.