Rahasiaku Menjadi Aktor Cassanova

Rahasiaku Menjadi Aktor Cassanova
Episode 29


__ADS_3

Keesokan harinya, aku dan Night melaksanakan rencananya. Kami mencari tahu tempat Maya ditahan dan menyusup ke markas Alvin tanpa diketahui oleh anak buahnya. Kami bergerak dengan hati-hati, menghindari pengawasan dan berusaha untuk tidak menimbulkan kecurigaan.


Akhirnya, kami berhasil menemukan tempat Maya ditahan. Kami merasa lega melihatnya dalam keadaan baik-baik saja.


Maya disekap di gedung tua yang sudah lama ditinggalkan. Dengan bantuan Night, aku diam-diam menyelinap dan berhasil melumpuhkan satu per satu penjaga yang berjaga di sekitar gedung. Aku pun memberikan penutup mata kepada Maya dan menggiringnya dengan hati-hati keluar dari gedung tersebut.


Kami berdua berusaha untuk tidak menimbulkan kebisingan apa pun saat kami meninggalkan tempat tersebut. Setiap langkah kami dijalankan dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menarik perhatian siapa pun.


Namun, cahaya dari lampu sorot tiba-tiba menyorot kami berdua. Tampak Alvin dan anak buahnya sudah mengetahui kedatanganku.


"Sudah kuduga kau akan datang dan masuk perangkapku dengan mudah," ujar Alvin dengan senyuman licik di wajahnya.


Aku tersenyum sinis mendengar kata-kata Alvin. "Kamu meremehkanku. Aku tidak akan mudah tertangkap," jawabku dengan jelas.


Alvin mengepalkan tangannya erat-erat dan melangkah mendekati kami dengan tatapan tajam. "Kalian berdua tidak mungkin lolos dari sini," sindir Alvin dengan sombong.


Teka-teki inilah yang menjadi tantangan kami. Kami berdua tidak ingin ada pertumpahan darah, tapi keadilan harus dilakukan. Dalam suasana tegang, langkah-langkah kami semakin cepat. Kami mencoba menyiasati gerakan Alvin yang semakin mendekat.


Saat Alvin hampir mencapai kami, tiba-tiba alarm keamanan berdering keras. Semua lampu di sekitar kami mati dan suasana menjadi gelap. Terdengar suara-suara langkah kaki cepat yang semakin mendekat. Semua ini adalah perbuatan Night yang menggunakan kekuatannya untuk mencari kesempatan bagi kami.


Tanpa ragu, aku menarik Maya untuk melompat ke belakang, menghindari serangan Alvin dan anak buahnya. Tiba-tiba, dari belakang kami, terdengar suara lantai yang pecah. Seseorang mengayunkan semacam tongkat besi ke arah kami.


Dengan refleks, aku menghindar dan membalas serangan itu. Pertarungan pun tak terhindarkan. Meskipun tidak merencanakan ini, aku harus melindungi Maya dan menghadapi musuh yang kuat ini.


Dalam kondisi gelap, aku memanfaatkan kekuatan Night. Aku berusaha menghindari serangan-serangan musuh dengan gerak lincah dan refleks yang cepat. Maya berdiri di belakangku, melihat dengan cemas namun tetap tenang, memberikan semangat dan dukungan.


Meski jumlah musuh lebih banyak daripada kami berdua, aku tidak menyerah begitu saja. Aku menerima setiap serangan dengan keberanian dan kegigihan. Aku berhasil menjatuhkan beberapa musuh dengan serangan balik yang tajam dan telak.

__ADS_1


Namun, kekuatan musuh semakin bertambah dan aku semakin terdesak. Aku merasakan kelelahan mulai menghampiri tubuhku, tapi aku tidak boleh menyerah. Aku harus bertahan dan melindungi Maya.


Dengan kekuatan terakhir yang aku miliki, aku berhasil melawan musuh-musuh itu. Serangan-seranganku menjadi semakin mematikan dan efektif. Aku mencoba mencari celah dalam pertahanan musuh dan memanfaatkannya sebaik mungkin.


Maya, yang sejak awal telah memperhatikan setiap gerakanku, memberikan bantuan dengan serangan yang ikut menghancurkan pertahanan musuh.


Akhirnya, dengan kegigihan dan ketangguhan kami berdua, kami berhasil mengatasi musuh-musuh itu. Alvin dan anak buahnya terdesak dan mulai mundur, memahami bahwa mereka tidak dapat mengalahkan kami. Mereka seolah menyadari ada kekuatan misterius yang sedang membantuku.


Akhirnya, Aku dan Maya berhasil melarikan diri dari tempat tersebut, meninggalkan mereka yang terkapar di tanah. Setibanya di tempat aman, Maya langsung memelukku dengan erat. Kami saling bersandar, merasakan kelegaan dan kebahagiaan yang mengalir dalam diri kami.


Setelah beberapa saat, Maya menghela napas panjang dan berkata, "Aku sangat berterima kasih padamu, Prince."


Kemudian, aku membawa Maya ke tempat aman yang sudah aku persiapkan sebelumnya. Aku tidak mungkin membawa Maya pulang karena ada istriku, Luna, di rumahku.


Setelah tiba di kamar apartemen yang aku siapkan, Maya tidak mau berpisah denganku.


"Prince, aku masih takut," ucapnya dengan suara lembut. Aku memahami kekhawatiran Maya, mengingat dia baru saja mengalami hal buruk saat ini. Aku mendekati Maya dan mencoba menenangkan dirinya.


"Aku tahu, Prince. Tapi tetap saja, rasanya aneh dan menakutkan bagiku tinggal sendirian setelah kejadian ini," ucap Maya dengan nada kecil. Aku memahami perasaannya, tapi aku juga yakin bahwa dia akan bisa mengatasi ketakutannya seiring berjalannya waktu.


"Aku mengerti, Maya.Tapi kau harus berani menghadapinya. Kita akan belajar dan tumbuh bersama dalam pengalaman ini," sahutku sambil mengusap lembut tangannya. Maya mengeratkan genggamannya padaku.


"Terima kasih, Prince. Aku sangat beruntung memilikimu di sini," ucap Maya dengan senyuman tulus di wajahnya. Aku tersenyum balas dan meyakinkan Maya bahwa aku akan selalu ada untuknya.


Setelah melewati banyak ketegangan hari ini, aku merasakan dorongan kuat dalam diriku dan langsung menuntun Maya ke tempat tidur. Untungnya, Maya memahami keinginanku dan tidak menolak.


"Maya, aku rindu sekali padamu," ucapku seraya membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


Maya tersenyum lembut sambil membalas pelukanku. "Aku juga merindukanmu, sayang," jawabnya dengan lembut.


Kami berdua saling berpegangan erat, menciptakan suasana nyaman di antara kami. Setelah melalui hari yang penuh tekanan, saat ini adalah waktu yang kami tunggu-tunggu untuk bisa bersama, sejenak melepaskan segala beban yang kami rasakan.


Sambil mencuri-curi pandang ke wajah Maya yang kusayangi, aku merasa beruntung memiliki sosok yang setia mendampingiku. Maya selalu ada di sampingku, memahami dan mendukungku dalam setiap langkah hidupku.


Tanpa perlu kata-kata, kami berdua bisa saling memahami perasaan masing-masing. Hubungan kami adalah tentang keakraban, kepercayaan, dan kasih sayang yang tumbuh bersama. Menyatukan tubuh dan jiwa seperti ini adalah bentuk ekspresi cinta kami.


Sementara kami saling berpelukan dalam keheningan, aku merasa hatiku penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Bersama Maya, aku merasa lengkap dan kuat menghadapi segala bentuk ketegangan dan tantangan dalam hidup.


"Aku akan selalu ada untukmu," bisik Maya dengan lembut di telingaku. Ucapannya membuat aku merasa aman dan tenang. Kami saling memberi kekuatan dan dukungan, tidak peduli seberapa berat tekanan yang harus kami hadapi.


Dalam pelukan Maya, aku merasa betapa beruntungnya aku memiliki pasangan yang setia, yang tidak hanya memahami keinginanku, tetapi juga siap melayani dan memenuhi kebutuhanku dengan penuh kasih sayang.


Di tempat tidur yang hangat ini, kami saling memberi dan menerima cinta yang tulus. Rasa rindu dan ketegangan tadi seolah lenyap begitu saja, digantikan oleh kebersamaan yang kurasakan begitu indah. Aku merasa diberkati memiliki Maya di hidupku, dan aku berjanji untuk selalu membahagiakannya sepanjang hidupku.


Aku sudah tidak tahu apakah ini masih dalam pengaruh kekuatan magis Night atau tidak.


"Aku mencintaimu, Maya," ucapku seraya mendorong pinggulku lebih kuat.


Maya membalas dengan senyuman dan menciumku lembut di bibir. "Aku juga mencintaimu, Prince. Kau memberiku kebahagiaan yang tak bisa kugambarkan dengan kata-kata."


Kami terus bergerak bersama, menyatu dalam keintiman yang begitu dalam. Setiap sentuhan, setiap hembusan napas, semuanya menggambarkan cinta yang tulus di antara kami. Tak ada kata yang bisa mewakili betapa berartinya kehadiran satu sama lain dalam kehidupan ini.


Di tempat tidur yang hangat ini, waktu hanya berjalan perlahan. Kami saling menggali kenangan-kenangan yang telah kami ciptakan bersama. Hidup kami, seolah tercipta untuk saling melengkapi dan memahami.


Pengaruh kekuatan magis Night yang kemungkinan masih ada menjadi tambahan keajaiban untuk hubungan kami. Namun, yang terpenting adalah kesediaan dan komitmen kami dalam mencintai secara sepenuh hati. Kehangatan dan kedamaian yang kami rasakan pun merupakan hadiah yang tak ternilai harganya.

__ADS_1


Dalam kebersamaan ini, aku berjanji untuk selalu menjaga dan melindungi Maya. Aku akan menjadi pendamping sejati dan menyempurnakan hidupnya dengan cinta tak terbatas.


Bersambung.


__ADS_2