Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
SATU BULAN KEMUDIAN


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Sudah satu bulan Karan tidak mengunjungi Kanaya bahkan sudah satu bulan Karan tidak ada kabar. Karan seolah di telan bumi bahkan Bu erina juga tidak mengetahui dimana keberadaan karan saat ini


Kanaya yang sudah pasrah dengan keadaanya ia hanya bisa mengelus dada, sedari awal Karan memang tidak pernah ada niat untuk membina rumah tangga dengan dirinya


‘’ Menantu Mamah kenapa kamu diam di sini Nak? ‘’ Tanya Bu erina kepada Kanaya yang sedang duduk di kursi taman


Kanaya menoleh kearah Bu erina dengan senyum yang ia paksakan ‘’ Aku tidak Apa-apa Mah ‘’ Jawab Kanaya pelan


Bu erina cukup paham dengan Apa yang di rasakan oleh menantunya ini ‘’ Maafkan Putra Mamah ya karena Putra Mamah sudah menyakiti perasaan kamu ‘’ Kata Bu erina yang mengelus lengan Kanaya. Hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Bu erina kepada Kanaya.


‘’ Aku tidak pernah mengharapkan hal lebih dari Karan Mah, dengan dia mau bertanggung jawab saja Aku sudah Ikhlas, Lagian dari awal bukannya Karan bukan milikku melainkan milik Nyonya Wenda ‘’Kata Kanaya dengan senyum tipisnya


Mungkin mulut bisa berkata seperti itu namun hati, jangan di  tanyakan bagaimana hati dan perasaan Kanaya saat ini.

__ADS_1


‘’ Mah, Apa boleh Kanaya pulang ke kampung dan menjenguk Nenek Kanaya? Kanaya sangat merindukan Nenek ‘’ Kanaya menatap ibu mertuanya dan kanaya berharap jika ibu mertuanya akan mengijinkan dirinya untuk pulang ke kampung.


‘’ Tapi Kanaya bagaimana dengan Karan, Mamah gak bisa mengijinkan kamu sebelum Karan menyetujuinya ‘’ Kata Bu erina yang ia saja bingung harus bagaimana


‘’ Sampai kapan Aku harus menunggu Karan Mah? Aku disni menunggu kepulangannya tapi Apa dia memikirkan Aku di sini? ‘’ Tanya Kanaya yang menahan tangisnya


Bu erina bisa paham yang di rasakan oleh Kanaya bahkan Bu erina bisa mendengar bagaimana Kanaya menyembunyikan kesedihannya ‘’ Maafkan Mamah Nak ‘’


Luntur sudah harapannya untuk bisa pulang ke kampung halaman, Bu erina tidak  mengijinkan dirinya untuk pergi ‘’ Mah Aku mau istirahat dulu ‘’ Pamit Kanaya kepada Bu erina


Bu erina yang melihat kepergian Kanaya ia merasa sedih Andai saja jika Kanaya tau jika saat ini Karan sedang menjaga Wenda yang sedang hilang ingatan dan hanya Karan yang bisa memulihkan ingatan Wenda.


" Kenapa malang sekali nasib Menantuku itu,. Aku berharap jika Karan semoga segera sadar jika saat ini bukan hanya Wenda yang membutuhkan dirinya melainkan Menantuku juga membutuhkan kehadiran dirinya saat ini " Gumam Bu Erina


~ SAAT ITU

__ADS_1


Karan yang menyusul Wenda dan berniat menceraikan Wenda namun siapa sangka


jika Wenda bisa berbuat nekad. Wenda menabrakkan diri ke arah mobil yang berlaju


kencang bahkan Wenda sampai terpental Namun nasib baik telah berpihak kepada


dirinya, Wenda masih di berikan kesempatan untuk hidup namun Wenda cacat ia tidak


bisa berjalan dan hanya mengandalkan kursi roda tidak hanya itu Wenda juga


telah hilang ingatan yang wenda ingat hanya Karan tentang Karan


Karan yang merasa bersalah pun ia berniat merawat dan mendampingi Wenda


sampai Wenda benar-benar pulih dan bisa menerima kenyataan.

__ADS_1


~ MASA SEKARANG


__ADS_2