Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
WASPADA


__ADS_3

" Bi, Cucu dan menantu saya kemana, Ko gak kelihatan? " Tanya Nyonya besar yang baru saja datang yang tidak melihat keberadaan cucu dan menantunya.


" Nona sama Tuan sedang ada di kamar Den Kenzo. Nyonya " Jawab Bibi


Nyonya besar mengerutkan keningnya, tidak biasanya masih siang sudah kumpul di kamar Kenzo " loh kok tumben mereka kumpul di kamar Kenzo "


Bibi hanya bisa tersenyum " Yasudah Lah, biar saya samperin langsung mereka " Ucap Bu Erina yang langsung pergi ke kamar Kenzo


Tok... Tok.. Tok....


" Masuk "


Ceklek...


Bu Erina masuk kedalam kamar Kenzo dan ia melihat kedua mata Kanaya yang Bengkak


Bugh...


" Mah sakit " Keluh Karan yang di pukul pakai Tas milik Bu Erina


" Apa yang sudah kamu lakukan kepada menonton mama? " Keluh Bu Erina


" Apa Siapa yang sudah menyakiti menantu mama? mana mungkin akan menyakiti istriku sendiri " Keluh Kenzo


" Jangan kau pikir Mama tidak lihat ya, lihat tuh kedua mata Kanaya bengkak seperti itu " Tuduh Bu Erina lalu ia menoleh kearah Kanaya " jujur sama mama, apa yang sudah suamimu lakukan kepadamu sehingga kamu menangis seperti ini? " Tanya Bu Erina kepada Kanaya


" Aku tidak apa-apa ma dan suamiku juga tidak melakukan apa-apa kepadaku, hanya saja aku sedang sedih " Jawab Kanaya


Bu Erina seperti mencari kejujuran di mata Kanaya lalu ia duduk di samping kanaya " apa yang kamu sedih kan atas suamimu tidak memberikan izin untuk kamu belikan barang branded? " Tebak Bu Erina yang langsung dibalas celengan oleh Kanaya


" Mama itu otaknya belanja-belanja terus udah deh mending kita bahasanya di luar saja kasihan Putra Aku baru saja tidur " Ucap Karan


" Ayo sayang kita keluar biarkan putra kita tidur "

__ADS_1


Bu Erina melihat ada keseriusan di wajah Karan lalu ia pun langsung menyesal karena ia ke ruang tengah. Bu Erina menaruh tasnya di atas sofa lalu iya duduk.


" Ada apa, sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan sama mama? "


" Tadi Wenda datang kesini " Ucap Karan


Bu Erina langsung mengerutkan keningnya, Bu Erina juga tidak jauh beda dengan Kanaya yang merasa heran dan terkejut dengan kedatangan Wenda " mau apalagi wanita itu datang ke sini bukannya dulu kalau sudah memberikan apa yang dia mau "


" Entahlah Aa juga heran dia tiba-tiba datang dan menghampiri Kenzo yang sedang bermain di taman depan " Balas Karan " cuman aku memiliki feeling kalau dia itu sudah kekurangan saat ini karena saham yang kita berikan kepadanya sudah habis dipakai foya-foya bersama pria lain "


Bu Erina membuang nafasnya pelan lalu ia mengelus lengan Kanaya " kamu harus tegaskan Kanaya, sekarang hanya kamulah istrinya Karan ingat jangan lemah jika dia datang Jangan pernah menunjukkan kamu takut di depan dia karena jika kamu menunjukkan rasa takut itu maka dia akan semakin semena-mena kepadamu " Ucap Bu Erina yang menasehati Kanaya


" Mamah tidak ingin rumah tangga kalian hancur Hanya gara-gara wanita parasit itu " Lanjut Bu Erina " dan kamu Karan kamu harus tegas kepada dia jangan sampai kamu tergoda atau terlena lagi oleh bujuk rayuannya, jika sampai itu terjadi jangan salahkan mama jika Mama akan membawa istri dan anakku jauh dari kehidupan kamu " Ancam Bu Erina dengan tatapan tajam kearah Karan


" Tenang saja Mah sebelum kita semua terjadi aku akan bertindak tegas kepadanya karena aku juga tidak ingin istri dan anakku diganggu oleh wanita itu " Balas Karan " Mana mungkin aku tidak ada oleh wanita sampah sepertinya bahkan Aku pun merasa menyesal karena dulu telah mencintainya "


Kanaya memilih untuk diam, entah apa yang ada di pikiran Kanaya saat ini yang jelas perasaan nya campur aduk saat ini.


" Mamah tau sendiri jika Kenzo anak yang tidak bisa di sentuh oleh orang yang tidak ia kenal " Balas Karan


Bu Erina menganggukkan kepalanya" syukurlah, kamu harus lebih waspada lagi kepada wanita itu jangan sampai kamu lengah "


" Iyah mAh " Jawab Karan


~ KEESOKAN HARINYA


Pagi ini setelah sarapan Karan langsung pamit untuk berangkat kerja namun sebelum itu Karan sudah memberitahu kepada penjaga dan juga Bodyguard untuk tidak memasukkan Wenda ke rumahnya dan satu lagi Jaga anak dan istrinya dengan baik karena Karan tidak ingin Wenda menyentuh ataupun mendekati putra dan juga istrinya.


Kanaya dan Kenzo bermain di halaman belakang, Kenzo Sangat senang karena ia di belikan kucing Oleh sang Papah


Kenzo begitu senang ketika Kucing yang di beri nama Bery itu lari kesana kemari seolah ingin mengajak Kenzo bermain.


" Jangan lari-lari Nak, Nanti kamu jatuh " Ucap Kanaya kepada sang Putra

__ADS_1


Kenzo membalas dengan senyuman.


Kanaya melihat putranya yang sedang bermain namun tiba-tiba Kanaya terpikir lagi dengan ucapan Wenda kemarin.


" Ya tuhan, kenapa rumah tanggaku selalu saja ada yang ganggu, Samapi kapan rumah tanggaku damai " Gumam Hati Kanaya yang meratapi rumah tangga nya yang selalu saja ada gangguan.


Kanaya juga sadar jika dirinya dulu dengan tidak secara langsung telah merebut Karan dari Wenda Namun tidak mungkin dirinya masuk jika tidak di berikan celah.


" Mamah " Rengek Kenzo yang menyadarkan Lamongan Kanaya


" Iya Sayang Kenapa Nak? " Kanaya langsung menghampiri sang putra lalu ia tersenyum ketika melihat Bery yang masuk ke kolam ikan


" Astaga Bery, kenapa kamu masuk kesana hm.. Apa kamu ingin memakan ikan milik Palah hm.. " Kanaya terkekeh melihat Bery yang berenang dan mencoba menangkap ikan yang ada di sana.


Kanaya langsung mengangkat Bery dari kolam ikan." Nakal ya Bery, jika Papah tau jika kamu ingin ikan milik Papah bisa-bisa kamu di ungsikan ke rumah Oma "


Kenzo tersenyum ketika Bery yang sedang kena omel oleh sang Mamah " Bi.. bibi " Panggil Kanaya kepada Bibi


" Iyah Non " Jawab Bibi yang langsung menghampiri Kanaya


" Tolong mandikan Bery ya, Aku mau mandikan Kenzo dulu " Pinta kanaya soalnya pakaian Kenzo juga kotor dan basah


" Baik Non " Bibi langsung mengambil Bery dan langsung memandikannya


Sedangkan Kanaya, ia langsung membawa Kenzo ke kamar Kenzo untuk mandi " Anak Mamah sekarang sudah senang main kotor ya Nak " Kanaya memasukan Kenzo ke dalam bak mandi yang sudah diisi dengan air hangat


Kenzo begitu antusias apa lagi ada bebek yang selalu ia mainkan jika sedang mandi " Nanti siang bagai mana jika kita pergi ke kantor Papah, Apa kamu mau? " Tanya Kanaya


" Mau.. " Seru Kenzo dengan menunjukkan gigi kecilnya


Kanaya tersenyum " kalau begitu sekarang Kenzo mandi dulu Nah nanti yang bisa bermain dulu ya sama bibi biar mama menyiapkan makan siang untuk papa "


Setelah memandikan putranya karena ia pun langsung menitipkan Kenzo ke pelayan Kanaya akan membuat makan siang untuk sang suami.

__ADS_1


__ADS_2