Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
KANAYA DATANG KE KANTOR


__ADS_3

Setelah sibuk di dapur akhirnya Kanaya beres juga, Naya langsung menyiapkan makanan ke dalam rantang yang akan ia bawa ke kantor sang suami karena rencananya siang ini Kanaya akan makan siang di sana. ini adalah pertama kalinya Kak Naya datang ke perusahaan sang suami membawa bekal.


" Bi tolong gantikan pakaian Kenzo ya, saya mau mandi dulu " Pinta Kanaya


" Baik Non " Jawab Bibi yang langsung membawa Kenzo ke kamar milik nya.


Kanaya langsung membersihkan tubuhnya dari asap-asap dapur Lalu setelah beres Ia pun langsung menggunakan pakaian yang akan dia gunakan ke kantor, pakaian cukup sederhana namun terlihat elegan apalagi Karena ia memiliki postur tubuh yang profesional, apapun yang ia gunakan pasti akan terlihat indah dan juga cantik tidak lupa karena ia pun membiarkan rambut panjangnya tergerai begitu saja. Kanaya terlihat sangat cantik Bahkan ia terlihat seperti ABG yang masih sekolah.


Setelah beres Kanaya pun turun ke bawah dan langsung mengambil Kenzo di gendongan bibi " Bi Saya pergi dulu, Tolong jaga rumah ya terus kalau misalkan ada mama bilang saja aku sedang ke perusahaan mengantarkan makan siang "


" Baik Nona "


Kanaya tersenyum lalu ia langsung masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan oleh sopir, Kanaya sengaja tidak memberitahu sang suami jika dirinya akan datang ke perusahaan karena Kanaya ingin membuat kejutan untuk sang suami.


Di dalam mobil Kenzo terus melihat ke arah luar, Mungkin ia merasa senang karena bisa jalan-jalan dan melihat dunia luar karena selama ini keju jarang sekali diajak main keluar alasannya untuk keamanan. Karan yang begitu protektif kepada istri dan anaknya membuat Kanaya dan juga Kenzo tidak leluasa untuk keluar rumah apalagi sekarang Wenda telah kembali.


" Apa Kenzo senang kita akan pergi ke tempat kerja Papa? " Tanya Naya yang langsung dibalas angkutan oleh Kenzo " Tapi nanti setelah di sana kamu tidak boleh nakal ya, kasihan papanya kalau kamu nakal "


Kenzo begitu menurut ia langsung menganggukkan kepalanya, membuat Kanaya tersenyum dan juga gemas


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di perusahaan milik Karan, para karyawan yang belum mengetahui bahwa Kanaya adalah istri tuannya mereka memandang sinis kepada Kanaya.


Kanaya yang menggendong Kenzo dan yang satunya lagi membawa sebuah rantang, ya berjalan ke arah resepsionis " Mbak apa Tuan Karan Ada? " Tanya Kanaya ramah


Resepsionis itu melihat penampilan Kanaya dari atas sampai bawah Bahkan ia memberikan tatapan sini kepada Kanaya.


" Apa Anda sudah membuat janji? " Tanya resepsionis itu


Kanaya tersenyum " Belum saya belum membuat janji karena saya berniat ingin memberikan kejutan kepada Tuan Kenzo " Balas Kanya

__ADS_1


" Cih.. Anda siapa berani sekali ingin memberikan kejutan kepada bos kami? Hahahah... " wanita yang tertata tertawa meledek Kanaya " kalian itu Ya saya tahu atasan saya itu sangat tampan kayak dan juga gagah, tapi bisa nggak jangan mengada-ngada dan jangan halu untuk mendapatkan bos saya "


Kanaya membuang Napasnya pelan lalu ia tersenyum.


" Nona Kanaya "


Belum Kanaya berbicara tiba-tiba saja ada yang memanggil nama dirinya " Bams "


Resepsionis itu tiba-tiba saja membulatkan karena wanita yang ada di hadapannya ini mengenali Bams.


Bams berjalan ke arah Kanaya " Nona " Sapa Bams yang langsung memberikan hormat kepada Kanaya


" Kenapa Nona di sini, Kenapa tidak langsung Naik ke atas? " Tanya Bams


Kanaya melirik Resepsionis sekilas " Aku tidak mengetahui Di mana letak tempat kerja suamiku, jadi aku bertanya dulu kepada mbak resepsionisnya "


" Apa Tuan Karan tidak menjemput Nona? "


Bams menganggukkan kepalanya mengerti " Baiklah kalau begitu ayo Ikuti saya Nona " Ucap Bams namun ia menghentikan langkahnya lalu melihat kearah Resepsionis dengan tatapan yang dingin.


Resepsionis itu langsung menelan air ludahnya baru kali ini ia mendapatkan tatapan sedingin itu dari Asisten Boss nya itu.


" mati aku sepertinya Hari ini adalah hari terakhir aku untuk bekerja di sini " Gumam wanita itu yang langsung menundukkan kepalanya


Bams membawakan Kanaya untuk masuk ke dalam lift.


Ting...


" Nona, biar saya yang menggendong Tuan muda " Pinta Bams

__ADS_1


" Tidak perlu, tidak usah repot-repot " Balas Kanya " Oh iya aku ambil lupa kamu jangan macam-macam sama resepsionis tadi, dia melakukan pekerjaannya dengan benar. aku yang salah adalah tidak memberitahukan identitasku " Lanjut Kanaya yang langsung dibalas anggukan oleh Bams.


Kalo Sudah Bams yang turun tangan jangan salahkan dia jika orang itu akan selamat atau masih bekerja di perusahaan ini apalagi ini menyangkut istri bosnya.


Ting...


Katanya dan Bams keluar dari Lift dan berjalan kearah Kantor Karan " ini Nona ruangannya. Silahkan Masuk " Kata Bams Yang mempersilahkan Kanaya untuk masuk kedalam ruangan Karan


Kanaya masuk kedalam ruangan Karan Setelah Bams membukakan pintu, namun tiba-tiba saja Senyum Kanaya luntur ketika melihat seorang wanita yang sedang memegang dada Sang suami.


karena dia melihat pintu terbuka langsung menoleh dan melihat ada istri dan juga anaknya yang di ambang pintu.


" Sayang " Karan terkejut karena melihat Kanaya di sana


" Bams, sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk saya masuk ke dalam " Ucap Kanaya yang langsung menitipkan rantang kepada Bams lalu ia memilih untuk pergi meninggalkan Ruangan sang suami.


" Sial " Kesal Karan ya langsung mendorong sekretarisnya sampai terjatuh


Karan berniat untuk mengejar Sang istri " Bams Urus dia " Ucap Karan kepada Bams


Bams yang tau maksud Tuan nya hanya bisa mengangguk paham.


Setelah kepergian Karan, Bams langsung mendekat kearah Sekertaris Karan yang sudah tersungkur di lantai " Sudah berapa kali saya perlihatkan kamu untuk tidak merayu Tuan Karan, tapi ternyata peringatanku tidak kamu hiraukan " Ucap Bams dingin


" Kenapa saya harus mendengar ucapanmu sedangkan Tuan Karan saja menyukai saya " Ucap Wanita itu tanpa ada rasa malu


Bams menggelengkan kepalanya lalu tersenyum sinis " Kau itu hanya sampah di mata Tuan Karan, sampah yang sudah berani mengusik kehidupan Tuan Karan. Apa kamu tidak ngaca? " Kata Bams " istri Tuan lebih segalanya bahkan istri Tuan lebih muda dari pada kamu, kau yang angkat kaki dari sini atau menunggu security menyeret mu untuk keluar "


" Tidak! aku akan tetap di sini dan mendapatkan apa yang aku mau "

__ADS_1


" Hahhaahha... ternyata dikasih hati malah tidak kau hiraukan Oke kalau gitu biar anak buah saya yang memberikan peringatan kepadamu " Bams langsung menghubungi anak buah nya untuk menyeret Sekertaris yang tidak tau malu ini


Sekertaris itu langsung menelan ludahnya, ia tidak menyangka jika Ucapannya akan membawanya ke jurang api neraka.


__ADS_2