Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
Karan datang


__ADS_3

Kanaya bangun dari tidur nya, ia merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya " Karan " Lirih Kanaya dengan suara seraknya


" Kamu sudah bangun sayang, Ayok tidur lagi Aku makan mengantuk " Karan membawa Kanaya kedalam pelukannya agar Kanaya kembali tertidur lagi


Kanaya menatap sang suami dengan lekat lalu ia pun kembali ikut tertidur.


Jam sudah menunjukkan jam delapan pagi. Kanaya bangun dari tidurnya ia sudah tidak melihat sang suami di samping nya " Karan " Gumam Kanaya " Apa aku mimpi? " Kanaya turun dari tempat tidur lalu ia pergi ke kamar mandi namun


" Apa istriku ini ingin mandi bersama? " Tanya Karan yang ternyata Karan sedang mandi di dalam sana


Karan langsung membawa sang istri kedalam kamar mandi lalu mereka mandi bersama di bawah guyuran air shower mereka melepaskan rasa rindu yang selama ini mereka pendam


Karan begitu hati-hati karena ia tidak ingin melukai anak mereka.

__ADS_1


Setelah selesai di bawah guyuran air shower Karan langsung membawa sang istri ke ruang ganti " Biar aku bantu " Kata Karan yang langsung memasang pakaian untuk Kanaya


Kanaya hampir saja menitihkan air matanya karena ia merasa menjadi wanita yang beruntung telah di perlakukan begitu manis oleh Karan " Sudah. Sekarang kita keringkan rambut mu " Karan langsung mengering kan rambut milik sang Istri


" Karan, kapan kamu pulang? " Tanya Kanaya


Karan tersenyum " Aku pulang subuh tadi, dan aku lihat kamu masih tertidur makanya aku pun ikut tidur di di samping mu " Jawab Karan " Maafkan Aku ya, karena aku terlalu sibuk dengan kerjaan dan hampir mengabaikan mu "


Kanaya tersenyum " Aku tidak apa-apa Karan " Jawab Kanaya " Bukanya sebagai seorang istri yang baik harus mengerti dengan keadaan suaminya "


" Aku mau, Aku sudah merindukan Nenek " Jawab Kanaya


" Baiklah kalo begitu, kamu siap-siap gih " Kanaya langsung pergi untuk bersiap karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Nenek nya yang sudah lama tidak ia temui

__ADS_1


Sedangkan Karan ia memilih pergi ke bawa untuk bertemu dengan ibunya " Mah "


" Anak nakal, akhirnya kamu pulang juga " Kata Bu Erina


Karan duduk di sofa " Karan akan membawa Kanaya pulang ke rumah Nenek nya untuk beberapa hari, jadi mamah tidak apa-apa kan jika mamah di sini sendiri "


" Ngomong apa kamu itu, Mamah sudah biasa di rumah sendiri. Jika kalian sudah sampai di sana kabari Mamah " Pinta Mamah " Jangan kamu sia-siakan kesempatan kamu untuk membahagiakan istrimu, Apa lagi saat ini istrimu sedang hamil, ia Sangat membutuhkan perhatian darimu "


" Iyah Mah, Aku akan selalu membahagiakan Kanaya " Jawab Karan


" lalu bagaimana dengan Winda? " Ucap Bu Erina pelan


" jangan di balas Mah, yang penting saat ini aku ada untuk istriku " Jawab Karan " Aku tidak ingin istriku tau jika Aku dan Winda masih belom bercerai dan Aku malah merawatnya " Kata Karan

__ADS_1


Bu Erina meras kasian kepada putranya ini " Yang sabar ya, Mamah yakin jika ini semua akan segera berlalu " Kata Bu Erina yang mengelus pundak sang anak


Karan menganggukkan kepalanya " Iyah Mah " Jawab Karan


__ADS_2