
Karan yang melihat Putranya masuk ke rumah dengan tergesa-gesa ia langsung menghampiri sang Putra " Kenapa Boy kamu lari-lari? " Tanya Karan kepada Sang putra
Belum Kenzo menjawab pertanyaan sang Papah tiba-tiba masuklah seorang wanita " Wenda " karena semua memberi tatapan dingin ke arah Wenda
" Halo honey apa kabar? " Tanya Wenda sambil tersenyum manis kepada Karan
Karan mengerutkan keningnya, pasalnya Setelah 1 tahun tidak pernah tahu keberadaan Wenda tiba-tiba saja Wenda datang dan menakuti putranya.
" Mau apa kamu ke sini? " Tanya Karan dengan suara dingin
Winda tersenyum lalu ia mendekat ke arah Karan " honey kamu tidak perlu marah-marah seperti itu Lagian aku ke sini kan ingin melihat anak kita. ups.. Maaf maksudku mantan calon anak kita hehehe... " Jawab Wenda tanpa bersalah
" Aku tidak suka dengan basa-basi langsung saja kepada intinya Apa maksudmu datang ke sini? urusan kita sudah selesai dan bahkan setelah perceraian kita kamu kan sudah setuju untuk meninggalkan negara ini dan tidak mengganggu hidupku lagi "
__ADS_1
Wenda semakin mendekat ke arah Karan lalu Ia hendak mengelus pundak Karan namun Karan langsung menggeser posisinya karena ia tidak ingin di sentuh oleh wanita murahan seperti Wenda.
" Ternyata kamu sudah banyak berubah ya Honey, dulu saja kamu paling senang aku sentuh tapi sekarang... " Wenda menggantungkan ucapannya karena melihat Kanaya yang berjalan ke arah mereka
" Nyonya Wenda " Lirih Kanaya. Kanaya cukup terkejut ketika melihat ada Wenda di sana, Setelah sekian lama ia tidak melihat keberadaan Wenda dan tidak mendapatkan gangguan apa-apa dari Wenda namun kini ia harus bertemu langsung dengan Wenda kembali.
" Halo mantan Madu " Sapa Wenda
Jantung Kanaya tiba-tiba saja merasa diremas Ia tidak menyangka jika julukan sebagai madu akan terdengar lagi di telinganya.
" Nyonya Wenda apa kabar? " Sapa Kanaya dengan sopan
Wenda memberikan senyuman sinis kepada Kanaya " Kamu lihat sendiri aku baik-baik saja bahkan lebih baik lagi jika kamu meninggalkan Karan " Bisik Wenda sambil menatap wajah Kanaya
__ADS_1
Iya Wenda masih belum bisa terima dengan perceraiannya dengan Karan bahkan ia menyesali apa yang sudah ya perbuat saat itu, bahkan kali ini Weda datang ingin merebut hati karena kembali dan memulainya dari awal.
" Stop!!! Wenda " Bentak Karan " Jangan pernah kamu mengancam istriku " karena memberikan tatapan tajam ke arah Wenda
" Mamah Huuuuaaaaaaa...... " Kenzo yang melihat interaksi ibu dan ayahnya dan juga wanita asing baginya merasa tidak nyaman makanya ia menangis
" Sayang, Bawa kenzo ke kamarnya " Pinta Karan dengan lembut
Kanaya dengan patuh langsung menggendong Kenzo " Nyonya Wenda Saya permisi dulu, sepertinya Putra saya tidak terlalu nyaman di sini " Pamit Kanaya ya langsung membawa Sang putra ke kamarnya
Sedangkan karang Karan langsung menyeret Wenda keluar dari rumahnya dengan Kasar " Jangan pernah kamu tunjukkan batang hidungmu lagi di sini dan jangan pernah kamu menginjak kaki kotor mu itu di rumah saya karena jika itu terjadi maka jangan salahkan saya jika saya akan melakukan lebih dari ini! " Bentak Karan yang langsung menghempas tubuh Wenda keluar
Mungkin dulu Karan sangat mencintai Wenda dan sangat menyayangi Wenda tapi setelah ia mengetahui bagaimana keburukan istrinya jangankan rasa sayang ataupun rasa cinta yang ada Karan menyesali dirinya yang telah pernah mencintai dan menyayangi Wenda, Andai waktu bisa di putar kembali maka Karan tidak akan pernah Sudi di sentuh oleh Wenda.
__ADS_1