Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
MANGGA MUDA


__ADS_3

Kanaya yang baru bangun dari tidurnya ia tidak melihat keberadaan sang suami di sampingnya " Karan kemana? " Gumam Kanaya yang langsung mencari keberadaan Karan namun langkah Naya terhenti ketika mendengar suara Karan yang sedang menelpon.


" Apa kamu tidak bisa menjaga nya hah!!!Saya hanya pergi baru sehari dan kamu sudah membuat kekacauan " Keluh Karan dengan nada yang marah


" Pokonya, Kamu cari Wenda dan jangan sampai dia melakukan hal yang tidak-tidak! " Lanjut Karan yang langsung mematikan sambungan telpon.


Kanya melangkah ke belakang, ia tidak ingin jika Karan mengetahui jika dirinya menguping pembicaraan Karan.


" Sayang kamu sudah bangun " Ucap Karan yang melihat Naya keluar dari kamar


" Iyah Karan, tadi aku sempat mencari keberadaan mu tapi kamu tidak ada " Balas Naya sambil menampilkan senyuman semu.


" Maaf ya Tadi ada telepon dari kantor makanya aku tadi keluar kamar karena takut mengganggu kamu yang sedang tertidur lelap " Elak Karan.


Sebenarnya tadi Karan menerima telepon dari anak buahnya, mereka melaporkan bahwa Wenda telah pergi dari rumah dan entah ke mana, kemarin juga Wenda sempat mengamuk karena tidak mendapati Karan pulang ke rumah.


" Oh panggilan dari kantor, Ya udah kalau begitu Aku mau mencari sarapan dulu keluar apa kamu ikut? " Tanya Naya yang langsung di balas anggukan oleh Karan


" Sebentar aku mau ngambil dompet dulu " Ucap Karan yang langsung masuk kedalam kamar dan mengambil dompet.


Naya berjalan jalan ke depan rumah, Iya melihat Nenek yang sedang membeli gorengan di gerobak " Nenek " Panggil Naya


" Naya, kamu sudah bangun? " Ucap Nenek


Naya tersenyum " Iyah Nek, ini Naya ingin mencari sarapan " Ucap Naya


" Mana suamimu, apa dia masih tidur? "


" Enggak ko Nek, tadi izin ke kamar dulu " Jawab Naya


" Sayang Ayok " Ajak Karan

__ADS_1


Ibu-ibu yang sedang membeli gorengan langsung menoleh kearah suara Karan yang begitu tampan, Apa lagi saat ini Karan sedang menggunakan celana pendek, dan kaos oblong berwarna Hitam membuat Kulit putih nya itu terpampang nya.


" Ya ampun Naya, suami kamu tampan pisan " Kata ibu itu


" Iyah Naya, pantas aja kamu langsung hamil setelah menikah secara suami kamu tampan begini " Balas ibu yang satu


" Andai saja di kampung ini Para pemuda seperti suamimu mana Naya, sudah pasti anak gadis ibu akan langsung menikahkan nya " Balas Ibu itu " Iya gak Bu "


 " Ah kalo saya mah, gak mau anak saya menikah dengan pria tampan tapi pengangguran, Emang nya anak saya akan kenyang dengan tampan nya saja " Balas ibu itu


Nenek menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan pemikiran ibu-ibu ini " Naya, Apa suamimu itu pengangguran? "


" Kenapa memangnya Bu? " Tanya Naya heran


" Ini kan waktunya bekerja, tapi suamimu malah santai-santai di sini " Ucap Ibu itu " Ingat Naya, sebentar lagi kamu akan melahirkan dan biaya akan semakin meningkat suruh suami bekerja mencari nafkah untuk anak dan istrinya Jangan hanya leha-leha saja " Tuduhnya


Karan ingin membalas ucapan ibu itu hanya saja Naya langsung mencegah lengan Karan dan menggelengkan kepalanya.


" Nek, Naya nitip goreng pisang sama goreng ubi ya " Pinta Naya yang hendak mau pergi namun Karan menghentikan langkahnya.


ibu yang nyinyir Tadi hanya memalingkan kedua matanya, dari pungkiri jika suami Naya emang benar-benar orang berada. ini itu hanya tidak terima saja jika saya hidupnya lebih beruntung daripada putrinya makanya dia menyiyir suami Naya.


Siapa yang tidak akan iri melihat kesuksesan Naya yang telah mendapatkan suami yang tampan kaya dan juga tajir apalagi Mobilnya pun mewah.


Nenek yang sudah mendapatkan pesanannya Ia pun langsung kembali ke rumah.


Di jalan Naya dan juga Karan mereka berhenti di salah satu warung nasi uduk " Bu, Nasi uduk nya tiga ya " Pinta Naya kepada ibu tukang nasi uduk


" Iyah Naya " Jawab Si ibu tukang nasi uduk siapa yang tidak kenal dengan Naya, gadis desa yang telah menikah dengan orang kota yang membuat kehidupan Naya berubah drastis.


Naya dan Karan duduk di kursi yang kosong " Sayang, apa kamu sering beli nasi uduk di sini? " Tanya Karan

__ADS_1


" Tidak " Jawab Naya " dulu aku nggak pernah beli nasi uduk, daripada aku harus beli nasi uduk rp15.000 dua porsi Lebih baik aku beli beras 1 kilo bisa dimasak hari hehehe.. " Balas Naya


Karan lagi-lagi merasa miris mendengar cerita Naya, panas saja jika Naya telah tumbuh menjadi gadis yang kuat ternyata Naya memang sudah terlatih dengan kehidupan yang sulit.


" Tapi itu dulu sekarang aku bisa membeli apa saja yang aku mau hehehe.. "


" Maka belilah apapun yang kamu mau, bahkan jika kamu ingin menghabiskan uang milikku bukan aku tak jadi masalah selama kamu bahagia " Balas Karan tersenyum


Karan menggenggam tangan Naya " Aku akan melakukan apa saja untuk kebahagiaanmu "


Naya tersenyum " Naya ini pesanan nya " Ucap Ibu itu


Karan langsung mengambil kantong kresek dan memberikan selembar uang kepada Ibu nasi uduk " Ini kembaliannya "


" Tidak perlu, Untuk anak ibu jajan saja " Tolak halus Karan yang langsung di balas ucapan terimakasih dari si ibu penjual nasi uduk.


Di jalan Karan tidak melepaskan genggaman tangannya, mereka berjalan dengan saling gandengan tangan. Mereka terlihat pasangan suami istri yang serasi.


" Stop Karan " Pinta Naya


" Ada apa? " Tanya Karan


" Aku ingin mangga itu " Tunjuk Naya ke pohon mangga yang lebat dengan buah


" Yaudah kalo begitu kita beli Mangga " Ucap Karan


Naya menggelengkan kepalanya " Aku tidak ingin beli, Aku ingin mangga muda yang ada di pohon itu " Rengek Naya


" Tapi Sayang, Aku tidak tau pemiliknya siapa " Balas Karan yang bingung


jangankan Karan, Naya saja tidak tau milik siapa pohon mangga itu secara pohon mangga itu tumbuh di tengah-tengah sawah yang entah siapa pemiliknya.

__ADS_1


" Aku gak mau tau, Kamu harus cari tau punya siapa dan aku ingin mangga itu, kalo enggak jangan harap nanti malam kamu bisa jenguk anak mu " Ancam Naya yang langsung meninggalkan Karan di sana


Karan menggaruk kepala yang tidak gatal, ia harus mencari pemiliknya kemana " Ya ampun Kenapa orang hamil menyusahkan sekali " Gumam Karan heran.


__ADS_2