
Tok..tok... Tok...
" Masuk "
" Honey, Kenapa kamu semalam tidak pulang dan Kenapa aku telepon nggak kamu? " keluh Wenda yang masuk kedalam ruangan Karan
Karan seperti enggan untuk menoleh namun Ia terus melanjutkan pekerjaannya " tidak perlu aku kasih tahu bukannya aku sudah memberitahumu jika aku sedang sibuk di perusahaan, lalu apalagi? " Jawab Karan " kerjaan ku bukan hanya mengurus kamu saja tapi aku juga mempunyai kewajiban untuk mengurus perusahaan "
" kan kamu memiliki asisten Buat apa kamu memiliki asisten Jika kamu harus lembur dan sampai tidak pulang hanya mengurus pekerjaan. sekarang kamu tahu kan kalau aku tuh sangat rindu sama kamu Aku tuh nggak bisa jauh-jauh dari kamu "
" jangan lebay, aku sudah mengizinkan kamu untuk tinggal di rumah utama Jadi jangan terlalu banyak menuntut "
" kamu tuh kenapa sih, aku tuh ingin tinggal di rumah utama itu bersama kamu bersama mama dan kita bisa kumpul bersama bukan begini " Keluh Wenda
Brak...
Wenda langsung terkejut karena Karan yang menggebrak meja " Karan, Aku terkejut "
" Jika kamu tidak ingin melihat ku lebih dari ini lebih baik kamu pergi dari sini, dan nikmat apa yang sedang kamu nikmati sebelum aku benar-benar mengambilnya " Ancam Karan dengan tatapan dingin " Dan satu lagi jika permainan mu sudah usai segeralah kamu angkat kaki dari rumah ibuku karena aku tidak sedih menampung seorang pembohong seperti dirimu "
__ADS_1
Deg...
Wenda langsung membulatkan kedua matanya ketika mendengar ucapan Karan kepada dirinya, Wenda mencoba menggelengkan kepalanya Ia terus terus menepis jika sudah mengetahui semua kebohongan nya
" kamu ngomong apa Honey, Jika kamu sedang tidak ingin aku kangen ya udah aku akan kembali ke rumah sekarang tolong biarkan kamu menyelesaikan pekerjaanmu " Ucap Wenda setenang mungkin agar Karan tidak mencurigai dirinya
Karan tersenyum sinis lalu memalingkan wajahnya kearah Lain " Sampai Kapan kamu akan membohongiku dan juga mama dan Sampai Kapan kamu akan mengganggu hidupku? "
" Honey,.. " Wenda membawa kursi rodanya kearah Karan " Kamu itu ngomong apa aku tidak mengerti, Baiklah aku pulang sekarang oke " Wenda langsung meninggalkan ruangan kerja karan
Karan mengepalkan kedua tangannya, ia benar-benar tidak habis pikir kepada Wenda yang seolah-olah dirinya tidak mengetahui rahasia Wenda.
Jam sudah menunjukkan jam 16.00 sore Kanaya yang sudah bersiap-siap untuk menyambut sang suami Ia pun langsung bergegas menyiapkan semua keperluan sang suami.
Kanaya juga sudah meminta kepada Bibi untuk menyiapkan makan, bukan Kanaya tidak ingin menyiapkan hanya saja saat ini dirinya sedang tidak ingin masuk ke dalam dapur apalagi mencium bau-bau aroma dapur.
Ceklek...
Kanaya langsung menyambut kedatangan karang dengan senyum yang begitu manis " Mas, kamu sudah pulang "
__ADS_1
Karan yang mendapat panggilan Mas yang langsung mengembangkan sinyalnya dan memeluk Kanaya " Aku suka panggilan itu, teruslah memanggil ku dengan sebutan itu. Cup " Karan Mencium kening Kanaya
Kanaya membalas pelukan Karan " jangan terlalu erat Mas kasihan anakku yang engap dipeluk oleh ayahnya " Keluh Kanaya
" Hehehe.. Maafkan aku sayang. Aku lupa jika saat ini Istriku ini sedang hamil " Ucap Karan
" Ayok Masuk " Ajak Kanaya
Karan langsung membawa Kanaya untuk masuk kedalam " Mas, Mau mandi dulu atau mau ngopi dulu? " Tawar Kanaya
" Kalo aku ingin Makan kamu dulu bagaikan? "
Plak..
Kanaya menepuk lengan Karan " Jangan begitu Mas, masih ada Mbak " Tegur Kanaya
" Hehehe... biarkan saja, toh dia juga pasti pernah merasakannya " Balas Karan. Karan merangkul pinggang Kanaya lalu membawa Kanaya ke dalam kamar.
Sudah tau dong, kalo Karan membawa Kanaya ke dalam kamar pasti akan ada lagi Naik-naik ke puncak gunung hehehe...
__ADS_1
Setelah melakukan ritual Naik-naik ke puncak Gunung, Karan Langsung meminta Bibi untuk membuatkan Makanan dan mengantarkannya ke dalam kamar.