Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
BANTUAN ORANG ASING


__ADS_3

Silva datang dengan Tergesa-gesa Ia merasa Menyesal karena sudah Berjanji kepada Kanaya Untuk bicara kepada kedua orang tuanya namun " Naya "


Kanaya yang sedang duduk langsung menoleh " Silva "


" hiks... Naya. Maafkan Aku "


" kamu kenapa? " Tanya Kanaya


" maafkan aku kalo Aku tidak bisa membantumu. Kedua orang tua Aku gak punya uang sebanyak itu " Lirih Silva


Kanaya mengedipkan matanya harapannya telah runtuh " ia tidak Apa-apa Silva, Biar aku cari pinjaman ke orang lain " kata Kanaya


" Dan Maaf juga, Kalo aku tidak bisa menemanimu karena aku harus pergi ke kota sekarang juga "


Kanaya membuang napasnya pelan " Iya tidak apa-apa Silva. Kamu hati-hati di jalan ya Dan belajar yang benar biar kamu cepat sukses " Kata Kanaya tulus


Silva menganggukkan kepalanya lalu ia memekik Kanaya. Silva benar-benar merasa bersalah karena dirinya harus pergi di saat Sahabatnya sedang kesusahan.


Setelah sepi. Kanaya menatap Neneknya di luar Ruangan ICU " Nek, jangan tinggalkan Kanaya Nek hiks.. Kanaya harus cari yang kemana buat biaya operasi Nenek "


" Saya akan bantu kamu "


Kanaya yang sedang Bersedih ia langsung menoleh kearah suara " Anda siapa? " tanya Kanaya


" Tidak perlu kamu tau siapa Saya, Tapi Saya akan bantu kamu " Kata Pria yang menyenderkan tubuhnya di tembok


Kedua mata Kanaya Langsung berbinar ia Langsung mendekat kearah si Pria " Tuan serius? " Tanya Kanya


Pria itu menganggukkan kepalanya " Tapi Ada Syaratnya "


" Apa Tuan, Saya akan melakukan apa saja Asalkan nenek saya sembuh " kata Kanaya Sungguh-sungguh


" Aku akan Membayar mu 1M Asal Kamu mau Hamil Anakku, Setelah kamu Melahirkan kamu bebas pergi kemana saja asalkan Tidak menampakkan diri di hadapan anakku karena setalah anak itu lahir ia akan menjadi Anakku dan juga istriku "


Deg...

__ADS_1


Hati Kanaya merasa di remas kenapa dirinya harus di hadapkan dengan keadaan yang sangat sulit seperti ini, Walaupun Kanya ragu tapi Karena ini demi sang Nenek Dengan terpaksa Kanaya Menerima Tawaran itu


" Baik, Saya terima tawaran Anda tapi Anda harus menikahi saya dulu karena saya tidak ingin hamil di luar nikah Dan satu lagi " Kanaya menghentikan ucapannya " Saya ingin melanjutkan kuliah "


" Dil " Jawab si Pria itu Sambil sambil tersenyum kearah Kanaya


Bukan Tanpa Alasan Kenapa Kanya Ingin melanjutkan untuk kuliah, Uang 1M tidak seberapa Jika di simpan pasti Akan habis juga tapi Jika ilmu Tidak akan Ada habisnya.


Jangankan Ingin membalas senyuman si Tuan, Yang Ada Kanaya merasa sedih dengan jalan hidupnya yang sebentar lagi Akan hancur.


Setelah Pertemuan pertama Kemarin Tuan Karan Dan Kanaya langsung melangsungkan pernikahan di Salah satu KUA dengan di saksikan oleh Pak RT dan Pak RW.


" Selamat ya Kanaya, Sekarang Kamu udah menjadi Istri Dari Tuan Karan " kata Bu RT mengelus Wajah cantik Kanaya


" Terimakasih Bu " Jawab Kanaya Dengan senyuman paksa


Siapa yang mau menikah dengan Pria yang tidak Di cintai Dan siapa Juga Yang mau hidup dengan Orang asing Tapi Apa daya jika ini sudah suratan Takdir, Kanya yakin Stelah badai berlalu Akan Ada pelangi.


Tidak Ada Yang tau Pernikahan apa yang di jalani Oleh Kanaya, yang meraka tau Jika Kanaya menikah itu Karena Dorongan Dari kekasihnya Yang sudah tidak sabar ingin menikahi Kanaya.


Setelah perjalanan Jauh Akhirnya Kanaya sampai juga di Rumah yang megah Dan juga mewah " Sayang " panggil Karan kepada sang Istri


Keluarlah seorang wanita Cantik Yang langsung seksi dan juga anggun " Halo baby. Kamu sudah pulang? " Ucap Istri Karan yang langsung menc_m bi_r Karan


Kanaya langsung memalingkan wajahnya ketika Melihat Karan dan juga istrinya yang saling mel_t. Wenda Langsung Menghentikan Aksinya ketika Melihat Seorang wanita muda " Baby, Ini siapa? " Tanya Wenda Istri Karan


Karan membuang napasnya Baru saja dirinya ingin melepaskan Rindunya kepada sang Istri " perkenalkan dia ini Madumu yang Akan Mengandung Calon Anak kita. nama nya Kanaya " Jawab Karan " Kanaya, Perkenalkan Ini Istri saya Nama nya Wenda "


Wenda langsung menyeliksik Kanaya Dengan Penuh selidik Tidak hanya itu Wenda melihat Kanaya dari Atas sampai bawah lalu tersenyum tipis " Halo Kanaya, Perkenalkan Saya Wenda Istri dari Karan " Wenda Mengulurkan Tangannya Kearah Kanaya


Kanaya langsung membalas Uluran tangan Wenda " Semoga kita Akur ya " ucap Wenda yang langsung memeluk Sang suami " Baby, biarkan Kanaya istirahat di kamarnya " Kata Wenda


" Iyah Honey " Jawab Karan yang langsung memanggil Pelayan untuk mengantarkan Kanaya ke Kamarnya " Ikutlah dengan Pelayan, dia akan menunjukan dimana kamar mu " Kata Karan dingin


Dengan Patuh Kanaya langsung mengikuti pelayan " Silahkan Nona " Ucap Pelayan

__ADS_1


" Terimakasih Mbak " Kata Kanaya Sambil tersenyum Lalu ia masuk kedalam kamar yang cukup besar dan megah " Wah.. kamarnya besar banget " Kanaya cukup kagum " Bukan hanya rumah yang besar Tapi kamarnya pun Cukup besar "


Pelayan tadi tersenyum mendengar Ucapan Kanaya " Nona, Apa ada yang Anda butuhkan lagi? "


Kanaya langsung menoleh " Tidak Mbak, Ini sudah cukup " Jawab Kanaya Sambil tersenyum


" Baiklah kalo sudah tidak ada yang di butuhkan lagi, Saya ijin permisi " Kata pelayan itu sopan


Setelah kepergian Pelayan Kanaya menaruh tas Yang ia bawa Lalu duduk di ujung Tempat tidur " Kasurnya juga sangat empuk " Gumam Kanya " Tapi sayang, Aku tidak bisa menikmati kemewahan ini bersama Nenek, Tapi aku janji jika semua ini telah usai Aku akan bahagiakan Nenek dan Hidup bahagia dengan Nenek. Semoga Nenek cepat sembuh dan pulih kembali, Maafkan Aku Nek, Naya tidak menunggu Nenek siuman " Gunma Kanya yang merasa sedih


Di kamar Karan. Karan dan Wenda sedang beradu kasih mereka saling membelit dengan Keringat yang bercucuran


" Aaaaahhhhh.... "


Karan telah Samapi di Puncak ia menekan Sosis Miliknya Agar benih Kental Hangat itu masuk dengan sempurna


Selama ini Karan Selalu berusaha Agar sang istri bisa hamil namun Apa daya Pernikahan yang ia bina selama Lima tahun Ini Belum juga di karunia seorang Anak apa lagi kedua orang tuanya Selalu meminta Cucuk membuat Karan harus memutar Otak Agar bisa mendapatkan keturunan tanpa harus meninggalkan sang istri


Rasa Cinta Karan Kepada Wenda Cukup besar sehingga dirinya Dengan Tega membeli Rahim dari Wanita lain Agar orang tuanya tidak mengusik Rumah tangganya lagi apa lagi menyuruh dirinya untuk Bercerai dengan Wenda.


" Kamu sangat Nikmat honey " Puji Karan yang mengecup Bi_r Wenda


Wenda tersenyum " Baby, Besok aku akan pergi Keluar Negri "


Karan Mengerutkan keningnya " Kenapa? " tanya Karan


" Aku tidak ingin berada di sini Lalu mendengarkan Kalian Berci-n Hatiku sakit " Lirih Wenda dengan raut wajah yang sedih


Karan memeluk Wenda dengan lekat " pergilah. Maafkan Aku " kata Karan


Wenda langsung menggelengkan kepalanya " Tidak, Ini bukan salah Mu Baby, tapi Ini salahku yang tidak bisa Hamil Anakmu hiks... "


" Sudah jangan sedih, jangan buat Aku semakin merasa bersalah Honey. pergilah kemanapun yang kamu mau, Aku akan Mengirimkan Uang untukmu " Kata Karan " Tapi setelah Kanaya hamil kamu harus segera pulang dan Melanjutkan rencana kita "


Wenda Menganggukkan Kepalanya " Terimakasih Baby. Aku akan Pulang ketika Wanita itu hamil "

__ADS_1


__ADS_2