Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
INGIN MENYUDAHINYA


__ADS_3

Karan yang mendapatkan kabar Jika Wenda saat ini berada di rumah ibunya, Iya langsung memutuskan untuk pulang ke kota tanpa membawa Naya. Karan sengaja tidak membawa Naya karena ia tidak ingin Naya mengetahui jika saat ini Wenda berada di rumah ibunya, sekarang juga tidak ingin jika Wenda menyakiti Naya dan juga calon anaknya.


Naya tidak menaruh curiga dengan kepergian Karan, karena Karan pamit pulang ke kota itu untuk meeting penting dengan Klien.


" Naya, Ayok makan dulu " Ajak Nenek yang menaruh Makanan di atas meja makan


" Eum.. Iya Nek " Jawab Naya yang langsung mengambil piring miliknya dan juga memakan makanan yang ada di meja makan " lauknya enak banget nek, nenek bikin? " Tanya Naya


" Enggak, tadi ada yang lewat jadi sekalian aja Nenek beli lauk pauk untuk kita makan " Jawab nenek


Naya mengangguk paham lalu iya menikmati makanan yang ada di meja makan dengan sang nenek.


Sedangkan di Kota, Karan tergesa-gesa masuk kedalam rumah miliknya " Mamah saya Diman? " Tanya Karan kepada pelayan


" Ada di taman Den, berdansa Nyonya Wenda " Jawab Pelayan itu


Karan membuang Napas beratnya lalu ia berjalan kearah Taman, namun langkah Karan terhenti ketika melihat Ibu dan juga Istrinya itu sedang tertawa riang seolah tidak ada masalah apa-apa. Karan menatap dua wanita yang berbeda usia itu " Kenapa kamu tidak sendiri dulu seperti ini, andaikan saja kamu seperti ini dari dulu mungkin aku tidak akan pernah mencari wanita lain untuk mengandung anakku dan menjadikan Naya sebagai korban dalam rumah tangga kita " Gumam hati Karan


" Honey " Panggil Wenda yang sadar akan kehadiran sang suami


Bu Erina pun langsung menoleh kearah Karan " Hei " Sapa Karan " Mah "


Bu Erina masih tidak bergeming Iya mencari sosok wanita yang selama ini menjadi menantunya, karena tidak menemukan yang ia cari, Bu Erina pun memberikan kode kepada Karan.


Karan yang mendapatkan kode hanya mengedipkan kedua matanya lalu ia melihat ke arah Wenda " sedang apa kamu di sini? bukannya kamu paling tidak suka datang ke rumah mama? " Tanya Karan


Wenda langsung menegang tangan karan " Aku ingin pindah ke sini dan memperbaiki semuanya, bukannya Mama juga menyayangi aku jadi ini saatnya aku untuk membalas kasih sayang mamah kepadaku. Aku ingin kita tinggal di sini dan jadi keluarga yang harmonis " Pinta Wenda


Gleg...


Karan menelan air ludahnya sendiri, Mana mungkin dirinya meng ia akan keinginan Wenda, Jika Wenda tinggal di sini lalu Naya?


" Mamah mau pergi dulu, soalnya ada arisan hari ini " Ucap Bu Erina kepada Karan. Bu Erina memberikan waktu untuk Karan dan juga Wenda bicara.


" Kita pulang " Ucap Karan yang langsung mendorong kursi roda yang di gunakan oleh Wenda


" Loh kenapa Karan? " Tanya Wenda heran

__ADS_1


" Aku yang merasa heran sama kamu, Dulu kamu tidak pernah suka tinggal di rumah mama dan sekarang kamu tiba-tiba saja ingin tinggal di sini apa sebenarnya kamu mau? " Kesal Karan


" Kenapa kamu marah? apa salah jika aku ingin memperbaiki semuanya dan apa salah jika aku ingin menjaga Mama juga di sini. atau jangan-jangan ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku? " Tanya Wenda dengan penuh selidik


" jangan ngaco kamu, Aku hanya tidak ingin mamah kelelahan mengurus kamu di sini kamu pikiran Mamah itu pengasuh kamu apa " Keluh Karan " Pokonya kamu tidak boleh tinggal sini "


" Pliss Karan, Aku mohon ijinkan aku untuk tinggal di rumah Mamah, walaupun hanya untuk beberapa hari " Pinta Wenda yang memohon kepada Karan.


Sipat Wenda benar-benar berubah, Ia menjadi wanita yang tidak seperti dulu.


" Hanya dua hari, setelah itu kembali ke rumah mu " Ucap Karan yang langsung meninggalkan Wenda di sana


Wenda melihat kepergian suaminya langsung memalingkan pandangannya ke arah lain.


~ HARI BERIKUTNYA


Siang ini Wenda, Karan dan juga Bu Erina sedang makan siang di meja makan, Makanan yang di buatkan oleh Wenda. Tumben bukan?


" Mamah baru tahu jika kamu pintar memasak " Puji Bu Erin


Wenda tersenyum " Aku juga masih belajar ko mah, Dan aku juga di bantu bibi " Balas Wenda


Ting nong...


" Siapa yang datang " Ucap Bu Erina


" Biar aku bukakan Mah " Tawar Wenda


" Tidak perlu, biar Bibi saja yang membukanya " Timbal Karan


Bibi pun langsung pergi ke pintu depan dan membuka pintu, Bibi melihat wanita cantik yang sedang tersenyum kepadanya.


" Siapa bi? " Tanya Bu Erina yang berjalan kearah Pintu depan dan... " Kanaya "


" Mah " Ucap Kanya yang langsung memeluk Bu Erina


" Naya Sayang, apa kabar Kenapa kamu baru pulang? " Tanya Bu Erina gugup

__ADS_1


Wanita hamil itu tersenyum " Aku sengaja ingin memberikan kejutan untuk mama dan juga Karan, maaf ya Jika Kanaya tidak bilang-bilang akan pulang " Ucap Naya


" Karan Mana Mah? " Kanaya langsung berjalan ke dalam rumah dan dia mencari keberadaan suaminya namun langkah Naya langsung berhenti ketika melihat Wenda yang sedang menyuapi Karan


Deg...


" Naya " Karan langsung melebarkan kedua bola matanya ketika melihat istri mudanya ada di sana


Wenda terlihat asing ketika melihat Naya " Siapa Wanita hamil itu Honey? " Tanya Wenda


Karan tidak menjawab pertanyaan Wenda, Iya langsung berjalan ke arah Kanaya " Kenapa kamu pulang, Bukannya aku bilang nanti saja aku jemput kamu di sana " Ucap Karan. Karan langsung membawakan Kanaya ke ruang tamu


" Aku pulang karena mau ada ujian Online Apa kamu lupa? " Ucap Naya dingin


" Hai Kamu siapa ya? " Sapa Wenda dengan senyum manisnya


Naya menoleh kearah Karan lalu melihat Ibu mertuanya selalu menginginkan dirinya untuk tidak berkata jujur.


Naya langsung tersenyum " Maaf Nyonya, Saya Naya. Saya adalah salah satu pelayan di rumah ini, dan kedatangan saya ke sini untuk mengambil barang-barang yang telah tertinggal " Balas Naya


Deg...


Karan menatap istri mudanya itu dengan lekat " kenapa dia bicara seperti itu, dan kenapa tidak berkata jujur saja kepada Wenda "


" Oh.. " balas Wenda


" Maaf Tuan, Nyonya. Saya mau minta ijin untuk mengambil barang-barang saya yang telah tertinggal " Ijin Kanaya kepada Karan dan juga Bu Erin


Naya langsung melangkah ke kamar yang selama ini ia gunakan.


" Loh ko ke kamar itu " Keluh Wenda


" Diam " Ucap Karan yang langsung mengejar Naya


Wenda yang merasa curiga ia langsung meminta penjelasan dari Ibu mertuanya Namun, Bu Erina memilih tetap diam.


Di dalam Kamar Karan langsung mengunci pintu kamar " Naya apa maksud kamu bicara seperti itu kepada Wenda "

__ADS_1


Naya yang sedang merapihkan barang-barang miliknya ke dalam koper ia langsung menatap suaminya " Seharusnya aku tidak datang hari ini, dan seharusnya aku tidak menginginkan lebih darimu dan seharusnya aku tidak terlena oleh ucapanmu " Kata Kanaya " Mari kita sudahi rumah-rumahan ini " Pinta Naya


" Apa kamu bilang? "


__ADS_2