
Deg...
.Jantung Karan seketika terhenti mendengar penuturan Naya, Darah yang tadi nya mengalir normal kini telah terhenti, wajah mulai memerah tatapan yang begitu dingin.
" Ucapkan sekali lagi " Ucap Karan dengan suara dinginnya
" Aku ingin menyudahi ini semua! " Ucap Naya yang sedikit meninggikan suaranya " Auh.. Sakittt " Naya tiba-tiba saja memegang perut karena merasa sakit yang luar biasa.
" Sayang, Naya " Panggil Karan yang khawatir dengan keadaan Naya
" Perutku sakit Karan " Lirih Naya yang kesakitan
Karan dengan sigap langsung membawa Naya ke rumah sakit, Bu Erina dan juga Wenda merasa heran karena melihat Karan yang begitu khawatir
" Mah, ada apa dengan Pelayan itu, dan kenapa Suamiku yang menggendong nya " Kata Wenda yang merasa tidak terima
" Mungkin terjadi sesuatu dengan mereka " Balas Bu Erina yang merasa ikut Khawatir dengan keadaan menantunya saat ini " Kamu tunggulah di sini, biar Mamah menyusul mereka " Ucap Bu Erina yang tidak ingin hanya tinggal diam saja.
__ADS_1
Di rumah sakit Kanaya langsung di periksa oleh dokter ahli kandungan, Karan tidak ingin jika Istri mudanya itu di tangani oleh dokter yang masih di bawah standar menurutnya. Orang kaya mah bebas mau memilih dokter yang bagaimana juga.
Karan duduk di luar ruangan pemeriksaan ia begitu cemas dengan keadaan Naya saat ini.
Ceklek..
Dokter keluar dan memberitahu Karan agar lebih hati-hati lagi dalam menjaga istrinya, di larang stres, banyak pikiran apa lagi Sebelumnya Kanaya pernah mengalami pendarahan itu sangat membahayakan kondisi Ibu dan juga anaknya.
Karan langsung terjatuh lemas ketika mendengar penuturan Dari Dokter, Karan benar-benar merasa bersalah kepada istrinya karena sudah membuat Istrinya itu masuk ke rumah sakit.
Karan menatap sendu sang Mamah lalu menjelaskan bagaimana keadaan istrinya saat ini
Bu Erina menitip mulut dengan tangannya, ia tidak menyangka jika Menantunya itu sedang tidak baik-baik saja.
" Lalu apa rencanamu selanjutnya, tidak mungkin kamu akan membawa Naya ke rumah Mamah saat ini "
" Aku sudah menyiapkan Apartemen Untuk Istriku, dan untuk sementara Istriku akan tinggal di Apartemen sampai kondisi membaik " Jawab Karan
__ADS_1
Karan kemarin ketika ia pulang ke kota Langsung menyuruh anak buahnya untuk mencarikan Apartemen pribadi untuk istri mudanya itu, tidak mungkin Karan akan membawa Kanaya ke Apartemen yang sudah di ketahui oleh Wenda itu namanya sama saja bohong.
" Kalo begitu kita lihat kondisi Naya saat ini " Ajak Bu Erina kepada Karan
Ibu dan Anak itu masuk kedalam ruangan Kanaya, Dan ternyata Kanaya sudah sadar dari pingsannya.
" Kanaya Sayang " Panggil Karan " Mana yang sakit, bilang kepadaku? " Tanya Karan
" Iyah nak, Apa yang sakit? " Tanya Bu Erina
" Hatiku yang sakit Mah " Jawab Kanaya dengan lemas
Karan memejamkan matanya sebentar lalu ia mengelus rambut sang istri dengan lembut " Maafkan aku, Maafkan aku karena aku tidak berkata jujur kepadamu " Lirih Karan Yang merasa bersalah dengan semuanya
Bu Erina menatap Putranya yang begitu menyesal karena telah membohongi Kanaya, Ia merasa kasian
" Apa di hatimu sudah tidak ada ke jujuran untukku? Apa karena aku adalah wanita pengganggu rumah tanggamu sehingga kamu berbohong kepadaku? Hahaha... Mungkin aku nya saja yang terlalu berharap lebih kepadamu " Ucap Naya dengan suara dingin
__ADS_1