
Hari berganti Minggu, Minggu sudah berganti bulan dan kini Tak terasa sekarang baby Kenzo sudah berusia satu tahun, Ia sangat imut dan menggemaskan apa lagi dengan celotehannya yang tidak jelas membuat yang mendengarnya tertawa.
Dan baru Beberapa bulan yang lalu Karan sudah resmi lepas dari jeratan Wenda dengan bukti-bukti yang ia kumpulkan dan juga sedikit ancaman yang ia berikan kepada Wenda, tidak mudah untuk sekarang menyingkirkan benda karena benda yang begitu licik dan juga licin seperti belut.
Karena bukti yang diberikan oleh Karan sangat pailid akhirnya Wenda pun menyerah dan melepaskan karan. tidak hanya melepaskan tapi benda juga meminta sebagian saham jatuh kepada dirinya Anggap saja ini ada kompensasi untuk dirinya Yang Sudah menemani kalian selama ini.
bagi Karan saham yang diminta oleh Wenda itu tidak seberapa Lagian istri dan juga anaknya lebih berharga daripada saham itu.
Seperti saat ini Kanaya yang sedang sibuk di dapur dikejutkan dengan Sang putra yang berjalan ke arahnya dengan menutup kepalanya dengan selimut miliknya
" Hai Nak, Apa yang kamu lakukan Kenapa kamu memakai penutup kepala Hm... " kan ayah langsung meraih tubuh mungil Sang putra lalu membuka selimut yang menutupi kepalanya
" Bbbbaaaaa.... " Ucap Kenzo dengan menunjukkan gigi yang baru tumbuh beberapa itu
Kenzo terlihat sangat menggemaskan bahkan Kanaya tertawa melihat kegemasan putranya.
" Hahahah... anak mana pintar sekali ya " Gemas Kanaya yang langsung mencium pipi Kenzo dengan bertubi-tubi.
__ADS_1
Kenzo semakin tertawa geli ketika Kanaya mencium dirinya " Wah Ayah nggak diajak ajak nih " Keluh Karan yang berjalan ke arah anak dan istrinya
Tadi Karan sedang berada di ruang kerja miliknya namun fokusnya teralih ketika mendengar tawa Sang putra yang begitu menggemaskan.
" lihat tuh Papa datang " Ucap Kanaya kepada Kenzo
Kenzo langsung turun dari gendongan sama mama lalu ia berlari kecil ke arah sang Papah
" Hap " sekarang langsung menggendong Sang putra dan mencium pipi Sang putra dengan gemas
" Kenapa Putra Papah ini hm... apa kamu mengganggu Mama lagi? " tanyakan kepada putranya
" anakmu tidak menggangguku hanya saja Iya tadi datang ke sini dengan menutup kepalanya dengan menggunakan handuk otomatis sangat lucu dan aku pun ikut tertawa melihatnya " Balas Kanaya " dan kamu ingin tahu ketika aku buka penutup kepalanya dia bilang apa? "
" Apa? "
Kenzo menutup wajahnya dengan kedua tangan lalu membukanya " Bbbaaaaa..... " Kenzo itu lucu membuat Karan pun ikut tertawa
" Hahhaah... pantas saja mamamu tertawa ternyata Anak Papah ini sangat lucu "
__ADS_1
Kanaya menggelengkan kepalanya " karena kerjaan Papa sudah beres Jadi sekarang giliran papa yang menjaga Kenzo karena pekerjaanku belum beres di dapur " Kata Kanaya yang langsung di anggukan oleh Karan
Kanaya kembali melanjutkan aktivitasnya di dapur karena tadi ia harus terhenti ketika melihat putranya yang datang ke dapur dengan menggunakan penutup kepala.
karan membawa Kenzo ke taman depan rumah, kebetulan di taman depan rumah rerumputannya bagus untuk di pakai main bola " Ayok nak, lempar ke sini. " pinta Karan
Kenzo pun menendang bola kearah Sang Papah, mereka sangat begitu asyik untuk bermain bola bahkan tidak hanya karena dan juga Kenzo Kalian juga mengajak penjaga kebun untuk bermain bola bersamanya agar semakin ramai.
Karena sekarang sudah mulai lelah Ia pun menitipkan keju kepada penjaga karena Karan akan mengambil air minum ke dalam rumah.
"Halo ponakan Tante " Sapa seorang wanita yang berjalan kearah Kenzo
kenzo langsung mengerikan tatapan sinis kepada wanita itu karena ia tidak mengenali Siapa wanita yang berjalan ke arahnya.
" kenapa, Kenapa kamu mereka tatapan seperti itu kepada Tante? " Tanya Wanita itu yang berusaha mendekati Kenzo namun yang tidak suka dengan orang asing ia langsung pergi meninggalkan taman dan langsung berjalan ke dalam rumah
" Maaf Nona, Nona siapa ya? " Tanya Pekerja
" Bukan urusan mu " sinis Wanita itu langsung mengikuti Kenzo ke dalam rumah.
__ADS_1