
Kanaya membuka kedua matanya, pertama yang ia lihat adalah sang suami yang sedang menatap dirinya dengan lekat lalu tersenyum kearahnya.
" Morning sayang " Sapa pria yang sudah di rindukan oleh kanaya..
" Karan " Lirih Kanaya yang belum sadar sepenuhnya lalu ia mengedip-ngedipkan kedua matanya dan... " Mas, mas sudah bangun " Ucap Kanaya yang langsung terkejut dan memeluk sang suami.
Semalaman dirinya menunggu sang suami sadar dan kini paginya di sapa oleh pria yang ia rindukan.
" Maafkan Aku mas, maafkan aku hiks... "
" Loh kenapa kamu minta maaf " Ucap Karan yang melerai pelukannya dan mengusap air mata yang sudah membasahi pipi istrinya " Kamu tidak salah sayang, Aku yang salah karena tidak hati-hati "
Kanaya semakin terisak dan memeluk sang suami, benar-benar merasa bersalah atas apa yang telah terjadi kepada suaminya kemarin siang. andai saja jika dirinya tidak lari dan mendengarkan penjelasan dari suaminya mungkin saat ini mereka sedang sarapan di rumah utama bersama anaknya.
" Aku yang salah Mas, Andai saja aku tidak lari dan tidak membuatmu khawatir Mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi " Lirih Kanaya
Karan tersenyum lalu ia melumet sekilas Bi bir manis milik sang istri " Kamu tidak salah Sayang, kamu berak marah karena aku ini suamimu. itu tandanya kamu sayang kepadaku " Goda suaminya yang membuat Kanaya membulatkan kedua matanya
" Siapa yang tidak akan cemburu ketika melihat suaminya sudah dipegang-pegang oleh wanita lain, Jika berbalik kepadamu apa yang akan kamu lakukan ketika melihat aku sedang di medan-pegang orang yang lain? " Tanya Kanaya
" Akan aku batalkan kedua tangannya karena sudah berani menyentuh milikku "
" Selalu Apa boleh aku memotong kedua tangannya karena sudah berani banyak memiliki juga? Aku tidak suka milikku disentuh oleh orang lain "
Seulas senyum di bibir Karan " Kamu tidak perlu repot-repot untuk mematahkan kedua tangannya karena Anak buah Bams sudah berhasil mengurus wanita jalan itu " Balas Karan yang berhasil membuat Kanaya melebarkan kedua matanya
" Mas aku hanya bercanda, Mana mungkin aku setega itu " Keluh Kanaya " kamu juga masih bencana sudah menyiapkan wanita itu. tidak benar kan? " Kata Kanaya
Karan tidak menjawab Dia hanya mengangkat kedua bahunya dan langsung memeluk Kanaya dengan Erat
" lain kali ini janganlah pergi seperti kemarin lagi, kalau ada wanita yang sedang menggodaku kamu harus berani menegur dan memarahinya jangan pergi begitu saja tanpa kamu tahu penjelasannya "
Iya Kanaya sudah mendengarkan penjelasan dari Bams, soal sekretarisnya Karan sudah gatal dan membuat Dirinya cemburu.
Kanya menunduk " Maaf " Lirih Kanaya
" Aku akan Maafkan tapi dengan satu syarat " Karan memberikan tantangan yang tidak biasa kepada Kanaya
" Apa Mas? "
" bergoyang lah di atas Kapan adiknya kita mendapatkan sensasi bermain di rumah sakit hehehe.. " Goda Karan
__ADS_1
Plak...
Yang sukses mendapat kamu pelan-pelan dari Kanaya bisa-bisanya disaat seperti ini masih ingat goyang-menggoyang
" Sayang sakit " Keluh Karan
" Lagian otaknya keras sekali bisa-bisanya siang aja berpikiran kau yang menggoyang " Keluh Kanaya yang tidak habis pikir
" Is.. kan kita menjaga sensasi baru Sayang kalau nggak segera kembali Lagian aku sudah sehat walafiat ko, apalagi soal bergoyang "
Karan langsung menarik istrinya ke atas brankar lalu...
( Kalian bisa bayangkan saja sendiri mereka sedang apa saat ini, Maaf tidak terlalu Hot karena takut dapat surat cinta dari NT hihihi.. )
Kanaya keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, Ia tidak menyangka jika dirinya akan melakukan bergoyang di kamar Pasien bahkan dalam mimpi pun tidak pernah.
" Mas, ko banyak makanan? " Tanya Kanaya heran
" Tadi aku menyuruh Bams untuk membawakan sarapan untuk kita, Aku tidak suka dengan makanan rumah sakit " Balas Karan
Kanaya mengambil suaminya yang sudah duduk di sofa kecil " Nama nya juga orang sakit Mas "
" Aku sudah sehat sayang, Ayok kita sarapan nanti keburu dingin " Pinta Karan yang sudah menyodorkan satu sendok ke dalam mulut Kanaya " Enakkan "
" Mas makan juga, Mas harus banyak makan biar kita cepat pulang kasian Kenzo kita titip sama bibi "
" Iyah sayang, Aku juga sudah merindukan putra kita " Balas Karan
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan diselingi obrolan kecil dan juga dari Karan.
~ KEESOKAN HARINYA
hari ini Karan sudah diperbolehkan untuk Pulang, tentu saja di sambut senang oleh Kanaya karena ia sudah Sangat merindukan putra kecilnya.
" Sudah Mas " Kata Kanaya
" Sudah sayang "
" Yasudah kalo begitu yuk kita pulang aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putra kita " Ajak Kanaya yang langsung di balas anggukan oleh Karan
Mereka pun pulang dengan di ikuti oleh Bams yang akan membawa Mobil dan juga para Bodyguard yang mengikuti mereka.
__ADS_1
Kanaya sudah seperti Istri sultan yang suka di ikuti oleh para pria berpakaian serba hitam.
Tidak butuh waktu lama Akhirnya mereka pun sampai di rumah utama, mereka di sambut oleh putra kecil mereka yang sudah menunggu kepulangan merek sedari tadi.
" Mamah.. Papah " Kenzo Langsung minta turun dari gendongan bibi dan langsung berlari kecil menghampiri sang papah
Hap...
" Jangan lari Boy, nanti kamu jatuh " Tegur Karan kepada Putra nya
" Iyah Nak, jangan di ulangi lagi ya " Kenzo langsung menganggukkan kepalanya dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang papah
" Apa kamu merindukan Papah hmm... "
Karan membawa anak dan juga istrinya masuk kedalam rumah " Mas, sama Kenzo duduklah dulu. biar aku buatkan sup ikan untuk Mas " Kata Kanaya
" Suruh Bibi saja sayang, Biar kamu temani aku di sini "
Katanya tersenyum " Rasanya akan beda mas, kalo masakan aku kan pakai Cinta "
" Eum.. Kamu menggodaku sayang "
" Sudah ah, aku mau ke dapur dulu " Ucap Kanaya yang langsung ke dapur
Tadi Kanaya sudah meminta bibi untuk membelikan ikan ke pasar, karena ikan di pasar lebih segar dari pada di supermarket.
Kanaya langsung mengolah ikan besar itu menjadi sup, menurutnya Sup ikan itu bisa memilihkan daya tahan tubuh orang yang sakit karena di dalam sup itu di berikan rempah-rempah.
" Bi, Tolong minta mangkuk ya " Pinta Kanaya
" Baik Non " Jawab Bibi yang langsung mengambil mangkuk yang di pinta oleh sang majikan " Ini Non " Bibi memberikan mangkuk putih kepada Kanaya
" Terimakasih Bi, jika Bibi dan yang lain mau, tinggal ambil saja ya. Aku sengaja buat yang banyak tadi " Kata Kanaya
" Terimakasih Non " ini bukan pertama kalinya bibi dan para pekerja menyicipi masakan sang majikan, bahkan mereka cukup sering mencicipi masakan sang majikan karena majikan mereka sangat baik dan juga pengertian.
Kanaya membawa mangkuk yang sudah di isi dengan sup ke ruang keluarga " Mas, Kenzo mana? " Tanya Kanaya karena tidak melihat keberadaan Kenzo
" Bawa sama Bams ke supermarket " Balas Karan yang sedang menonton berita
" Oh. yaudah kalo begitu mas makan dulu ya, ini aku sudah buatkan sup ikan " Kaya Kanaya
__ADS_1
" Iyah sayang " Dengan senang hati Karan memakan makanan yang di buatkan oleh sang istri, kapan lagi ia minta di mana-mana dan di perlakukan manis seperti ini kepada istrinya.
Dengan telaten Kanaya menyuapi sang suami padhala suami nya sudah sehat walafiat tapi masih saja di suapi.