
Setelah mengetahui kebenaran Kanaya tidak ingin banyak berharap ia tidak ingin mengharapkan hal kosong untuk masa depannya, Kanaya ingin Fokus kuliah dan fokus kepada kehamilannya.
" Mah, Apa boleh aku jalan-jalan ke Mol? " Tanya Kanya
" Boleh sayang, Kalo begitu Mamah siap-siap dulu ya " Kata Bu Erina
" Tidak perlu Mah, Biar aku pergi sendiri saja lagian Mamah juga pasti lelah " Kata Kanya yang tidak ingin merepotkan ibu mertuanya
" Kamu tenang saja, Mamah tidak akan lelah jika menemani mu " Jawab Bu Erina " Tunggu sebentar ya, biar Mamah siap-siap dulu " Bi Erina langsung pergi untuk bersiap-siap. Tidak mungkin Bu Erina membiarkan Kanya pergi seorang diri.
Kanaya duduk di sofa sambil mengelus perut yang sudah bulat bahkan Calon Anak Kanya sudah mulai bergerak-gerak " Tunggu Oma dulu ya sayang " Kata Kanaya yang mengelus perut nya
Tidak butuh waktu lama Bu Erina keluar dari kamarnya dengan membawa tas kesayangannya " Ayok sayang, kita pergi " Ajak bu Erina yang langsung di balas anggukan oleh Kanaya
__ADS_1
Bu Erina terus menggandeng tangan Kanaya karena Bu Erina takut jika Kanaya terjatuh. Kanaya masuk kedalam mobil lalu di ikuti oleh Bu Erina " Pak, kita pergi ke Mol ya, sepertinya cucuku ingin jalan-jalan ke mol " Kata Bu Erina sambil tersenyum
" Terimakasih ya mah " Kata Kanaya sambil tersenyum
" Iyah sayang. Apapun untukmu dan calon cucu Mamah, pasti mamah akan lakukan " Ucap Bu Erina
Kanaya terdiam lalu ia melihat kearah luar " Andai saja jika Karan yang berucap seperti itu mungkin Aku dan calon Anakku akan sangat bahagia " Lirih Kanaya yang mengelus perutnya
Kanaya tersenyum " Tidak apa-apa Mah, lagian bukannya Karan pergi karen kerjaan "
" I.. Iya sayang, Karan memang sedang banyak kerjaan " Bohong Bu Erina
" Aku mencoba memahami nya mah, makanya Aku tidak banyak protes kepada Karan karena aku tidak ingin Karan terganggu dengan rengekan Aku " Ucap Kanaya " Toh di sini juga ada Mamah yang akan selalu ada untukku hehehe.. "
__ADS_1
Bu Erina merasa bersalah karena harus berbohong kepada Kanya " Maafkan Mamah Nak, karena Mamah tidak bisa jujur dan memilih untuk berbohong kepada dirimu " Batin Bu Erina
" Iyah sayang, Walaupun Karan tidak ada tapikan Mamah akan selalu ada untukmu " Balas Bu erina yang di balas senyuman oleh Kanaya
Kanaya tersenyum ia merasa menjadi wanita bodoh yang bisa di bohongi oleh ibu mertua dan juga suaminya " Kapan Mamah dan Karan akan jujur kepadaku, Apa kalian lebih memilih diam dan berbohong kepadaku dari pada jujur " Batin Kanaya.
Kejujuran memang paling penting dalam kehidupan rumah tangga, dengan kejujuran maka rumah tangga akan selalu adem ayem tanpa ada kesalahpahaman ya walaupun terkadang kejujuran itu sangat menyakitkan.
Sesampainya di Mol Kanya dan Bu Erina langsung pergi ke kedai Eskrim ternyata Kanaya ingin ke Mol itu karena ingin memakan eskrim yang dulu pernah ia makan bersama sahabatnya " Hehehe. ternyata kamu sedang ngidam makan eskrim ya nak " Kata Bu Erina
" Iyah Mah, entah kenapa Tiba-tiba saja Aku ingin makan eskrim ini " Jawab Kanaya
tidak hanya kanaya yang makan eskrim Bu Erina juga ikut menikmati makan eskrim.
__ADS_1