
Karan mencari keberadaan Kanaya, Entah di mana wanitanya saat ini karena ketika Karan pulang ke rumah pun tidak ada tanda-tanda jika Kanaya berada di rumah, dan para pelayan pun tidak ada yang tahu di mana saat ini Kanaya berada.
" Aaahhhh.. Siall!!! " Kesal Karan yang memukul kemudi mobil " Sayang kamu dimana " Lirih Karan yang terus membawa mobil nya mencari Kanaya
Karen juga sempat menghubungi sang mama dan menanyakan apa di sana ada Kanaya atau tidak, jawaban sama mah males makin jadinya frustasi.
" sekertaris sialan, awas aja kau jika sampai terjadi sesuatu kepada istri dan juga anakku " Marah Karan
Tadi ketika keran yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba saja sekretarisnya itu datang dan membawakan makan siang untuk Karan, sekarang sudah berkali-kali menolak untuk disuapi karena Ia memang tidak menyukainya tapi dengan percaya dirinya sekretaris itu menyuapi Karan dengan segala cara dan akhirnya makanan itu tumpah di kemeja Karan, dan tadi ketika Kanaya melihat sekretaris itu memegang dadanya kanan itu karena sekretarisnya karena sedang membersihkan noda yang ada di kemeja Karan, Namun karena terlihat sangat inti membuatkan Kanaya panas dan juga cemburu.
Karan menghubungi No Telpon Bams " Bams apa kau sudah memberikan pelajaran kepada wanita sialan itu? "
" Sudah Tuan, saat ini wanita itu sedang di bawa oleh anak buah kita "
" Berikan pelajaran setimpal untuk dia karena sudah berani menyentuhku dan Sudah berani membuat istriku pergi dan juga anakku. Aku tidak mau tahu lenyapkan dia "
Tut..
brak...
cara membanting handphonenya ke Semarang arah karena terlalu kesal, Kanaya yang tidak membawa handphone membuat Karan frustasi ia tidak bisa melacak keberadaan sang istri.
" Kanaya aku mohon kau di mana? Maafkan Aku " Lirih Karan yang merasa Frustasi
siapa yang akan tenang ketika belahan jiwanya Entah di mana keberadaannya apalagi ya bersama putranya banyak pikiran yang terlintas di otak Karan, ia takut jika Kanaya membawa kabur putranya dan meninggalkan dirinya.
Karan : Bams, cari istriku sekarang juga kerahkan anak buah mu untuk mencari istriku ( Sand )
Brak....
Tiba-tiba saja mobil keren oleng dan menubruk pohon besar membuat Mobil yang ditumpangi Karen rusak seketika.
kesadarannya Karan mulai menghilang dan......
Sedangkan di tempat lain Kanaya dan juga Kenzo sedang berjalan-jalan di tapi taman kota, Kanaya ingin mencari angin segar dan mengajak anaknya bermain di sini. Mungkin Kanaya juga ingin menghindari suaminya.
__ADS_1
Kanaya duduk di kursi dan membiarkan Kenzo bermain dengan anak-anak yang lain.
" Mas, Kenapa di saat aku sudah membuka hati dan menyayangimu kamu malah menorehkan luka di hatiku Apa ini caramu untuk mencintaiku? bukannya Dulu aku pernah berkata Jika kamu sudah memiliki wanita lain tolong kasih tahu aku agar aku bisa pergi dengan lapang dada " Gumam Hati Kanaya yang sempat menitihkan air matanya lalu ia usap.
Mungkin Kanaya terlalu cemburu membuat dirinya lupa jika Karan benar-benar menyayanginya.
Kanaya melihat Sang putra yang sedang bermain bersama anak-anaknya ya ikut tersenyum karena Kenzo yang terlihat bahagia " hanya kamu kekuatan mamah, dan hanya kamu yang membuat Mama tetap bertahan di sisi Papah " Lirih Kanaya
" Nona "
Kanaya menghapus air matanya lalu ia menoleh kearah pria berpakaian hitam " Ada Apa? " Tanya Kanaya yang tau siapa pria ini
" Tuan Karan saat ini sedang di rawat di rumah sakit "
Deg...
" Apa! "
" Betul Nona, Tadi saat Tuan Karan mencari keberadaan Nona, Tuan Karan menubruk sebuah pohon yang besar "
Bodyguard itu langsung menggendong Kenzo dan membawa Kenzo dan juga Kanaya masuk kedalam mobil.
Di dalam Mobil Kanaya terus memeluk Kenzo dengan air mata yang terus mengalir di pipinya, rasa sesal menyelimuti hatinya andai saja tadi dia tidak pergi begitu saja mungkin saat ini suaminya sedang baik-baik saja.
" Maafkan Aku Mas Hiks... "
Setelah menempuh perjalanan akhirnya mobil pun sampai di sebuah rumah sakit yang di mana Karan di rawat.
" Silahkan Nona "
Kanaya berjalan mengikuti Bodyguard yang tadi menyusulnya dan langkahnya terhenti ketika ia sampai di depan ruangan sang suami.
" Ini ruangan Tuan Kenzo, Nona "
Kanaya menganggukkan kepalanya, Kanaya masuk sambil menggendong Kenzo, Iya melihat suaminya yang sedang terbaring lemah di atas Brankar " Mas " Lirih Kanaya
__ADS_1
" Mamah Huuuaaaaaa.... " Kenzo menangis ketika melihat Papah nya yang sedang terbaring lemah
" Jangan nangis ya Nak, kita doakan agar Papah cepat sembuh " Ucap Kanaya mengusap kepala sang Anak.
Kanaya mengelus pipi sang suami, Kanaya benar-benar merasa bersalah sudah membuat suaminya seperti ini " Mas Maafkan Aku " Lirih Kanaya " Maafkan Aku karena sudah membuat kamu seperti ini hiks.. "
Hati istri mana yang tidak tega melihat suaminya sedang terbaring lemah di atas brankar, Hati Kanaya hancur berkeping-keping..
Hari sudah mulai sore, Kanaya menyuruh Bodyguard untuk membawa Kenzo ke rumah dan menitipkannya kepada Bibi, karena tidak mungkin Kenzo berada di rumah sakit.
Kanaya sangat setia menunggu kesadaran sang suami Bahkan ia pun tidak beranjak dari kursi dan terus memandang wajah sang suami yang memar, mungkin ini adalah bentuk permintaan maafkan Kanaya kepada sang suami karena sudah membuat sang suami menjadi seperti ini.
" Mas bangun, Apa kamu tidak ingin berkumpul lagi bersama kita hm.. "
" Nona, ini sudah malam. sebaiknya Nona makan dulu " Kata Bams
"Aku tidak lapar Bams "
" Anda harus menjaga kondisi kesehatan anda Nona, Jika Anda sakit siapa yang akan merawat Tuan " Bujuk Bams
Kanaya menoleh kearah Bams " Baiklah kalau begitu aku akan makan, agar aku bisa terus menjaga suamiku " Kata Kanya yang langsung malah makan malam yang sudah disediakan oleh Bams
walaupun kan ayah merasa tidak lapar dan tidak berselera untuk makan Tapi demi menjaga suaminya Ia pun memaksakan diri untuk makan ya walaupun hanya sedikit.
" Nona, sebaiknya anda pulang dan beristirahat. Di sini biar saya dan juga para Bodyguard yang menjaga Tuan karan "
" lebih baik kalian saja yang pergi saya akan tetap di sini menjaga suami saya sampai ia benar-benar pulih " Tolak Kanaya
" Tapi Nona "
Kanaya langsung memberikan tatapan dingin kearah Bams membuat Bams menganggukkan kepalanya " kalau begitu saya permisi jika ada apa-apa Nona bisa menghubungi saya "
" Hmm.. " jawab Kanaya Dingin
Setelah kepergian Bams, Kanaya tetap tidak beranjak dari duduknya Iya terus memehanhi tangan sama suami seolah ia takut akan kehilangan sang suami. " Selamat malam ya mas, mimpi indah. Aku harap besok Mas sudah kembali bersama kami " Lirih Kanaya.
__ADS_1