
Kanaya bangun dari tidurnya ia melihat jika tempat tidur di sampingnya terlihat kosong " kemana Karan " Gumam Kanaya heran. Kanaya melihat jam yang ada di samping dan jam menunjukkan baru jam dua pagi
Karena penasaran tidak melihat keberadaan Karan, Naya pun turun dari tempat tidur lalu mencari keberadaan Karan namun langkah Naya terhenti ketika ada suara di balkon " Karan " Gumam Naya
Naya hampir saja menyusul Karan ke balkon namun ia urungkan ketika Naya sadar jika Saat ini Karan sedang menelpon seseorang dan Naya yakin jika itu adalah telpon dari Wenda
" Stop Wenda, sampai kapan kamu akan memperlakukan aku seperti ini, Aku sudah bosan dan aku sudah lelah. tolong mengertilah " Kesal Karan yang langsung mematikan sambungan telpon dan mendaratkan bokongnya di kursi yang ada di sana.
" Aku benar-benar pusing dengan Dia, Andai saja dia tidak amnesia mungkin hubungan ku dengan Istriku akan baik-baik saja tanpa ada bayangan Wenda " Karan mengusap wajahnya dengan kasar lalu ia menyandarkan tubuhnya di kursi.
Naya yang benar-benar percakapan Karan Ia tidak menyangka jika selama ini kalian telah tersiksa, Naya pikir selama ini karam bahagia bersama Wenda tapi ternyata Karan sangat tersiksa dengan semuanya. Naya benar-benar merasa bersalah karena tidak pernah percaya dengan ucapan Karan.
" Karan " Panggil Naya yang sambil berjalan ke arah Karan
__ADS_1
Karan yang bener panggilan dari Naya ya langsung menoleh " Sayang kenapa kamu bangun? " Ucap Karan yang langsung berdiri
" Aku tidak menemukanmu di sampingku makanya aku bangun dan mencari mu " Balas Naya
Karan tersenyum, saat ini hanya Naya lah tempat bersandar untuk Karan. Karan memeluk Naya. "kalau begitu mari kita tidur lagi nggak baik ibu hamil jam segini masih di luar " Ajak Karan
Naya menggelengkan kepalanya " Tapi aku lapar " Lirih Naya
" Baiklah Istriku yang paling cantik ini mau makan apa? " Tanya Karan
Karan mengerutkan keningnya lalu ia menggaruk kepala yang tidak gatal " Sayang aku mencarinya ke mana ini sudah jam 02.00 pagi loh "
Wajah Naya berubah menjadi cemberut " Hm... Baiklah akan aku usahakan untuk mencarinya tapi jika nggak ada nggak papa kan? " Kata Karan yang merasa berdosa kepada Istrinya
__ADS_1
" Iyah " Lirih Naya
" kalau begitu kamu tunggu aku di dalam ya dan aku akan mencoba mencarinya keluar Jangan dulu tidur sebelum aku sampai "
Naya langsung mengganggu kan kepalanya, Naya juga tersenyum ketika mendengar jika Karan akan mencoba mencari apa yang ia mau " Terimakasih " Ucap Naya
" Iyah sayang, Kalo begitu ayok masuk kamu tunggu di dalam saja "
Setelah kepergian Karan, Naya janji jika dirinya akan mencoba menerima Karan kembali dan akan memperjuangkan rumah tangganya dan memperjuangkan hak calon anaknya, Setelah Naya tau jika Karan tidak bahagia dengan Wenda, Naya janji ia akan membahagiakan Karan dan memperbaiki semuanya dari awal.
" Semoga keputusanku tidak salah untuk menerima Karan kembali " Gumam Naya yang tersenyum tipis lalu mengelus perut miliknya.
" Mari kita berjuang bersama Nak, Kita rebut Ayah dari wanita itu " Kanaya mengulas senyum sambil mengelus perutnya
__ADS_1
Bukan niat jahat tapi Karena Naya juga ingin Jika Anaknya mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya.