Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
KENZO PRATAMA


__ADS_3

Hari demi hari Kanaya lewati rumah tangga yang tidak harmonis orang lain dan tidak sesehat orang lain namun Naya masih bersyukur karena suaminya masih mementingkan dirinya daripada yang lain.


Karan yang tahu jika istrinya masih belum bisa menerima dirinya sepenuh hatinya Ia pun tidak luput untuk terus mencari cara agar bisa merebut hati Kanaya, karena Karan ingin memulai semuanya dari awal mencintai istrinya menjadi ayah yang baik dan menjadi suami yang pengertian kepada Kanaya.


Setiap hari Karan selalu mengikuti apa yang diinginkan oleh sang istri entah itu permintaan yang aneh-aneh ataupun ngidamnya yang bisa dibilang di luar akal namun karena tetap sabar dan terus mengikuti apa yang diinginkan oleh sang istri Anggap saja itu adalah bentuk kasih sayangnya kepada Kanaya


Seperti saat ini Kanaya baru saja beres melahirkan namun Karan tetap selalu setia berada di sampingnya menemani Kanaya.


Setelah Kanaya di abwa keruangan VVIP dan di iringi dengan bok baby, Karan ikut masuk keruangan sang Istri


" Halo Anak Papah " sapa Karan kepada Anak laki-laki nya " Tampannya seperti aku, tapi ko kamu botak kaya tuyul " Ucap Karan yang langsung dapat pukulan dari sang Istri


" Apa maksud mu anak aku seperti tuyul? Nama nya juga masih baby ya wajar kalo rambut nya belum tumbuh" Ucap Tegur Kanaya yang tidak terima karena anaknya di panggil botak


"Iyah, iyah maaf Sayang " Ucap Karan yang tidak ingin mendapatkan amukan dari istrinya lagi " Oh iya, Aku lupa ngasih nama untuk Putra kita "


Kanaya langsung tersenyum " Aku sudah memiliki nama yang indah untuk putra kita " Balas Kanaya


" Apa? "


" Namanya Kenzo Pratama, karena ia anak pertama " Ucap Kanaya dengan senyuman manisnya


Karan pun setuju dengan nama yang diberikan oleh sang istri, nama yang bagus untuk pewaris tunggal.


Oweeekkkkk........


" Putra kita nangis sayang " Ucap Karan


" Bawa mana sini " Pinta Kanaya

__ADS_1


Karan memberikan baby Kenzo kepada Kanaya, Beberapa kali Naya mengarahkan ****** nya ke mulut baby Kenzo, setelah susah payah akhirnya Baby Kenzo sangat rakus meminum air susu nya sehingga Kanaya sesekali meringis ngilu " Pelan-pelan sayang " Ucap Kanaya


Oweeekkkkkk.....


" Sutt sayang kenapa nangis, Mamah gak marah kon " Ucap Kanaya sambil mengelus pipi sang Baby


"Seperti baby Kenzo memiliki Hati yang lembut seperti ibunya " Balas Karan yang mencium kening sang Istri


Karan yang melihat putranya begitulah meminum ASI Karan langsung menelan air ludahnya pasalnya biasanya kan dirinya yang menggantung di situ bukan putranya, namun sekarang karena harus berbagi dengan putranya.


Kania menepuk lengan Karan " Sakit sayang"


" Matanya di jaga " Ucap Kanaya, yang menyadari Bagaimana tatapan sang suami ketika melihat putranya sedang menyusu


" Iyah maaf sayang, tu Baby Kenzo nya sudah tidur biar aku pindahkan ke bok nya " Pinta Karan sambil mengambil Baby Kenzo


Bu Erina yang baru sampai di ruangan Kanaya, Bu Erina menggelengkan kepalanya ketika melihat interaksi sepasang suami istri yang ada di hadapannya.


~ TIGA HARI KEMUDIAN


Setelah tiga hari Naya di perbolehkan untuk pulang karena tidak ada keluhan apa_apa. Setelah sampai di rumah baru mereka di sambut oleh pelayan dan memberikan ucapan selamat kepada Kanya.


karena memang sudah menyiapkan sebuah rumah mewah untuk sang istri karena ia ingin istri dan juga anaknya nyaman berada di rumah apalagi sang anak yang membutuhkan halaman luas dan juga udara yang segar, bukan hanya itu karan membuat rumahnya dengan dipenuhi oleh tanaman agar udaranya tetap segar dan juga asri.


Setelah membalas ucapan para pelayan Kanaya di ajak Karan untuk masuk ke kamar karena ia takut sang istri kelelahan dan Baby Kenzo juga di gendong oleh pengasuh


Kamar baby Kenzo berada di sebelah kamar Kanaya dan Karan bahkan mereka membuat pintu di kamar itu agar ketika Baby Kenzo bangun Karan dan Kanaya bisa dengar tangis Baby Kenzo.


"Istirahat lah dulu sayang mumpung baby Kenzo lagi pada tidur "

__ADS_1


" Iyah Mas, kaya nya mulai malam ini kita akan mulai begadang " Balas Kanaya sambil terkekeh


Walaupun Baby Kenzo sudah ada pengasuh namun Kanaya tidak ingin mereka memberikan susu formula ke baby Kenzo sebisa mungkin Kanaya ingin menyusui nya secara langsung karena Asi lebih bagus dari pada Formula


Kanaya langsung istirahat sedangkan Karan, ia sedang menyuruh para koki untuk Masak makanan sehat mulai sekarang.


Karan begitu protektif kepada istrinya apalagi saat ini ia sudah melahirkan pasti membutuhkan makanan yang lebih sehat dan juga bergizi.


" Pokoknya saya tidak mau tahu mulai saat ini kalian harus memasak makanan yang bergizi dan juga yang sehat karena saya tidak ingin istri dan anak saya tidak makan makanan yang bergizi ataupun protein " Ucap Karan


" Baik Tuan, kami akan laksanakan apa yang Tuan perintahkan " Jawab kepala koki


" Karan, di mana menantu mama? Mama kan ingin melihat keadaan menantu mama dan juga cucu mama " Tanya Bu Erina


" Mama tadi ke sini sama siapa? " Tanya Karan


" Tadi Mama diantar oleh sopir, kamu tenang saja sopir yang mengantar Mama itu bisa dipercaya jadi kamu tidak perlu khawatir " Bu Erina memang salah tahu betul Bagaimana kondisi putranya walaupun Bu Rina belum tahu jika Wenda ternyata baik-baik saja..


Karen menganggukkan kepalanya ia percaya kepada saya Mama karena tidak mungkin mamanya berbohong.


" Oh ya Kapan kamu akan pulang ke rumah mama? Mama sudah pusing dengan pertanyaan-pertanyaan Wenda " Keluh Bu Erina


" Mama sabar dulu ya jika sudah waktunya aku akan mengusir Wenda dari rumah namun untuk saat ini biarkan dia berada di rumah mamah dulu karena aku tidak ingin tindakanku membuat celaka istri dan anakku " karena begitu memikirkan keselamatan anak dan juga istrinya karena ia tahu bagaimana kelakuan weda yang tidak memiliki hati


Bukan karena tidak bisa mengusirnya saat ini tapi waktunya belum tepat, Lagian karan juga sudah mengurus semua perceraian ya dengan Wenda.


" Tapi sampai kapan kamu seperti ini? mama merasa tidak nyaman dengan keberadaan lain di rumah, apalagi saat ini Winda selalu mengamuk tidak jelas buat mama takut " Balas Bu Erina " tentu saja ada Bodyguard yang bisa menenangkan dia kalau tidak bagaimana "


Karen mengerutkan kedua alisnya ya tidak mengetahui jika Wenda selalu mengamuk tidak jelas di rumah " Apa dia sudah lama seperti itu, Lalu kenapa Mama tidak bilang kepadaku? "

__ADS_1


" CK.. bukannya mama tidak ingin bilang hanya saja mamah tidak ingin mengganggu kebersamaan mu dan juga Kanaya apalagi saat ini sudah ada putramu "


__ADS_2