Rahim Bayaran Satu Miliar

Rahim Bayaran Satu Miliar
PERJANJIAN


__ADS_3

Setelah kepulangan Mamah Erina. Karan langsung memanggil Kanaya ke dalam Ruang kerjanya " Duduk " Kata Karan


Kanaya langsung duduk di sopa ia menundukkan kepalanya " Ini adalah Surat perjanjian kita dan baca Lah " kata Karan yang memberikan Amplop coklat kepada Kanaya


Kanaya Menatap Karan lalu ia mengambil Amplop coklat yang di berikan oleh Karan. Dengan Teliti Kanya membaca surat yang Ada di Dalam amplop


SURAT PERJANJIAN


Pada hari ini tanggal 05 Juni 2023 telah di buat kesepakatan oleh kedua pihak yakni perjanjian Pranikah Antaranya


Nama : Karan Wiliam


Umur. : 35tahun


Alamat. : Jalan xxxx No. 03


Dalam hal ini pihak kedua yang bernama


Nama. : Kanaya Malaika


umur. : 18tahun


Alamat. : Desa xxxx No 57


Dalam hal ini Pihak ke dua Harus mengikuti Apa yang ada di surat perjanjian




Jangan pernah mempublikasikan hubungannya dengan Pihak Pertama




Jangan pernah Berpacaran Samapi Perjanjian ini selesai




Jika di hadapan Keluarga Atau luar keluarga Pihak ke Dua harus panggil Tuan Dan Memperkenalkan diri sebagai pelayan, Kecuali Jika sedang berdua.




Jangan membatah Pihak Pertama Apapun Itu tanpa terkecuali




Setelah melahirkan Pihak ke dua harus pergi sejauh Mungkin



__ADS_1


Anak yang telah Lahir Akan menjadi Anak Dari Pihak pertama Dengan Istrinya Yang bernama Wenda




Pihak Ke dua Harus setuju dengan Apa Yang menjadi keputusan Pihak pertama Kalo melanggar maka Pihak Ke Dua Harus Mengganti rugi 3x lipat.




PASAL 1 KETENTUAN UMUM




Pihak pertama Mempunyai Kuasa penuh dalam segala kebijakan serta peraturan dalam surat perjanjian. Pihak pertama berhak untuk memutuskan Atau melanjutkan kontrak dengan pihak ke dua




Pihak ke dua bersedia menjadi istri ke dua




Pihak ke dua bersedia mengikuti serta menaati surat perjanjian ini




Surat perjanjian ini berlaku sejak 05Juni 2023 Samapi Selesai.


Yang bertanda tangan di bawah Ini


Jakarta 05 juni 2023


Pihak pertama. Pihak kedua


KARAN KANAYA


Setelah membaca Surat perjanjian Kanaya menatap Karan " Apa Aku bisa menambahkan? " Tanya Kanaya


" tentu "



Setelah hamil Pihak pertama Tidak boleh menyentuh Pihak ke dua Jika Itu terjadi Maka Perjanjian yang ada di atas hangus Dan pihak ke Dua boleh membawa Bayi yang ada dalam Kandungannya.



Karan Mengerutkan Keningnya lalu tersenyum kecut ke arah Kanaya " Aku meniduri mu karena ingin memiliki Anak dan Aku janji Aku tidak akan menyentuh mu setelah kamu hamil Karena aku Sangat mencintai istriku " Jawab Karan


Karan sangat yakin jika dirinya akan Bisa Mangan Hasratnya kepada Kanaya, Kalo bukan karena Anak Karan juga Tdiak akan mau Menyentuh wanita lain selain Istrinya

__ADS_1


" Dan satu lagi " kata Kanaya


" apa lagi? Banyak sekali keinginanmu " Keluh Kanaya


" Aku ingin Tinggal di Paviliun, Dan melanjutkan pendidikan ku " Ucap Kanaya


Mungkin Saat Ini Kanaya masih belum mencintai Karan Namun Dengan seiring waktu Benih Cinta itu pasti Akan tumbuh entah itu Dari Kanaya ataupun Dari Karan.


" Dasar Wnaita aneh, orang lain berlomba-lomba ingin tinggal di istanaku tapi dia malah memilih hidup dengan Para pembantu "


" Oke Dil " Ucap Karan tidak ingin Berlama-lama lagi " Tapi selama Aku ingin tidur dengan mu, kamu harus Ada di kamar Tamu Karena aku tidak ingin membuat Anakku di kamar yang sempit dan juga sumpek "


Gleg..


Kanaya menelan Ludahnya sendiri Ia lupa Jika dirinya Harus menyerahkan Mahkota yang selama ini ia jaga " Baik " Jawab Kanaya


" Kalo begitu pergilah bersiap Karana Malam Ini Aku ingin memulainya Sebelum Istriku pulang aku ingin Kamu terlebih dahulu hamil " Kata Karan


Kedua bola mata Kanaya Membulatkan Sempurna Ia benar-benar takut " Apa tidak bis... "


" Tidak bisa. Aku ingin Malam ini kita Mulai " Kata Karan dengan suara tegas nya


Kanaya Menelan ludahnya sendiri " Ngapain masih diam, Sudah sanah pergi Dan pakailah pakaian yang sudah di siapkan di lemari mu " kata Karan


Dengan susah payah Kanaya Langsung keluar dari Ruangan Karan Lalu ia pergi ke kamarnya " Ya ampun Bagai mana ini, Apa harus secepat Ini " gumam Kanaya Yang mulai keringat dingin " Tapi walaupun di tunda pasti Aku akan ketemu juga dengan hari ini "


Kanaya langsung bersiap ia berharap setelah ini tidak akan ada Malam selanjutnya. Setelah beres mandi Ia berjalan ke arah Lemari ia membuka lemari yang di penuhi dengan Baju dinas malam


" Pakaian Apa ini? " Gunma Kanaya melihat pakaian Yang serba tipis bahkan menurutnya ini tidak layak untuk di pakai


" Apa Istri Orang kaya harus berpakaian seperti ini " Gunma Kanaya ia membuang napasnya pelan lalu ia mencari pakaian yang cocok untuk dirinya


" Sepertinya Ini lebih mending dari pada yang lain " Kanaya memilih Gaun tipis yang berwarna Merah


Kulit Yang putih Membuat Pakaian itu sangat Cocok untuk Kanaya Apa lagi Melon yang cukup besar dari usianya.


Karan yang sudah siap Ia masuk kedalam Kamar Kanaya dengan menggunakan Handuk jubah ia Masuk lalu ia melihat Tubuh Kanaya dari samping


Kedua mata Karan membulat sempurna ketika melihat Kanaya yang cukup se**i Apa lagi Melon yang menonjol membuat Karan menelan ludahnya


" Ya ampun kenapa Tubuhnya lebih se*si dari pada Wenda, kalo begini caranya Aku tidak akan tahan " Batin Karan


Kanaya yang merasa di perhatikan Ia langsung menengok ke samping " Tu..tuan " lirih Kanaya


Karan Membuka Handuk jubahnya Ia membiarkan Tubuhnya terekspos begitu saja.


Jantung mulai berdegup kencang Aroma maskulin milik Karan mulai tercium Wajah tampan Dan Tubuh yang suspek Membuat Kanaya menelan ludahnya Apa lagi Adik manis yang menyapa Kirana Membuat Kirana benar-benar Harus waspada dengan Apa yang Di lihatnya.


Karan mendekat kearah Kanaya Ia memulai Mengajak Kinara berjalan-jalan menulusuri indahnya Surga dunia


Kanaya yang mendapatkan Sentuhan lembut membuat dirinya terbuai lalu mengikuti Arahan Karan


Ini Yang permata bagi Kanaya namun lain halnya dengan Karan, Karan yang sudah profesional Membuat Kanaya tidak bisa menolak Dan berkutik


Karan yang sudah ahli Ia membawa Kanaya ke Langit ke tujuh Bahan Karan bisa meredakan Rasa sakit yang Kanaya rasakan saat ini


Kanaya yang Tidak bisa menahan rasa sakit Untuk pertama kalinya Ia menitihkan Air mata. Karan langsung menc_m kedua mata indah Kanaya


Tidak berseling lama Kanaya bisa merasakan Nikmatnya Sentuhan sang suami. Setelah usai Karan langsung menyelimuti Tubuh Kanaya yang Kurus Namun Melon yang indah dan juga ideal Untuk Karan

__ADS_1


Karan duduk di samping Kanaya yang sedang tidur ia menatap Katanya yang tertidur pulas " kenapa Rasanya sangat jauh beda dengan Wenda, Waktu itu Pas Malam pertama Aku tidak merasakan kesulitan bahkan Adikku bisa masuk begitu saja tapi dengan Kirana, Aku harus bersusah payah untuk menerobosnya bahkan Kanaya sampai menangis karena merasakan rasa sakit yang luar biasa " Batin Karana


__ADS_2