
Malam telah Tiba, Naya dan juga Karan pun langsung membaringkan tubuh mereka di atas tempat tidur yang bisa di bilang cukup sempit jika di gunakan untuk dua orang.
Naya terlentang dan Karan menyamping sambil memeluk Naya " Karan, Maaf ya jika tidur mu malam ini kurang nyaman karena harus tidur di tempat yang sempit. " lirih Naya yang merasa tidak enak
Karan tersenyum " Tidak perlu bilang seperti itu lagian Dengan begini aku bisa merasakan bagaimana kehidupan kamu dulu " Ucap Karan yang langsung mengacu kening Naya. " ceritakan dong bagaimana kehidupanmu saat itu " Pinta Karan
" Apa yang ingin kamu tahu tentangku? " tanya Naya
" Semuanya, aku ingin tahu tentang kamu semuanya karena aku merasa sebagai suamimu aku belum tahu apa-apa tentang, Aku sebenarnya suaminya jahat yang tidak tahu bagaimana susahnya istriku dulu "
__ADS_1
Naya tersenyum " Masa laluku kurang indah untuk didengar, jadi apa pantas untuk aku ceritakan kepadamu yang jelas masa itu aku sangat sulit saking sulitnya aku harus menjual Harga diriku kepadamu " Lirih Naya
" Maafkan aku karena waktu itu " karena menggantikan ucapannya dan iya menatap istrinya dengan lekat " mungkin kalau aku sangat jahat kepadamu Bahkan aku tidak pernah menghargai mu sebagai istriku, Namun di masa yang akan datang aku janji, kalau aku akan selalu melindungi mu dan akan selalu ada untukmu membahagiakanmu dan bahagiakan anak kita " Ucap Karan berjanji
" Aku harap apa yang kamu ucapkan itu emang benar-benar dalam hatimu " Balas Naya. Bagaimana mungkin Naya bisa percaya dengan ucapan Karan sedangkan Naya tahu sendiri jika di hati suaminya itu masih ada wanita lain dan bahkan laki-laki yang ada di hadapannya ini tidak berkata jujur kepadanya.
" Apa kamu meragukan ku? Tanya Karan
Karan mengurutkan keningnya " Aku kan sudah katakan kepadamu jika aku dengannya sudah tidak ada ikatan apa-apa lagi dan saat ini jadi istriku hanya kamu saja karena aku sudah melayang aku kadang perceraianku kepadanya " Bohong Karan. tidak mungkin karena jujur kepada Naya apalagi Saat ini saya sedang membutuhkan penjelasan darinya.
__ADS_1
Naya tersenyum tipis " kamu Ternyata masih tidak ingin jujur kepadaku padahal saat ini aku benar-benar sedang ingin kejujuranmu, apa sulit untuk berkata jujur kepadaku? walaupun kejujuranmu itu akan menyakitkanku tapi itu lebih baik daripada kamu bohongiku " batin Naya dalam hatinya
" Maafkan aku sayang karena aku belum bisa untuk berkata jujur kepadamu, aku terlalu takut kehilanganmu Jika kamu tahu yang sebenarnya " Batin Karan
Entah sampai kapan karena harus berbohong seperti ini Namun Ia juga tidak ingin menyakiti istrinya apalagi saat ini istrinya sedang mengandung buah hati mereka, karena hanya membutuhkan waktu untuk menjelaskan semuanya kepada Naya.
" Karan, Aku mengantuk " Ucap Naya yang ingin mengalihkan pembicaraan
" baiklah kalau gitu kamu tidur ya sayang, Mimpi indah God night. Cup " Karan mengecup bibir Naya lalu ia memeluk Naya dan ikut menyusul Naya kedalam mimpi.
__ADS_1
Sebenarnya Naya belum mengantuk Namun karena ia tidak ingin melanjutkan pembicaraan akhirnya Naya pun mencari Alasan bahwa dirinya sudah mengantuk.