Rahim Milik CEO Tampan

Rahim Milik CEO Tampan
Bab 26


__ADS_3

“Lily, aku berangkat kerja sekarang. Ingat, jika kau ingin keluar jangan sendirian oke. Mintalah ibu atau siapapun untuk menemanimu. Dan jangan keluar jika tidka ada sesuatu yang penting atau mendesak.” Ucap Kai sambil menenteng tas kantornya.


“Ya, tapi kenapa?” Tanya Lily penasaran.


“Tidak apa-apa. hanya berjaga-jaga saja. Apa kau ingin kejadian seperti di swalayan waktu itu terulang?” Jawab Kai dengan serius.


“Oh, menerikan sekali. Tentu tidak!” Lily langsung ketakutan saat mengingat kembali kejadian itu.


“Nah, makanya. Yasudah, aku berangkat sekarang. Oh ya, satu lagi. Nanti bicaralah pada ibu, minta dia untuk pindah ke rumah kita. aku kasihana padanya, aku tak tega melihatnya tinggal sendirian di apartemen. Dia pasti sangat kesepian. Jika ibu ada di sini kau juga jadi ada temannya.” Ucap Kai.


“Oke, aku harus mencatatnya agar tidak lupa. Yang pertama jangan keluar sendirian dan yang kedua menelpon ibu dan memintanya untuk tinggal di sini.” Ucap Lily sambil fokus mencatat.


“Pintar. Yasudah, aku pergi. Dah.” Kai beranjak pergi.


“Ya, sampai jumpa nanti sore.” Lily melambaikan tangannya.


Lily melihat Kai hingga mobilnya melesat keluar dari halaman rumahnya. Ia pun menutup pintunya dan kembali ke kesibukannya. Akhir-akhir ini Lily tengah mengikuti kelas yoga secara online. Ia juga mengikuti kursus memasak secara online. Ia berusaha menyibukkan dirinya.


Saat tengah fokus yoga, Ponsel Lily bergetar, apa jangan-jangan dari Kai? Lily kemudian mengangkat telponnya.


“Anyeonghaseyo. Dengan Kediaman Alexius Park, ini dengan siapa ya?” Ucap Lily.


“Anyeonghaseyo. Apa benar ini nomor telpon Kai?” Terdengar suara pria yang berbicara di telpon itu.


“Ya, aku dengan isterinya. Ini dengan siapa ya?” Tanya Lily kembali.


“Ah, Lily. Sudah lama aku tidak mendengar suaramu. Apa sekarang kau baik-baik saja?” Tanya pria itu tiba-tiba jadi sok akrab.


“Anda mengetahui nama saya? Anda sebenarnya siapa ya?” Lily masih tak ingat dengan suara itu.


“Rupanya benar soal rumor kau hilang ingatan itu. Malang sekali nasibmu. Aku mantan managermu, dulu kau pernah menjadi seorang idol di agensi xxx dan akulah yang bertugas menjadi managermu.” Jelas manager.


“Ah, ya. ibu pernah menceritakannya. Sayang sekali aku sudah lupa dengan wajah anda. Joesonghamnida.” Ucap Lily tidak enak.

__ADS_1


“Ya, tak apa. aku memakluminya. Arhg! Rasanya rindu sekali. Dulu kita sama-sama sibuk dengan jadwal manggungmu. Sekarang, ya...sudahlah. syukur jika sekarang kau sehat. Aku bahagia mendengarnya.” Ucap Manager terdengar terharu.


“Iya, andai aku bisa mengingat kembali kenangan itu. Emm, ah! Aku tahu. begini saja, aku ingin mengundangmu untuk makan siang di rumahku. Aku ingin mendengar banyak cerita soal kenangan menjadi idol darimu. Pasti akan sangat membantuku dalam mengembalikan ingatanku. Apa kau mau?” Tanya Lily dengan tak sabar.


“Wah kedengarannya seru. Baiklah, lagi pula aku juga memang ingin menemui kalian. Aku ingin mengembalikan beberapa kartu yang Tuan Kai berikan padaku dulu. Aku mendengar soal kebangkrutan Tuan Kai, aku merasa kasihan, jadi aku ingin membantu kalian semampuku.” Ucap Manager.


“Iya, beberapa waktu yang lalu Kai didepak dari perusahaannya sendiri tapi sekarang ia sudah mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan barunya.” Jawab Lily.


“Benarkah? Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya.” Ucap Manager.


“Iya, yasudah kalau begitu aku tutup telponnya sekarang ya pak manager. Aku harus menyiapkan masakan yang enak untuk makan siang kita nanti. Oh, dan sekalian ajak anak dan isteri anda juga. Pasti jadi makin seru.” Ucap Lily.


“Ya baiklah. Sampai jumpa nanti siang.” Ucap Manager.


“Sampai jumpa.” Telpon pun diputus.


“Aku harus masak yang enak.” Lily kemudian bangkit dari karpet yoganya dan mengganti bajunya dengan baju masaknya dan apron.


Ia pun fokus memasak.


“Anyeonghaseyo.” Ucap manager.


“Ah! Kalian sudah datang. Anyeonghaseyo. Silahkan masuk.” Ucap Lily memeprsilahkan mereka masuk.


“Rumahnya begitu nyaman.” Puji isteri manager.


“Iya, suamiku dan orang tuanya yang mendekornya.” Jawab Lily.


“Ah, pantas.” Ujar Isteri Manager.


“Mari, meja makannya ada di sebelah sana.” Ucap Lily mengarahkan mereka ke ruang tengah.


“Wah, tampak enak sekali. Ya kan yeobo?” Ucap isteri manager.

__ADS_1


“Iya, kau pintar memasak Lily.” Puji manager.


“Hehe, tidak juga. Silahkan dinikmati.” Lily kemudian menyajikan hidangan itu kepada mereka.


Makan siang pun berlangsung hangat.


“Kau tahu Lily, saat kau menjadi idol kau selalu banyak makan. aku sering melarangmu makan karena takut mengganggu kualitas bernyanyimu. Tapi sekarang aku justru ingin menyuruhmu banyak makan. aku sudah kuanggap seperti anakku sendiri. Ya kan yeobo?” Ucap Manager sambil memakan makanannya.


“Iya, dulu bibi sering mengantarkan makanan untuk kalian. Suamiku sering protes karena aku selalu melebihkan makanan untukmu. Aku jadi ingat, kau dulu sangat suka sundubujjigae.” Ucap isteri manager.


“satu hal yang selalu ku rindukan, adalah semangatmu. Kau begitu bersemangat dalam menari, bernyanyi dan menghibur fansmu. Kau selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka meski itu menyita hampir seluruh waktu dan tenagamu.” Jelas manager.


“Dan suaramu. Tak ada yang bisa menyamai suara lembutmu. Bahkan para fansmu hingga saat ini begitu merindukan suaramu.” Timpal isteri manager.


“benarkah?” Lily tampak berkaca-kaca mendengarkan cerita dari mereka.


“Dan kau unik, berbeda dari para idol lainnya. Usiamu boleh dibilang masih belia saat itu tapi kualitas bernyanyi dan dance mu tidak ada yang bisa menyainginya. Album pertamamu yang berjudul addicted to love berhasil membius seluruh penikmat k-pop. Kau menjadi soloist idol paling bersinar saat itu. Dan aku juga berhasil menaikkan nama agensimu.” Manager kembali menjelaskan.


“Addicted to love....”Lily berusaha mengingatnya. Beberapa bayangan yang abstrak kemudian muncul dalam ingatannya.


“Lily...apa kau baik-baik saja?” Manager dan isterinya mulai khawatir melihat Lily yang memejamkan matanya sambil memegangi kepalanya.


“Aku....aku....aku mengingatnya!” Lily berteriak saking girangnya.


“Sungguh? Apa yang kau ingat?” Ucap manager dan isterinya secara bersamaan.


“Kejadian di debut pertamaku. Saat itu....”Lily mencoba mengingat lagi.


“Aku untuk pertama kalinya tampil di panggung besar dan ternama di industri k-pop. Banyak orang yang menyaksikan penampilanku. Aku begitu gugup...tapi...aku berhasil menyihir penonton dengan penampilanku.” Ucap Lily dengan bersemangat.


“Benar! Kau benar-benar mengingatnya.” Ucap manager dengan gembira.


“Tapi, sayangnya ...di tengah-tengah penampilanku itu...aku....oh! microphone ku mati. Hampir saja performance -ku gagal. Tapi dengan percaya diri, aku kembali melanjutkan nyanyianku dengan berteriak sekencang mungkin agar terdengar. Untunglah penonton ikut bernaynyi bersama. Lalu setelah itu microphone kembali menyala dan aku berhasil menyelesaikan performance ku dengan sempurna hingga akhir.” Jelas Lily.

__ADS_1


“Kau benar-benar mengingatnya. Aku tak percaya.” Ucap manager kegirangan.


“Ibumu harus tahu hal ini.” Manager langsung menelpon ibu Lily.


__ADS_2