
Lily menuruni tangga dengan begitu elegan. Ibunya berada di sampingnya, menggandengnya. Semua orang nampak terhipnotis oleh kecantikan Lily. Semua orang berdecak kagum saat melihat kedatangan Lily.
“Nyonya Kim memang tak salah dalam memilih istri untuk cucunya.” Ucap seseorang.
“Ya, kau benar.”Ucap orang yang lain.
Kai sudah menunggu Lily di pelaminan. Kai juga tampak tampan dengan setelan jas hitamnya. Tapi ekspresinya, nampaknya ia adalah pengantin pria paling datar di seluruh dunia. Bagaimana mungkin ia tak tersenyum saat melihat calon istrinya yang perlahan berjalan mendekatinya.
Melihat ekspresi cucunya, nenek yang duduk di bangku paling depan menyuruh Kai untuk tersenyum. Kai pun tersenyum, senyumnya nampak begitu aneh.
Lily berjalan menuju pelaminan bersama ibunya. Ibunya mengantarnya hingga ke depan pelaminan, setelah itu kembali duduk di samping nenek.
Prosesi pernikahan pun dimulai. Lily berdiri di depan Kai, tangannya memegang tangan Kai. Mereka pun berucap janji pernikahan.
Setelah prosesi akad selesai dilanjutkan dengan adegan kissing. Lily tampak canggung, belum pernah seumur hidupnya ia mencium seorang pria, tapi Lily mulai merasa agak lega setelah melihat ekspresi Kai. Nampakya pria itu juga sama. Mereka pun melakukan adegan kissing dengan kaku.
Acara-demi acara pun selesai. Hari juga sudah mulai gelap. Kini Lily, Kai, nenek dan ibunya duduk di meja makan untuk makan malam. kali ini, untuk pertama kalinya Lily harus menyajikan makanan untuk suaminya, nenek dan ibunya.
“Terima kasih nak.” Ucap Nenek saat Lily memeberinya lauk di alas makannya.
Lily kemudian mengalaskan nasi untu suaminya.
“Aku tak akan makan nasi.” Ucap Kai datar.
“Kau harus memakannya Nak, untuk kali ini wajib karena ini pertama kalinya kau akan makan dari tangan istrimu.” Ucap Nenek. Kai pun menurutinya dengan enggan.
Mereka pun makan malam bersama dengan penuh kehangatan. Lalu tibalah di waktu perpisahan. Ibunya Lily akan pulang ke apartemen. Lily tampak sedih dan tak ingin berpisah dari ibunya.
“Jangan pulang Bu.” Ucap Lily sambil menangis.
“Ibu harus pulang nak. Sekarang ibu sudah menunaikan kewajiban ibu, mengantarmu hingga ke pelaminan. Sekarang, kau sudah menjadi seorang istri, penuhilah kewajibanmu, layani suamimu dengan baik ya.” Ucap Ibu sambil menitikan air mata.
__ADS_1
“Tapi aku tidak ingin pisah dari ibu.” Ucap Lily.
“Kau bisa mengunjungi ibu kapanpun kau mau nak. Sekarang ibu harus pulang, ibu pamit ya. Nak Kai, jaga anak ibu dengan baik ya. Nyonya Kim, saya titipkan anak saya kepada anda.”Ucap Ibu melepas pelukannya kepada Lily.
Kai mengangguk.
“Iya Bu, akan saya jaga dan sayangi Dreeyana layaknya cucu saya sendiri.” Ucap Nenek dengan senyum ramahnya.
Ibu pun pulang. Lily terus menerus menangis. Ia tak ingin ditinggalkan oleh ibunya.
“Ibuu.” Lily merengek.
“Diamlah, sekarang kau adalah istri dari cucuku. Apa lagi yang perlu kau cemaskan, cucuku akan mencukupi semua kebutuhanmu.” Tiba-tiba sikap nenek berubah seratus delapan puluh derajat.
“Nenek?” Lily kaget melihat perubahan dari sikap nenek.
“Kai, bawa masuk dia ke kamar. Sekarang dia sudah kau beli, dia milikmu seutuhnya nak. Terserah kau mau apakan dia. Dia sudah menjadi isrti sahmu yang akan melayanimu hingga puas.” Ucap Nenek dengan sifat yang aneh.
“Ayo ikut aku.” Kai menarik lengan Lily dengan kencang.
Lily menangis sepanjang jalan. Ia tak menyangka jika kehidupannya akan seperti ini. ia kira neneknya adalah nenek yang baik dan Kai juga tidak akan macam-macam padanya. Ternyata salah, Lily malah terjerumus ke jurang penyiksaan.
“Tolong lepaskan aku. Aku ingin pulang. Aku tak mau di sini. kumohon pulangkan aku kebali kepada ibuku.” Lily terus menangis tersedu-sedu.
“Diamlah atau nenek akan mendengarnya.” Kai langsung mengunci pintu kamarnya.
“Dengar. Akan kujelaskan semuanya di sini sekarang , agar kau tidak kaget. Tapi kau jangan berisik oke. Atau nenek akan medengar kita.” Ucap Kai dengan berbisik. Lily tak mengerti, bagaimana mungkin sikap Kai sangat berbeda sat di luar kamar dan di dalam kamar.
“Dengar baik-baik. Sebelumnya, aku minta maaf karena telah menyeretmu masuk dalam kehidupanku. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa mencegahnya. Nenek, dia memiliki kepribadian ganda. Tolong dimaklum jika kau mendapati dirinya yang berubah-ubah. Dan perlu ku tegaskan di sini sekarang, aku tidak bisa berjanji padamu bahwa kau akan bisa kembali ke dunia keartisanmu. Setelah kau masuk ke rumah ini, mungkin kau tak bisa keluar lagi.”
“maksudku adalah, kau akan berada di sini, setiap hari, kau tidak diizinkan bekerja oleh nenek. Dan tugasmu hanya melayaniku dan menghasilkan keturunanku sebanyak yang nenekku inginkan. Ya terdengar kejam, tapi aku juga tidak akan tinggal diam jika nenek menyakitimu. Tapi untuk saat ini kau harus belajar menerima kondisimu yang sekarang. Kau tidak bisa lari atau kabur, dan kita tidak bisa bercerai. Nenek akan mencarimu hingga dapat.”
__ADS_1
“Sebelumnya aku pernah hampir menikah dengan wanita lain, lalu di hari pernikahan wanita itu kabur, mungkin ia sudah menegtahui sifat nenek yang sebenarnya. Ia pun melarikan diri, tetapi karena nenek adalah orang yang paling berpengaruh di kota ini tak sulit untuk menemukan wanita itu. Nenek mencarinya hingga dapat dan membalaskan kekecewaanya karena telah membatalkan pernikahan dengan cucunya. Nenek menyakiti wanita itu, dan sampai sekarang aku tak mendengar lagi kabar dari wanita itu.”
“Tapi kau tak usah takut, aku juga sedang berusaha mencari cara agar kita bisa kabur dan lolos dari nenek. Aku juga sudah lama ingin kabur, tetapi tak bisa.” Kai menghentikan ucapannya. Ia tertunduk lesu, nampak penyesalah yang dalam terpancar dari raut wajahnya.
“Kenapa...kenapa kau tak bilang soal hal ini dari awal?” Lily tak lagi menangis. Ia malah berubah kesal.
“Pelankan suaramu atau nenek akan mendengarnya.” Kai tampak sedikit cemas saat Lily berkata agak kencang.
“Maaf.” Lily memelankan suaranya.
“Karena aku juga butuh kau untuk menyelamatkanku. Nenek mengancam akan menyakitiku dengan cambuk jika aku tak kunjung memperoleh seorang wanita untuk dijadikan istri.”Ucap Kai.
“Apa? Kau sudah gila ya! kau mengorbankan keselamatan orang lain demi keselamatan dirimu sendiri! Kau ini laki-laki macam apa hah?” Lily tambah emosi.
“Bukan hanya karena itu, ada hal lain yang membuatku memilihmu sebagai istriku.” Ucap Kai.
“Apa? Karena apa hah? Jangan coba berbohong.” Lily masih kesal.
“Aku tidak berbohong. Tapi aku tidak bisa mengatakannya sekarang.” Jawab Kai.
“Itu karena kau tidak tahu lagi harus berbohong apa.” Ujar Lily.
“Tidak. Percayalah padaku.”
“Ya..ya..tapi kau harus tepati janjimu. Bawa aku keluar dari tempat menegrikan ini. dan lindungi aku selama aku ada di sini.”
“Ya, aku berjanji. Aku juga tidak akan memaksamu untuk terus jadi istriku jika kita sudah bebas.kau berhak memilih.” Ucap Kai. Wajahnya tamapk sedih.
“Ya, memang seharusnya begitu.” Ujar Lily.
“Ngomong-ngomong, ini malam pertama kita. dan kau sudah jadi istriku. Aku memberimu mahar yang sangat besar. Dan kau tahu, mungkin seharusnya kita melakukan apa yang penganin lakukan di malam pertama.”Ucap Kai ragu-ragu.
__ADS_1
“Kau memang sama dengan pria lain. Bisa-bisanya di situasi genting semacam ini kau malah berpikiran hal seperti itu.” Lily tampak risih.
“Apa boleh buat, aku hanya pria normal pada umumnya yang akan tergoda jika melihat wanita cantik seperti dirimu. Jadi, bolehkah aku menyentuhmu malam ini?” Kai tak menunggu jawaban dari Lily. Ia lansung membuka resleting baju Lily perlahan-lahan. Dan Lily juga tak memberontak. Ia hanya diam menuruti.