
“Cepat!” Jung Hwan mendorong Kai dengan kasar.
Kai dibawa masuk ke ruang bawah tanah. Ruangan itu tampak begitu kumuh dan lembab. Manusia normal tidak akan betah berada di ruangan itu walau hanya satu menit saja.
Ruangan itu memiliki banyak sel. Dalam sel itu terdapat banyak kerangka manusia. Kai bergidik saat membayangkannya. Ia terus berjalan dengan gemetaran. Akan diapakan ia di ruangan ini.
“Masuk!” Jung Hwan mendorong Kai masuk ke salah satu sel yang kosong.
Dengan segera Jung Hwan memborgol Kai lalu keluar dan mengunci selnya.
“Nikmatilah malam penderitaanmu di sini!” Ucap Jung Hwan lalu pergi meninggalkan Kai.
“Lepaskan aku!” Kai berteriak. Tetapi percuma saja. Jung Hwan sudah pergi meninggalkannya.
Kai lalu duduk di pojok ruangan itu. Dengan kondisi tangan yang diborgol dan sekujur tubuh yang sakit karena luka. Kai berpikir keras, bagaimana ia bisa lari dari sini. waktunya semakin berkurang, ia harus segera bertindak.
Dalam keheningan itu tenaganya semain terkuras. Kai mencoba untuk tetap sadar, tetapi sulit sekali. Ia bahkan tidak tahu sudah berapa lama ia tidak sadarkan diri. Ia tak minum atau makan sama sekali. Mata Kai mulai terpejam, ia berusaha keras agar tidak menutup mata. Tapi perlahan kelopak mata itu mulai tertutup. Pandangannya semakin gelap. Gelap,...lalu cahaya itu mulai hilang.
“Dum!” terdengar ledakan dari tanah di dekat posisinya sekarang. Kai mulai sadarkan diri lagi karena kaget.
“Penagcara Jo?” Kai kaget saat melihat kemunculan Pengacara Jo secara mendadak di hadapannya.
“Tuan Kai, akhirnya aku berhasil menemukanmu.” Ucap Pengacara Jo kemudian naik mendekati Kai.
“Bagaimana kau bisa tahu keberadaanku?” Tanya Kai.
“Dasimu. Untunglah kau masih memakainya hingga sekarang.” Ucap Pengacara Jo.
“Dasiku?” Kai tampak bingung.
“Ya, dasimu. Aku memasang alat pelacak di situ. Untunglah mereka tidak mendeteksinya. Ayo cepat! Kita harus pergi sekarang sebelum mereka mengetahuinya.” Ucap Pengacara Jo.
“Baiklah.” Kai pun mengikuti pengacar Jo turun ke dalam tanah.
__ADS_1
“Kau menggali terowongan ini?” Tanya Kai dengan takjub.
“Tidak. Terowongan ini memang sudah ada sejak dulu. Tapi aku rasa mereka tidak mengetahui keberadaan terowongan ini saking tersembunyinya. Anda tidak apa-apa Tuan?” Tanya pengacara Jo.
“Aku baik-baik saja. Oh, ya. apa Lily berada dalam tempat aman?” Tanya Kai.
“Dia aman di dalam mobil. Dia menunggumu sekarang. Dia ikut dalam misi pembebasanmu ini.” Jelas pengacara Jo.
“Dia ikut? Apakah itu tidak terlalu berbahaya?” Kai mulai cemas.
“Tenang saja Tuan, dia aman bersama pasukan penagawal kita. dia sudah ingat semuanya Tuan. Ceritanya panjang. Nanti akan aku jelaskan jika sudah berhasil keluar dari sini.” Ucap pengacara Jo.
“Syukurlah.” Kai menghembuskan nafas dengan lega.
“Ya, anda pasti akan senang melihatnya.” Ujar Pengacara Jo.
Mereka terus berjalan melalui terowongan gelap yang dingin. Suara langkah mereka bergema di dinding terowongan. Tidak lama kemudian, mereka sampai di ujung terowongan dan keluar ke permukaan.
“Tuan, kita hampir sampai.” Jelas pengacara Jo.
“Tuan?” Pengacara Jo merasa curiga karena tidak mendengar jawaban dari Kai.
“Tuan!” Pengacara Jo kaget karena melihat Kai yang pucat pasi dan hampir tak sadarkan diri.
“Bertahanlag Tuan, sebentar lagi.” Ucap Pengacara Jo sambil membopong Kai untuk terur berjalan.
Mereka berada di sebuah hutan yang sunyi di malam hari. Hutan itu begitu luas dengan keadaan gelap sekeliling.
Tak lama terdengar suara sirine dan kejaran. Ternyata antek-antek dari Nyonya Kim tengah mengejar mereka.
“Gawat Tuan, mereka mengejar kita dari belakang.” Ucap Pengacara Jo dengan muka yang panik.
Kai mulai merasa gelisah, ia tidak ingin tertangkap kembali oleh Nyonya Kim dan antek-anteknya. Pengacara Jo merangkul Kai dan mengajaknya berlari menuju arah yang berlawanan dengan suara sirene. Mereka berlari secepat mungkin di antara pepohonan yang lebat.
__ADS_1
“Ada jalan keluar di sini?” tanya Kai dengan napas tersengal-sengal.
“Tidak ada jalan keluar, tapi ada tempat persembunyian yang aman di sini,” jawab Pengacara Jo sambil membuka pintu masuk ke sebuah gua.
Mereka bersembunyi di dalam gua yang gelap dan dingin, menunggu hingga suara sirene dan kejaran menghilang. Setelah beberapa saat, Pengacara Jo mengeluarkan ponselnya dan memeriksa situasi di luar.
“Sudah aman,” ujarnya.
Mereka keluar dari gua dan melanjutkan perjalanan menuju tempat yang lebih aman. Pengacara Jo membawa Kai ke tempat persembunyian yang tidak diketahui oleh Nyonya Kim dan antek-anteknya.
Setelah beberapa jam berlalu, mereka akhirnya tiba di suatu tempat yang aman. Lily sudah menunggu mereka di sana.
“Kai! Bagaimana kabarmu?” tanya Lily dengan cemas.
“Aku baik-baik saja, terima kasih sudah datang menyelamatkan,” jawab Kai dengan senyum lebar.
Pengacara Jo kemudian menjelaskan situasi dan rencana mereka untuk melawan Nyonya Kim dan mengungkap kebenaran di balik semua kejahatan yang telah dilakukan oleh keluarga Kim.
“Jadi kau sebenarnya tidak kehilangan ingatanmu secara keseluruhan? Syukurlah.” Kai memeluk Lily dengan haru.
“Terima kasih karena telah berjuang, Bogeum.” Ucap Lily kemudian melepaskan pelukan.
“Kau...”Kai terkejut saat mendengar perkataan dari Lily.
“Ya, aku Guemi Kai. Kau masih ingat?”
“Tentu. Aku tidak akanpernah melupakan teman masa kecilku.” Kai menangis haru.
“Syukurlah, sekarang saatnya kita bersiap.” Ucap pengacara Jo.
“Ya.” Jawab Kai dan Lily secara bersamaan.
Kai, Lily, dan Pengacara Jo bersama-sama merencanakan strategi untuk menghadapi Nyonya Kim dan antek-anteknya. Mereka tidak akan mundur sebelum kebenaran terungkap dan keadilan tercapai.
__ADS_1
Kai merasa terharu dan bersyukur memiliki teman-teman yang peduli dan siap membantunya. Mereka akan berjuang bersama dan menuntut keadilan untuk semua korban Nyonya Kim.