Rahim Milik CEO Tampan

Rahim Milik CEO Tampan
Bab 31


__ADS_3

“Llily, aku berangkat ya.” Kai kemudian menjinjing tas nya.


“Ya, tapi...Kai.” Lily tampak gelisah, seakan ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


“Kenapa?”Tanya Kai.


“Tidak, aku hanya...aku...emmm, Kai, apa kau tidak bisa izin untuk hari ini saja?” Tanya Lily dengan ragu.


“Memangnya kenapa? apa kau tidak sehat?” Kai kemudian mengecek kondisi Lily.


“Tidak, bukan aku. Tapi Kau. semalam, aku bermimpi. Kau berangkat ke kantor tapi dengan jalan yang salah. Kau tersesat dan mencoba memanggil-manggil namaku tapi aku tak bisa menemukanmu. Aku khawatir Kai.”Ucap Lily dengan raut yang cemas.


“Kau mungkin kelelahan, dari kemarin kau sibuk kesana kemari. Aku rasa itu hanya kecemasanmu yang berlebih. Aku memakluminya. Tapi aku harus berangkat kerja sekarang. Kau tidak usah khawatir, oke?” Kai mencoba menghibur Lily.


“Ya, baiklah...tapi...”Lily masih ragu.


“Aku berangkat sekarang ya. dah.” Kai pun berangkat.


Lily terus memandangi kepergian Kai. Hingga mobilnya tak terlihat di halaman rumahnya lagi, Lily pun masuk ke rumah dengan hat yang cemas.


Lily merasa tak tenang sepanjang hari. Dia terus mengingat mimpinya semalam tentang Kai.


“Kai, semoga Kau baik-baik saja.” Ucap Lily.


Hari pun menjelang sore, seharusnya Kai pulang di jam ini. Lily meudian menelpon suaminya untuk mengcek kondisinya dan memastikan bahwa suaminya baik-baik saja.


Dia berusaha menghubungi Kai berkali-kali namun tak ada jawaban.


“Angkat Kai.” Gumam Lily dengan begitu cemas.


tiba-tiba, teleponnya malah menerima panggilan dari nomor lain. Itu dari Pengacara Jo, pengacara keluarga Park yang mengurus warisan kakek Kai.


“Lily, ada yang harus kusampaikan kepadamu. Ada sebuah kejadian yang sangat tragis.” Ujar pengacara Jo dengan suara serius.

__ADS_1


“Ada apa? Bukankah Kai pergi ke kantor tadi pagi? Dia belum pulang juga.” Ujar Lily dengan suara gemetar.


“Maaf Lily, Kai mengalami kecelakaan yang sangat tragis. Sayangnya tubuhnya tidak ditemukan. Kami sedang melakukan pencarian di sekitar lokasi kecelakaan. Kami khawatir bahwa...” Kata-kata pengacara Jo terputus seakan ragu untuk melanjutkan kalimatnya.


Tangisnya pecah begitu saja. Dia merasakan seakan-akan hatinya dihancurkan dan dunianya berhenti berputar.


“Kai...tidak mungkin. Bagaimana bisa ini terjadi? Di mana dia sekarang? Apa yang terjadi?” Ujar Lily dengan suara gemetar.


Pengacara Jo kemudian menjelaskan tentang kecelakaan yang menimpa Kai. Mobilnya hilang kendali dan menabrak pohon di pinggir jalan. Tubuhnya tidak ditemukan di lokasi kecelakaan dan saat itu sedang dilakukan pencarian oleh pihak berwenang.


“Tidak mungkin! Ini semua pasti hanya mimpiku! Tidak!” Lily menangis histeris.


“Tenangkan dirimu terlebih dahulu Lily, aku yakin Kai pasti akan ditemukan. Kau harus berusaha tegar terlebih dahulu karena ak tahu Tuan Kai seperti apa. dia tidak mudah untuk dilenyapkan. Begini saja, malam ini setelah pencarian, aku akan ke rumahmu. Ada beberapa hal yang harus aku jelaskan padamu. Juga, aku perlu menjelaskan kejadian ini secara mendetail kepadamu dan perkembangan pencarian Kai, akan aku beri tahu nanti malam.” Jelas pengacara Jo.


Lily hanya bisa menangis sejadi-jadinya, dia tidak bisa mempercayai bahwa suaminya yang begitu baik dan perhatian tiba-tiba harus mengalami kecelakaan tragis seperti ini. Hatinya hancur berkeping-keping dan dia merasa seperti dunianya runtuh.


Setelah percakapan dengan pengacara Jo, Lily terus merenungkan kejadian yang menimpa suaminya. Dia terus berdoa agar suaminya bisa ditemukan secepatnya dan dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa kehadiran Kai.


Malam harinya, pengacara Jo datang ke rumah Lily untuk memberikan update tentang perkembangan pencarian Kai. Mereka duduk bersama di ruang tamu, dan pengacara Jo menjelaskan detail tentang kecelakaan yang menimpa Kai.


Lily merasa seperti dunianya kembali runtuh mendengar berita tersebut. Dia terus menangis histeris, sambil memeluk foto suaminya yang terpampang di dinding ruang tamu mereka.


Pengacara Jo kemudian memberikan beberapa dokumen dan informasi terkait kecelakaan itu.


“Ini beberapa dokumentasi yang berhasil aku akmbil dari TKP. Lihatlah!” Pengajara Jo menyodorkan beberapa dokumen dan foto.


“....”Lily melihat semua itu dengan tangan yang gemetaran.


“Tidak mungkin, apa ini semuanya benar-benar nyata?” Lily menitikan air mata.


“Semuanya tampak janggal. Kecelakaan separah itu, dengan mobil yang hancur. Tetapi tak ada satu pun tanda-tanda dari keberadaan sang pengendara. Setidaknya secarik dari bajunya atau apalah. Ini bersih, sama sekali tak ada jejak.” Jelas Pengacara Jo.


“Apa kau menemukan sesuatu selain ini?” Kini Lily lebih tegar.

__ADS_1


“Ya. kertas ini. aku menemukannya di dekat stir.” Pengacara Jo memberikan secarik kertas yang sebagiannya sudah termakan oleh api.


“Ini...” Lily seketika itu juga menangis tersedu-sedu.


“Aku menuliskan ini karena aku jadi sering lupa akhir-akhir ini. beberapa hari lagi ulang tahunmu. Aku harap aku tidak melupakannya.” Itu isi tulisan dari kertas itu.


“Ini memo ku.” Lily menggenggamnya dengan sangat erat.


“Aku yakin Tuan Kai masih hidup.” Gumam Pengacara Jo dengan tatapan datar namun penuh keyakinan.


“Apa maksudmu?” Lily menatap Pengacara Jo.


“Tuan Kai...kecelakaan ini, dan tragedi tangga itu, lalu kematian keluarga Tuan Kai. Aku yakin ini semua telah direncanakan.” Jelas Pengacara Jo.


“Jika benar begitu, lalu dimana sekarang suamiku. Apa mereka akan melenyapkannya juga?” Lily tampak semakin cemas.


“Tidak, aku rasa belum. Mungkin mereka tengah menahannya kali ini. seperti yang terjadi pada kematian Nyonya Besar.” Jawab Pengacara Jo.


“Nyonya besar?” Lily tambah penasaran.


“Istri Tuan Park. Kebenarannya, bahwa kematian Nyonya Park telah direncanakan oleh Nenek Tiri Tuan Kai. Dia sengaja melakukannya karena ingin menguasai harta keluarga Park. Kejadian itu sudah puluhan tahun tapi aku masih mengingatnya. Tuan Park sendiri yang menuturkan kebenaran ini langsung kepadaku.”


“Istrinya, telah berperilaku aneh satu bulan sebelum kematiannya. Bersamaan dengan hadirnya Nyonya Kim, nenek tiri itu, Tuan Park awalnya tidak menyadari semua itu. Ia baru tahu bahwa kematian isterinya karena ulah nyonya Kim. Tapi naas, setelah mengetahui fakta itu, Tuan Park menjadi target pembunuhan selanjutnya.”


“....”Ada jeda yang panjang setelah cerita itu.


“Dan Tuan Kai, kami sebenarnya sudah mengetahui kebenaran ini lebih jauh. Banyak bukti yang sudha kami kumpulkan untuk menjatuhkan nyonya Kim. Tetapi tak kusangka, Nyonya Kim juga telah bertindak sangat jauh.” Pengacara Jo menambahkan.


“Tunggu, aku masih belum paham. Aku tahu, aku mengalami hilang ingatan itu karena insiden di tangga itu. Jadi insiden itu sebenarnya direncanakan oleh Nonya Kim. Tapi bukankah ia juga ikut jatuh? Dia juga terluka.” Lily tampaknya masih bingung.


“Ya, tapi dia berhasil selamat dan kembali seperti sedia kala. Tidak sepertimu yang kehilangan hampir seluruh ingatanmu. Untunglah sekarang kau mulai mengingat beberapa hal lagi. Tapi aku rasa semuanya sudah terlambat, Tuan Kai sudah dalam cengkraman mereka. Apa lagi yang mau dipertahankan. Tugasku yang terakhir adalah membawa kabur Tuan Kai, menjauhkan Tuan Kai dari mereka sejauh mungkin. Hanya itu.” Jelas pengacara Jo.


“Semuanya belum terlambat. Aku...aku telah berhasil mengingat semuanya.” Ucap Lily.

__ADS_1


“Apa?” Pengacara Jo tampak kaget.


“Ya. aku berhasil mengingat semuanya.” Lily kembali menegaskan.


__ADS_2