RASA CINTA ANAK SMP

RASA CINTA ANAK SMP
10


__ADS_3

" Ternyata walo lo tukang koran , lo pintar juga ngomong, ya ?" sungut Elsa, salah seorang teman karib Wulan .


" Maaf jika kalian anggap gue lancang. Bukan maksud gue berbuat begitu ,"


" Hai tukang koran !"


" Ya , Wulan ?"


" Dengar . Mulai sekarang lo harus nurut gue, ya! jika lo berani ngebantah , lo akan nyesel . Ngerti?"


" Gue ngerti , Wulan ."


" Hm , bagus . Awas kalao lo sekali lagi membuat gue kesal. Lo akan nyesal!!" ancam Wulan dengan wajah kembali mengambarkan kebengisannya ." Ayo...."


Wulan pun ninggalin perlustakaan di mana Damar berada, di ikuti oleh kedua shabatnya yang juga nggak kalah ketusnya. Sepeninggalan Wulan dan kedua temannya , Damar hanya bisa menghela napas panjang.

__ADS_1


Ternyata bukan hanya di Berebes aja dia mendapat perlakuan seperti itu. Di jakarta pun dia harus mengahadapi keangkuhan dan kesombongan anak orang kaya seperti Wulan . Sungguh sangat disayangkan , Wulan yang cantik memiliki sikap sombong dan angkuh . Padahal kalao Wulan bersikap baik, justru akan makin membuatnya kian bertambah cantik.


Bel tanda waktu istirahat berakhir berbunyi . Segera Damar ngembaliin buku yang di bacanya ke rak. Kemudian dia pun pergi ninggalin perpustakaan , menuju ke kelasnya .


" Hai Damar ....!" Dari belakang terdengar suara seorang cewek memanggil


Damar menengok. Tampak Fani melangkah dengan setengah berlari mengejar ke arahnya.


" Hai Fani... Ada apa ?"


" Lo nggak malu jalan sama gue?"


" Malu kenapa ?"


" Ya, seperti yang lo dan yang lain ketahui , gue kan anak janda miskin dan anak kampung. Sedangkan lo dan yang lainnya, anak orang berada dan juga anak kota. Nanti ada yang ngejek lo loh, kalo li jalan sama gue."

__ADS_1


" Ah , peduli apa sama omongan orang. Gue rasa lo sama gue juga sama yang lainnya sama saja ," tutur Fani.


" Li manusia , gue manusia , mereka juga manusia . Jadi apa bedanya kita dengan mereka ? Lo sama gue ? kita sama - sama manusia , sama - sama ciptaan Tuhan . Dan Tuhan nyiptain kita juga dalam bentuk yang sama , kok Bahkan dibanding gue sama lainnya , lo memiliki kelebihan . Lo pinter..."


" Tapu gue hanya orang miskin yang berasal dari kampung." tutur Damar


" Miskin , kaya, senang, susah, cantik , tampan , jelek, itu kan cuma status keadaan saja . Dan iru nggak bisa di jadiin patokan baik buruknya seseorang.


Kadang bahkan banyak orang yang ngaku kaya , malah nggak memiliki budi pekerti . Bertindak seenaknya , ngerasa paling hebat ,paling wah, kemudian sombong dan takabur."


Seketika Damar termenung mendengar penuturan Fani. Dipandang wajah tuh cewek dengan lekat seakan dia berusaha untuk ngemastiin , apakah kata - kata bijak yang baru aja dia denger bener keluar dari mulut seorang cewek cantik dan juga anak orang berada seperti Fani? Sungguh sangat jauh berbeda sekalai Wulan dengan Fani.


Padahal keduanya sama - sama cantik. Keduanya sama- sama anak orang berada . Emang , Wualan jauh lebih cantik dan lebih kaya . Perusahaan milik ibunya Wulan , jauh lebih besar dan lebih bonafid di banding perusahaan milik ibunya Fani. Selain itu , ibunya Wulan juga seorang wanita karier. Sementara ibunya Fani hanya sebagae ibu rumah tangga biasa. Mungkin senantiasa ngedapetin perhatian dan bimbingan dari ibunya . Karena ibunya selalaub ada di rumah . Sementara Wulan , kedua orang tuanya sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing - msaing.


Wulan lebih banyak berasama dengan pembantu dan pengasuhnya, yang nggak peduli akan perkembangan jiwa dan pendidikan anak asuhnya.

__ADS_1


__ADS_2