RASA CINTA ANAK SMP

RASA CINTA ANAK SMP
08


__ADS_3

Lampu lalu lintas di perempatan jalan menyala merah . Seorang cowok, berusia belasan tahun , berpakean kaos oblong yang sudah lusuh sama celana panjang tiga perempat ( karna panjangnya cuma sampe di bawah lutut), dengan tangan kiri menggendong koran sama majalah bergegas turun jalan .


Dengan menggendong barang dagangannya , Damar melangkah mengahmpiri satu demi satu mobil yang tengah berhenti karna lampu menyala merah sembari dari mulutnya nggak henti hentinya menawarkan dagangannya .


"Koran....koran.....koran sore, majalah tabloid koran...."


" Dik , koran ...!".panggil seorang lelaki berpakaian perlente naik mobil mewah .


" Koran, Om?" tanya Damar.


" Ya."


" Koran apa, Om?"


Lelaki setengah baya berpakaian perlente itu nggak menjawab . Matanya dengan lekat memandang ke wajah Damar, sehingga membuat pemuda itu jadi mengerutkan kening, nggak mengerti kenapa lelaki kaya itu memandangnya begitu rupa . Sehingga ditanya bukannya menjawab , tetapi malah diam membisu .


" Om..."


" Oh, eh, ya ....?"


" Ada apa, Om?"


" Oh eh, ng... nggak . Nggak ada apa - apa ."


" Kenapa om pandangi saya begitu rupa?"


" Nggak ...nggak apa - apa , Aku hanya teringat pada anakku saja ."


" Anak Om sebesar saya ?"

__ADS_1


" Jika memang dia masih hidup , mungkin sebesar kamu."


Damar manggut - manggut dan bertanya ," Oh ya, Om pesan koran apa ?"


Lelaki perlente itu pun menyebutkan nama koran yang diinginkannya . Damar menarik bundelan koran dimaksud , untuk kemudian menyerahkannya pada lelaki setengah baya itu yang menerimanya dan menyodorkan selembar uang dua puluh ribu rupiah .


" Kembaliannya untukmu."


" Makasih banyak, Om."


Lelaki yang memakai pakaian perlente berusia setengah baya itu pun mengganguk.


" Permisi, Om."


" Ya...."


Sementara itu tanpa sepengetahuan Damar yang sibuk menjajakan dagangannya , dari sebuah mobil Suzuki Eastem warna hitam metalik , Wulan melihat cowok itu tengah menjajakan dagangannya . Cewek cantik putri pengusaha dan primadona SMP itu ngerutin kening ngeliat Damar tengah menjajakan koran. O , ruapanya lo penjual koran? Gue nggak nyangka, penjual koran macam lo kok bisa - bisanya masuk ke sekolah gue? Gumam Wulan dalam hati dengan wajah nunjukin kesinisan .


Begitu Damar mendekat ke mobilnya , Wulan pun memanggil , " Koran.....!"


Ngerasa di panggil, apalagi penjual koran yang ada di tempat itu cuma dirinya , Damar pun mendekat .


" Koran , Non....?" tanya Damar . Karna kaca jendela mobil itu tertutup separoh , dan karana Wulan makek kacamata hitam serta topi , sehingga Damar pun nggak ngenalin kalo tuh cewek adalah Wulan , primadona Smp dimana dia sekolah .


" Ya ...." jawab Wulan .


" Koran apa , Non?"


" Apa aja . Tapi kalo ada sih koran yang memuat berita aktual mengenai seorang penjual koran yang sekolah di SMP favorit yang kebanyakan siswanya anak - anak orang berada ...."

__ADS_1


Damar tersentak mendengar ucapan cewek . Seketika Damar tau , siapa tuh cewek sebenarnya , " Lo Wulan ....."


" Ya gue . Kenapa?"


" Nggak apa- apa ."


" Ada koran yang gue maksud ?"


" Nggak ada ."


" Sayang . Padahal gue pengen banget dapetin tuh koran ."


" Lo sudah punya."


" Oh ya?'


" Ya ..."


" Mana?"


" Di hati sama lidah lo. Sorry, Wulan , gue harus jualan . Sebab dari sinilah gue bisa dapetin uang untuk biaya hidup dan sekilah gue," kata Damar sembari bermaksud pergi ninggalin mobil di mana Wulan berada .


" Eh , tunggu !"


" Ada apa lagi? Belum puaskah lo menghina gue ?"


" Gue mau beli semua koran yang lo jual ."


" Terimakasih . Kalo lo bener mau beli koran , akan gue layani . Tapu kalo lo cuma pengin mengasihani gue, maka dengan sangat nyesal gue tolak . Gue memang orang miskin , tetapi gue nggak mau dikasihani ...." Usai berkata begitu , Damar pun segera pergi ninggalin mobil di mana Wulan berada.

__ADS_1


__ADS_2