RASA CINTA ANAK SMP

RASA CINTA ANAK SMP
15


__ADS_3

Selepas maghrib , satu persatu temen - temennya yang mau belajar bersama datang ke rumah Setefani . Dengan penuh keakraban dan tentu saja dengan full senyum serta keramahan , Setefani menyabut kedatangan mereka.


" Damar sudah datang?" tanya temannya .


" Belom," jawab Setefani


" Lo yakin, dia akan datang ?"


" Ya."


" Dia tau nggak rumah lo?"


" Sudah gue kasih dia alamat."


" Dia kan anak baru, Fan . jangan - jangan malah nyasar."


" Gue sudah nawarin dia agar gue jemput. Tapi dia nolak dan ngomong kalau dia akan datang."


Merekapun akhirnya berusaha nunggu kedatangan Damar dengan perasaan nggak menentu. Terlebih Setefani yang memang sangat berharap Damar datang ke rumahnya , agar bisa dia perkenalkan pada kedua orangtuanya . Soalnya dia sudah terlanjur cerita sama bokap dan ibunya mengenai Damar. Dan bokap sama ibunya pun tertarik dan pengin ketemu serta berkenalan dengan anak jenius yang di tutrkan oleh putri mereka.


Dan akhirnya damar yang akan membimbing mereka belajar berasama pun datang.


"Tuh dia datang !" seru Setefani .


" Ah,iya..... syukurlah ," sambut temen - temennya ikut senang. Karena kalo sampai Damar nggak datang, lalau siapa yang akan membimbing mereka belajar bersama ?


Soalnya tingkat kecerdasannya sama . Hanya Damar yang memiliki kecerdasan di atas mereka . Dan itu sudah mereka lihat dan buktikan sendiri di sekolah. Dimana Damar mampu ngerjaiin soal - soal dari guru yang belom di terangkan oleh guru pada mereka .


Dengan wajah nunjukin kegembiraan dan kebahagian Setefani bergegas turun dari loteng di mana temen- temenya berkumpul untuk menyambut kedatangan Damar .


" Ada apa , Fani ?" tegur bokapnya.


" Iya. kok buru - buru turunnya ? Mau kemana sih ?" timpal ibunya .


" Damar sudah datang , Pa, Ma..."


" Oh, itu toh kiranya ?" gumam sang bokap.

__ADS_1


" Fani sambut dia dulu, Pa , Ma."


" Ya.."


Setefani pun bergegas menuju ruang tamu rumahnya, untuk menyambut kedatangan Damar yang dia lihat dari loteng sudah berada di depan pintu gerbang.


Ketika Setefani membuka pintu . Tuh cowok hendak neken bel tamu . Namun pintu sudah keburu di buka , sehingga Damar pun ngurungin niatnya neken bel pintu.


" Malam , Fan ...?" sapa Damar.


" Malam," balas Setefani ." Akh... akhirnya lo datang juga, Damar ."


" Gue sudah janji , kan ? Bagi gue, janji adalah hutang . Maka sebisanya gue akan berusaha melunasinya. Apa yang lain juga datang ?"


" Iya. Meraka sudah berada di atas , di balkon, Tapi lo nggak akan gue ajak kesana langsung ."


" Kemana?"


" Bokap sama nyokap ingin ketemu dan kenal sama lo."


" Papa sama mama lo?"


Damar nggak bisa menolak , ketika Setefani menggandeng tangannya dan mengajaknya ke ruang kelauarga , dimana bokap sama ibunya berada .


Kedua orang tua Fani tampak sedang duduk - duduk santai sambil menyaksikan acara televisi, saat Setefani yang menggandeng Damar datang .


" Pa , Ma, ini loh yang namanya Damar."


Bokap sama nyokap Fani menengok.


" Selamat malam , Om , Tante..."


" Malam. Silahkan duduk," ajak bokapnya setepani .


" Maksih , Om."


" Ayo , Damar, duduk," ajak Setefani. Sehingga Damarpun akhirnya dengan agak canggung menurut duduk di sofa mahal yang empuk.

__ADS_1


" Mau belajar bersama?" bokapnya Setefani .


" Iya , Om."


" Kamu , tau nak Damar . Sedari tadi Faji terua menceritakan dirimu. Katanya kamu cerdas dan pintar ."


" Ah, biasa aja , om. Semua karena belajar tekun aja , Om."


" Nah Fani, kamu dengar apa yang Damar ktakan ? kalao mau jadi pintar, ya harus belajar dengan rajin dan tekun. Benar kan , Nak Damar?"


" Ya , Silahkan. Hal seperti ini sangat bagus . Om stuju. Teruskan belajar seperti ini. Dam Om mengijinkan kalian belajar di sini. Ketimbang kelayapan nggak karuan , kan lebih baik belajar bersama. Apalagi ada yang membimbing seperti nak Damar. Nak Damar nggak keberatan kan , membantu Fani belajar?"


" Nggak , Om."


" Om, nggak janji. Tetapi kali nanti hasilnya memang memuaskan , Om pun pasti akan berterimakasih pada nak Damar. Ya , nanti om dan tante akan sedikit memberi sesuatu pada nak Damar sabagai ungkapan rasa terimakasih."


" Nggak perlu. Om . Wong kami sama - sama belajar, kok ."


" Ya sudah. Temuilah temen - temen kalian ."


" Baik , pa. Ayo , Damar,"ajak Fani.


" Permisi , Om , Tante..."


" Ya, ya...."


Fani pun mengajk Damar naik ke loteng di mana temen - temen mereka sydah berada di sana lebih dulu menunggu.


" Selamat malam, temen - temen ?" sapa Damar.


" Malam, Damar..."


" Sudah siap belajar bersama ?"


" Ya , dong..."


" Baiklah , mari kita mulai..."

__ADS_1


Meraka pun mulai belajar bersama. Dengan sabar Damar nerangin dan ngejelasin bagaimana mngisi soal- soal yang tengah mereka bahas . Damar pun ngasih tau jalannya kemudian menyuruh temen - temennya untuk mencoba ngerjain sendiri . Bila ada yang belom ngeri, Damar kambali menjelaskannya. Sehingga akhirnya temannya yang belom ngerti pun akhirnya ngerti.


__ADS_2