
Pada saat yang sama namun di rumah mewah yang lain... Dengan perasaan gelisah nggak menentu , Wulan berjalan mondar - mandir di dalam kamarnya. Wajahnya nunjukin kegelisahan. Namun nggak lama kemudian berubah jadi kekesalan serta kejengkelan . Bahkan saking kesel sama jengkelnya, sampe - sampe dia ngebanting handphone- nya yang harganya harganya lumayan mahal , lebih dari dua puluh juta ke lantai.
PRAK! PECAH. ( gitulah kira " suaranya😅😅).
Suara hancurnya HP yang di banting Wulan , mengundang perhatian pembantu rumah yang khusus meladeni Wulan . Dengan tergesa - gesa dan wajah nunjukin kecemasan dan kekahwatiran terjadi sesuatu yang nggak diinginkan pada nonanya , pembantu berusia sekitar dua puluh tahunan itu masuk ke dalam kamar Wulan .
" Non Wulan.... ada apa ?"
" BERENGSEKKK...! " maki Wulan sengit.
" Siapa yang brengsek , Non?"
" KAMUUU....!"
" loh , memangnya apa salah mbak ,Non?" tanya sang pembantu dengan wajah nunjukin ketidak mengertian . Sebab, dia ngerasa kalo dia nggak berbuat kesalahn , Bahkan selama ini , dia sudah berusaha melayani dan meladeni serta ngurusin nonanya itu dengan sebaik dan semaksimal mungkin." Apa tadi pagi ada perlengkapan sekolah nom yang ketinggalan ?"
" HNGGG....!" Wulan mengeram .
__ADS_1
" Waduh , Non .... jangan begitu, Mbak takut..."
" SIALLL....!
" Siapa yang sial , Non?"
" KAMU!" dengus Wulan ." Kamu yang sial , karena ikut campur aja urusan orang lain!"
" Waduh , Non. Mbak nggak ngerasa ikut campur . Maaf kalo mbak mbak mau tau keadaan non, sebab bagaimana juga non merupakan tanggung jawab mbak. Tuan sama nyonya sudah memberikan tanggung jawab pada mbak , Non. Nah, kali sampe terjadi apa - apa pada non, kan mbak juga yang di salahin oleh Tuan dan Nyonya ..."
" Waduh , Non . Apa non kesurupan ?"
" AKHHHH....! " Mau pergi , ato bener - bener gue cekik, hah ?!ancam Wulan .
" I....iya, Non, Mbak keluar, deh. Soalnya mbak masih pengin hidup..."
Dengan wajah nunjukin rasa takut sembari tangan kirinya memegang leher,pembantu yang ditugasi mengurus dan meladeni Wulan itu pun bergegas kembali keluar.
__ADS_1
Wualan sebenernya hampir tersenyum ngeliat kelucuan pembantunya . Namun ketika dia kembali ingat pada Damar dan Setefani yang makin hari tampak semakin akrab saja , membuat kejengkelan dan kekesalannya krmbali muncul.
" HAHKK......!
Tak tau harus gimana lagi untuk melampiaskan kekesalan sama kejengkelannya ,akhirnya Wulan pun menghempaskan tubuhnya di kasurnya yang empuk . Kemudian sambil terlentang terlentang dengan kedua tangan direntang kan lebar - lebar , dia arhkan pandangan matanya menerawang jauh , Pikirannya pun melayang jauh, mengingat kembali semua kejadian yang di alaminya semenjak kehadiran Damar di sekolahnya .Hubungannya dengan Setefani yang dari SD sekelas dengannya yang memang sudah agak renggang, kini Semakin bertambah renggang setelah kedatangan Damar. Ketidak sepahaman antara dia dengan Setefani yang dulu sewaktu masih sama - sama di SD yang kini mulai muncul . Bahkan sejak kehadiran Damar di sekolahnya, ketidak sepahaman antara dia dengan Setefani semakin bertambah jelas dan nyata . Bahkan antara dia dan Setefani bakal timbul perselisihan . Dan apalagi penyebabnya kalo bukan DAMAR SULISTIO!
Wualn bener - bener kesal dan kecewa . Karena usahanya mempengaruhi temen - temennya untuk mengucilkan Damar , gagal total! Keberadaan Setefani yang juga putri tunggal seirang pengusaha kaya dan ternama sebagaimana dirinya, yang justru malah berpihak dan membela Damar , membuat temen - temennya jadi terpecah . Bahkan , semakin dia berusaha menekan dan nunjukin sikap nggak suka pada Damar,semakin bertambah banyak temen - temennya yang malah memihak Setefani mau m3nerima kehadiran Damar semua menerima Damar dengan tangan terbuka . Seakan mereka nggak peduli siapa itu Damar . Sebab , mereka melihat kalo Setefani yang putri seorang pengusaha kaya dan ternama aja mau menerima Damar , kenapa mereka yang belom seberapa kekayaan di bandingin Setefani , harus nggak bisa nerima kehadiran Damar di sekolah mereka ? Apalagi Damar cerdas.
" Siaaallll...! Ber*****....!" Teriak Wulan histeris , sembari membanting ato ngelempar apa saja yang ada para pembantu , tukang kebon, Sopir, Satpam, kucing , Anjing, dan lainnya seketika tersentak kaget.
Lalu: Bengong .Kemudian : Saling pandang . Setelah itu : Menghela nafas . Dan akhirnya : Geleng - geleng kepal !
Ya, mereka bukan sekali dua kali aja ngelihat kelakuan nona majikan mereka bersikap sepeeti itu . Jadi , bagi mereka , apa yang kini dilakuin oleh Wulan , merupakan hala yang sudah biasa ato lumrah.
Selesai ngelampiasin kemarahan dan kekesalannya , Wulan pun bergegas ninggalin kamar tidurnya yang masih berantakan kayak kapal pecah. Kemudian membanting pintu kamar dengan keras , yang membuat penghuni rumah yang lain kembali di bikin kaget , b3ngong, saling pandang, untuk kemudian geleng - geleng kepala .
Nggak seorang pun yang berani bertanya , apalagi menegor. Mereka hanya bisa memandang dan melihat berlalunya nona majikan mereka ninggalin kamar ,terus ninggalin ruang tamu , laku ninggalin rumah .Pergi ntah kemana !
__ADS_1