RASA CINTA ANAK SMP

RASA CINTA ANAK SMP
12


__ADS_3

Meski setefani senantiasa ceria, namun sekecil apapun perubahan yang terjadi pada dirinya , sebagai seorang ibu, mamanya pasti tau. Apalagi siang ini, sembari masuk ke dalam rumah , setefani melangkah sembari bersenandung kecil. Bahkan saking asyiknya bersenandung, Sertefani sampai lupa ngasih salam pada sang mama sebagaimana biasanya. Tuh anak langsung nyelonong aja , bermaksud nuju ke kamarnya .


" Faniiii....!" seru sang mama memanggil. Barulah Setefani tersadar. Sehingga cewek cantik rada tomboy itu pun hentiin langkahnya . Lalu berbalik menghadap ke arah mamanya.


" Eh, mama.... siang, Ma."


" Siang."


Setefani pun menghampiri mamanya, untuk menyium kedua pipi sang mama sebagaimana biasanya.


" Sorry, Ma ..."


" Mama perhatiin , seneng bener kamu hari ini. Ada apa....?"


" Nggak ada apa - apa , Ma ."


" Bener nggak ada apa - apa?"


" Bener , Ma .Masak Fani bo' ong , sih? rajuknya manja.


" Tapi mama perhatiin hari ini kamu nggak seperti biasanya ," kata sang mama.


" Nggak seperti biasanya gimana sih , Ma Fani rasa nggak ada yang berubah pada diri Fani , kok..."


" Pada dirimu sih nggak . Tapi sikap mu loh..."


" Emangnya ada apa dengan sikap Fani, Ma ? Fani nggak rasa ada yang berubah ," bantahan setefani , tetap nggak mau mengakui dugaan mamanya.


" Syukurlah kalo gitu," gumam sang mama sembari senyum.


" Kok mama senyum?"

__ADS_1


" Nggak boleh ?"


" Boleh sih . Tapi... sepertinya mama menyimpan sesuatu deh."


" Menyimpan apaan ?"


" Mama masih menyimpan kecurigaan aama Fani, begitu."


" Begitu bagaimana ?"


" Senyum mama lain."


" Lain gimana ?"


" Ya lain ."


" Kamu ini ada ada saja... masak senyum bisa lain ?"


" Ya , iru perasaan Fani."


" Bener kan, Ma?"


" Baikalah , mama ngaku. Dan mama juga mau kamu jujur sama mama . Hari ini mama perhatiin ada sedikit perubahan pada diri kamu. Bener, kan?"


Giliran setefani yang terdiam


Ya, hari ini memang hatinya teramat sangat bahagia . Melebihi kebahagiaan hari- hari sebelumnya . Dan itu tentu saja mengundang perhatian sang mama yang m3mang senantiasa ngasih perhatian padanya. Setefani sendiri nggak ngerti , kenapa sejak Damar masuk ke sekolahnya , diamana temen - temen yang lain memnadang hina dan rendah pada cowok itu , justru dia malah ingin menjadi teman dan sahabat tuh cowok,. Bahkan setefani sudah janji dalam hati , meski nggak seorang pun temannya yang lain mau menerima Damar , dia akan menjadi orang pertama yang mau menerima dan menjadi temen cowok itu.


Perasaan apa yang sebenarnya tengah di rasakannya? Setefani nggak ngerti. Yang dia tau , di dalam hatinya ada sesuatu rasa bahagia begitu mendengar kalo Damar mau belajar bersama di rumahnya. Perasaan yang selama ini belum pernah dia rasakan sebelumnya.


" Eh, Ma... " Setefani coba ngalihin pembicaraan mamanya.

__ADS_1


" Apa?"


" Boleh nggak kalo Fani belajar bareng temen- temen ?"


" Dimana ?"


" Di sini ."


" Boleh .Itukah alasanmu tampak sangat senang hari ini?" duga sang mama dengan mata masih memandang lekat ke wajah putrinya , berusaha untuk mastiin kalo dugaanya nggak keliru.


" Iya."


" Tapi mama yakin, tentu ada yang istimewa ."


" Maksud mama ?"


" Salah seorang dari temanmu yang akan belajar di sini, pasti ada yang sangat istimewa bagimu, sehingga mampu membuatmu begitu senang dan gembira sekali Benar, kan "


" Ahhh, Mama..."


" Kenapa?"


" Kok mama jadi negatife thingking geto , sih ..."


" Negatife thinking gimana ?"


" Curiga aja .."


" Tapu bener kan?"


" Nggak lah, Ma."

__ADS_1


" Bener nggak ada yang istimewa ?"


" SUER....!" kata Fani.


__ADS_2