
Meski setefani senantiasa ceria, namun sekecil apapun perubahan yang terjadi pada dirinya , sebagai seorang ibu, mamanya pasti tau. Apalagi siang ini, sembari masuk ke dalam rumah , setefani melangkah sembari bersenandung kecil. Bahkan saking asyiknya bersenandung, Sertefani sampai lupa ngasih salam pada sang mama sebagaimana biasanya. Tuh anak langsung nyelonong aja , bermaksud nuju ke kamarnya .
" Faniiii....!" seru sang mama memanggil. Barulah Setefani tersadar. Sehingga cewek cantik rada tomboy itu pun hentiin langkahnya . Lalu berbalik menghadap ke arah mamanya.
" Eh, mama.... siang, Ma."
" Siang."
Setefani pun menghampiri mamanya, untuk menyium kedua pipi sang mama sebagaimana biasanya.
" Sorry, Ma ..."
" Mama perhatiin , seneng bener kamu hari ini. Ada apa....?"
" Nggak ada apa - apa , Ma ."
" Bener nggak ada apa - apa?"
" Bener , Ma .Masak Fani bo' ong , sih? rajuknya manja.
" Tapi mama perhatiin hari ini kamu nggak seperti biasanya ," kata sang mama.
" Nggak seperti biasanya gimana sih , Ma Fani rasa nggak ada yang berubah pada diri Fani , kok..."
" Pada dirimu sih nggak . Tapi sikap mu loh..."
" Emangnya ada apa dengan sikap Fani, Ma ? Fani nggak rasa ada yang berubah ," bantahan setefani , tetap nggak mau mengakui dugaan mamanya.
" Syukurlah kalo gitu," gumam sang mama sembari senyum.
" Kok mama senyum?"
__ADS_1
" Nggak boleh ?"
" Boleh sih . Tapi... sepertinya mama menyimpan sesuatu deh."
" Menyimpan apaan ?"
" Mama masih menyimpan kecurigaan aama Fani, begitu."
" Begitu bagaimana ?"
" Senyum mama lain."
" Lain gimana ?"
" Ya lain ."
" Kamu ini ada ada saja... masak senyum bisa lain ?"
" Ya , iru perasaan Fani."
" Bener kan, Ma?"
" Baikalah , mama ngaku. Dan mama juga mau kamu jujur sama mama . Hari ini mama perhatiin ada sedikit perubahan pada diri kamu. Bener, kan?"
Giliran setefani yang terdiam
Ya, hari ini memang hatinya teramat sangat bahagia . Melebihi kebahagiaan hari- hari sebelumnya . Dan itu tentu saja mengundang perhatian sang mama yang m3mang senantiasa ngasih perhatian padanya. Setefani sendiri nggak ngerti , kenapa sejak Damar masuk ke sekolahnya , diamana temen - temen yang lain memnadang hina dan rendah pada cowok itu , justru dia malah ingin menjadi teman dan sahabat tuh cowok,. Bahkan setefani sudah janji dalam hati , meski nggak seorang pun temannya yang lain mau menerima Damar , dia akan menjadi orang pertama yang mau menerima dan menjadi temen cowok itu.
Perasaan apa yang sebenarnya tengah di rasakannya? Setefani nggak ngerti. Yang dia tau , di dalam hatinya ada sesuatu rasa bahagia begitu mendengar kalo Damar mau belajar bersama di rumahnya. Perasaan yang selama ini belum pernah dia rasakan sebelumnya.
" Eh, Ma... " Setefani coba ngalihin pembicaraan mamanya.
__ADS_1
" Apa?"
" Boleh nggak kalo Fani belajar bareng temen- temen ?"
" Dimana ?"
" Di sini ."
" Boleh .Itukah alasanmu tampak sangat senang hari ini?" duga sang mama dengan mata masih memandang lekat ke wajah putrinya , berusaha untuk mastiin kalo dugaanya nggak keliru.
" Iya."
" Tapi mama yakin, tentu ada yang istimewa ."
" Maksud mama ?"
" Salah seorang dari temanmu yang akan belajar di sini, pasti ada yang sangat istimewa bagimu, sehingga mampu membuatmu begitu senang dan gembira sekali Benar, kan "
" Ahhh, Mama..."
" Kenapa?"
" Kok mama jadi negatife thingking geto , sih ..."
" Negatife thinking gimana ?"
" Curiga aja .."
" Tapu bener kan?"
" Nggak lah, Ma."
__ADS_1
" Bener nggak ada yang istimewa ?"
" SUER....!" kata Fani.