RASA CINTA ANAK SMP

RASA CINTA ANAK SMP
21


__ADS_3

Saking asyiknya melamun, membuat Setefani jadi meleng jalannya.Dan akibatnya.....


BRAK!


Setefani nabrak seseorang .Untung bukan nabrak tiang ato dinding gedung sekolah yang bisa membuat kepalanya benjol. Tapi tetap aja kepalanya rada sakit sedikit. Begitu juga dengan yang ditabrak , ngerasain pening juga kepalanya.


: Eh , Fan, lo punya mata nggak, sih?!"


" Apa lo bilang ?!" sunggut Setefani langsung naik darah, dikata - katain punya mata apa nggak . Sebab seumur - umur , belom pernah ada orang yang ngatain di begitu. Bahkan bokap sama ibunya yang sudah sangat banyak berjasa padanya pun , belom pernah ngatain dia begitu rupa, Karuan aja Setefani sewot dan tensi darahnya langsung naik.


Namun kelihatannya, orang yang ditabrak pun nggak mau ngerti kalo Setefani sudah naik darah. Dan sepertinya, orang yang ditabrak oleh Setefani seakan - akan nggak ngerasa takut. Bahkan dengan wajah nunjukin rasa jengkel sama jutek, orang yang ditabrak kembali bicara ," Gue jelasin sama lo. Lo punya mata nggak ?!"


" Punya! Nih!" sahut Setefani sembari nunjuk ke arah kedua biji matanya.


" Kalo punya, dipake dong!"


Semakin tambah naik aja tensi darah Setefani mendengar omongan orang yang ditabraknya, yang sepertinya nggak ngerasa takut barang sedikt pun padanya .


" Eh, Wulan !Lo ngomong jangan asal ngejaplak , ya ?!" sanggut Setefani ." Sudah dari gue dalam perut nyokap gue, kedua mata gue sudah nempel pada tempatnya ! mao lo sebenarnya apa sih?! selama ini , gue senantiasa beraikap mengalah sama lo , bukan karena gue takut ato segan sama lo! Gue cuma nggak mao ribut sama lo!" ucap Setefani sudah naik pitam ." Tapi asal lo tau ya, Wulan.Kalo lo mau ngajakin ribut sama gue, maka gue nggak takut!"


Wulan mau nyahutin , ketika teman - temannya mencegah .

__ADS_1


" Sudah , jangan ribut sama dia ."


" Iya , Lan.Percuma ...."


" Yok, kita pergi."


" Tapi..."


Wulan hendak membantah, ketika teman - temannya kembaki membujuk sembari menyeret tangannya berusaha m3nghindar dan m3njauh dari Setefani.


" Kalian kenapa, sih ?!" sanggut Wulan setelah jauh dari keberadaan Setefani ." Kalian takut?"


" Bukannya takut. Tapi kami rasa percuma aja lo ribut sama dia ."


" Lo sama Fani sama - sama tajir . Bokap kalian sama - sama pengusaha besar dan ternama . Jadi , kami pikir buat apa lo ribut sama orang yang sama dan sepadan sama lo? Nggak bakalan ada yang menang ato kalah..."


" Lagi pula, tenaga lo pasti kalah sama tenaga si tomboy itu."


" Iya . Jangankan kita cewek . Cowok aja belom tentu sanggup ngadepin dia ...."


Wulan terdiam ngedengerin omongan teman - temannya. Lagi pula, selama ini hubungannya sama Setefani baik. Bahkan selama ini, dia sama Setefani bersahabat. Malah sewaktu SD , dia sama Setefani juga satu sekolab dan satu kelas . Memanasnya hubungan dia dengan Setefani , terjadi semenjak kedatangan Damar .

__ADS_1


" Sial ! Semua ini gara - gara anak kampung miskin itu!" dengus Wulan tiba - tiba dengan wajah nunjukin kekesalan .


" Maksud lo?"


" Gue sama Fani selama ini baik - baik aja. Kami satu sekolah dari SD . Bahkan sewaktu di SD , hubungan gue sam Fani akrab . Bahkan sebelom anak kampung miskin itu masuk di sekolah ini , gue sama Fani tetap baik, meski nggak bareng . Gue nggak ngerti kenapa Fani begitu baik sama anak kampung miskin itu? Bahkan demu ngebela anak kampung miskin itu , dia sepertinya nggak memperdulikan hubungan baiknya itu sama gue ?"


" Jangan - jangan , anak kampung itu make dukun ."


" Maksud lo?"


" Jangan - jangan Fani kena pelet ...."


Wulan terdiam dengan kening mengerut mendengar penuturan teman - temannya yang menduga kalo Damar gunain guna - guna untuk memelet Setefani , sehingga Setefani senantiasa baik dan bahkan ngebelanya ati - matian


" Gimana menurut li,Lan ?"


" Bisa jadi," gumam Wulan." Tapi , masak sih anak seusia dia ngerti hal - hal sepeeti itu? Dan pula , tampaknya anak kampung miskin itu polos..."


" Ya , namanya juga dari kampung . Denger - denger orang kampung itu masih banyak yang percaya pada ha- hal yang begituan ...."


Wulan kembali terdiam . Seakan dia tengah berusaha berpikir dan merenugkan penuturan temannya. Lalu sembari menghela napas panjang , Wulan pun nerusin langkahnya di ikuti oleh teman - teman pilihannya.

__ADS_1


》》》》》》》》》》


JANGAN LUPA VOTE , LIKE DAN TULIS KOMENTAR , DAN KASIH AUTHOR SARAN 😊😊


__ADS_2